Surah 24Ayat 55 / 64

An Nuur

CahayaMadaniyahJuz 18Halaman 357
Hanya Allah saja yang boleh disembahMenjadi penguasa bumiAllah akan menolong mereka yang menolong AllahKeimanan akan selalu bergandengan dengan amal solehFasik adalah Keluar dari Perintah AllahKufur itu bagian dari fiskKata-kata Bumi dalam al-Qur'an

وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى الْاَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْۖ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمُ الَّذِى ارْتَضٰى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِّنْۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ اَمْنًاۗ يَعْبُدُوْنَنِيْ لَا يُشْرِكُوْنَ بِيْ شَيْـًٔاۗ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذٰلِكَ فَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْفٰسِقُوْنَ ﴿٥٥﴾

Wa‘adallāhul-lażīna āmanū minkum wa ‘amiluṣ-ṣāliḥāti layastakhlifannahum fil-arḍi kamastakhlafal-lażīna min qablihim, wa layumakkinanna lahum dīnahumul-lażirtaḍā lahum wa layubaddilannahum mim ba‘di khaufihim amnā(n), ya‘budūnanī lā yusyrikūna bī syai'ā(n), wa man kafara ba‘da żālika fa ulā'ika humul-fāsiqūn(a).

Terjemahan

Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan yang mengerjakan kebajikan bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; Dia sungguh akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridai; dan Dia sungguh akan mengubah (keadaan) mereka setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Siapa yang kufur setelah (janji) tersebut, mereka itulah orang-orang fasik.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat An-Nur Ayat 55 - Allah Menjanjikan Ketentraman bagi Rasulullah dan Sahabatnya, dan untuk Bersabar dalam Berdakwah

Ayat ini menjanjikan ketenteraman bagi Rasulullah dan para sahabatnya. Allah meminta mereka bersabar atas berbagai gangguan orang-orang yang menentang dakwahnya.

عَنْ أُبَيٍّ بْنِ كَعْبٍ رضي الله عنه قَالَ: لمَاَّ قَدِمَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم وَأَصْحَابُهُ المَدِيْنَةَ وَآوَتْهُمُ الأَنْصَارُ رَمَتْهُمُ العَرَبُ عَنْ قَوْسٍ وَاحِدَةٍ، كَانًوْا لَا يَبِيْتُوْنَ إِلَّا بِالسِّلَاحِ وَلَا يُصْبِحُوْنَ إِلَّا فِيْهِ، فَقَالُوْا: تَرَوْنَ أَنَّا نَعِيْشُ حَتَّى نَبِيْتُ آمِنِيْنَ مُطْمَئِنِّيْنَ لَا نَخَافُ إِلَّا اللهَ؟ فَنَزَلَتْ: (وَعَدَ اللهُ الَّذِيْنَ آمَنُوْا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِيْنَهُمْ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا) إِلَى (وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ) يَعْنِي بِالنِّعْمَةِ (فَأُولَئِكَ هُمُ الفَاسِقُوْنَ). (1)

Ubay bin Ka‘b radiyallahu 'anhuma berkata “Ketika Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat tiba di Madinah dan ditampung oleh kaum Ansar, orang Arab (yang menentang dakwah beliau) memanahi mereka sampai-sampai mereka terpaksa selalu memegang senjata (untuk menjaga diri), malam maupun siang. Mereka berkata, ‘Sampai kapan kita hidup seperti ini? Kapan kita dapat tinggal dengan aman dan tenteram, tidak takut kepada siapa pun selain Allah?’ Berkaitan dengan hal ini turunlah ayat, wa‘adallahul-laz\ina amanu wa‘amilus-salihati layastakhlifannahum fil-ardi kamastakhlafal-laz\ina min qablihim walayumakkinanna lahum dinahumul-laz\irtada lahum walayubaddilannahum min ba‘di khaufihim amna … hingga firman-Nya, waman kafara ba‘da z\alika, yakni barang siapa mengingkari nikmat itu, fa’ula’ika humul-fasiqun.”

(1) Sahih: diriwayatkan oleh al-Hakim dan at-Tabraniy. Lihat: al-Hakim, al-Mustadrak, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah an-Nur, juz 2, hlm. 435, hadis nomor 3512; at-Tabraniy, al-Mu‘jam al-Ausat, juz 7, hlm. 119, hadis nomor 7029. Menurut al-Hakim sanad hadis ini sahih, namun tidak diriwayatkan oleh al-Bukhariy dan Muslim. az\-Z|ahabiy juga mengatakan hadis ini sahih. Sementara itu, al-Hais\amiy juga menilai para perawi hadis ini tepercaya. Lihat: Majma‘ az-Zawa’id, dalam Kitab at-Tafsir, juz 7, hlm. 138, hadis nomor 11237.

AnsarArabDakwah

Asbabun Nuzul Surat An-Nur Ayat 55 - Imam as Suyuthi : Tidak Hanya Di Akhirat, Allah Juga Akan Memberikan Keistimewaan Kepada Orang-Orang Yang Beriman Ketika Ada Di Bumi

“Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan amal-amal yang shalih bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik."
Al-Hakim meriwayatkan hadits ini dan menshahihkannya. Sedangkan Ath-Thabarani meriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab. Ia mengatakan; Tatkala Rasulullah dan para sahabatnya tiba di Madinah, mereka mendapat tempat tinggal dari kaum Anshar. Hal ini menyebabkan orang-orang Arab yang masih kafir berada dalam satu barisan untuk memusuhi. Sementara itu, para sahabat setiap tidur maupun ketika pagi hari senantiasa membawa senjata. Mereka mengatakan, “Menurut kalian, kapan kita akan bisa tidur dengan aman dan tentram serta tidak takut kecuali kepada Allah.” Maka turunlah ayat, “Dan Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kamu.” (1) Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Al-Bara', ia mengatakan; Ayat tersebut turun berkenaan dengan kami. Kami saat itu berada dalam ketakutan yang teramat sangat. (2)
1. Shahih: Al-Hakim (2/401) meriwayatkan dalam Al-Mustadrak serta dishahihkan dan disepakati oleh Adz-Dzahabi. Ibnu Katsir (2/425) mengatakan bahwa Nabi S dan para sahabatnya yang ada di Makkah ada sekitar sepuluh tahun berdakwah secara sirri mengajak mentauhidkan dan beribadah hanya kepada Allah semata. Mereka senantiasa dihinggapi rasa takut dan mereka tidak diperintah untuk melakukan peperangan sehingga hijrah ke Madinah. Mereka kemudian datang ke Madinah dan Allah memerintahkan mereka untuk berperang. Saat itu, mereka merasa takut sehingga pagi dan sore hari senantiasa membawa senjata. Hal itu berlangsung selama waktu yang ditentukan Allah. Setelah itu, ada salah seorang laki-laki dari sahabat yang berkata, “Wahai Rasulullah, apakah kita akan merasa ketakutan seperti ini untuk selamanya? Tidakkah datang kepada kita suatu hari di mana kita bisa merasa aman dan meletakkan senjata.” Rasulullah S kemudian berkata, “Kalian hanya perlu sabar sebentar sehingga laki-laki di antara kalian bisa duduk di tengah-tengah kaum tanpa membawa senjata. ” Kemudian Allah menurunkan ayat ini. Selanjutnya Allah memberikan kemenangan di Jazirah Arab kepada Nabi-nya sehingga para sahabat merasa aman dan meletakkan senjata. 2. Al-Qurthubi mengatakan; Ayat tersebut turun berkenaan dengan Abu Bakar dan Umar (6/4835).
amal shalehberimanJanji Allah

Tafsir Lengkap

Allah menjanjikan hidayah bagi mereka yang taat kepada-Nya dan Rasul-Nya. Melalui ayat ini allah menegaskan janji lainnya bagi yang beriman dan beramal salih. Allah telah menjanjikan secara pasti kepada orang-orang di anatar kamu yang beriman dan yang memmbuktikan keimanannya denga mengerjakan kebajikan, yaitu semua aktivitas yang bermanfaat sesuai tuntunan agama, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi seperti kuasa raja kepada kerajaannya, sebagaiman Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dansungguh. Dia akan meneguhkan bagi mereka dengan agama yang telah Dia ridai. Dan Dia benar-benar mengubah keadaan mereka setelah berada dalam ketakutan yang mencekam menjadi aman sentosa. Mereka menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun, baik secara nyata atau tersembunyi. Tetapi, barang siapa tetap kafir setelah janji yang pasti itu maka mereka itulah orang-orang yang fasik dan keluar dari koridor agama. Melalui ayat ini Allah menetapkan dua syarat bagi orang-orang yang ingin memperoleh kekuasaan dan rasa aman, yaitu beriman dengan benar dan berbuat kebajikan. Bila kedua syarat itu terpenuhi dalam suatu masyarakat, pasti janji Allah itu akan menjadi nyata.

Dibaca 16 kali