الصافات

Ash Shaaffat

Makkiyah · 182

Barisan-Barisan

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَالصّٰۤفّٰتِ صَفًّاۙ

Waṣ-ṣāffāti ṣaffā(n).

Demi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf (untuk beribadah kepada Allah),

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Bila pada akhir Surah Yasin Allah menjelaskan keesaan dan kekuasaan-Nya pada hari Kiamat, pada permulaan surah ini Allah menegaskan bukti kekuasaan-Nya di alam raya. Demi rombongan malaikat yang berbaris bersaf-saf dengan rapi dalam melaksanakan tugas dan perintah Allah;

فَالزّٰجِرٰتِ زَجْرًاۙ

Faz-zājirāti zajrā(n).

demi (rombongan malaikat) yang mencegah (segala sesuatu) dengan sungguh-sungguh,

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Demi rombongan malaikat yang mencegah dengan sungguh-sungguh pelaku tindakan menyimpang, dalam rangka menegakkan aturan dan keseimbangan alam;

فَالتّٰلِيٰتِ ذِكْرًاۙ

Fat-tāliyāti żikrā(n).

demi (rombongan malaikat) yang membacakan peringatan,

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Demi rombongan malaikat yang membacakan ayat-ayat yang berisi peringatan dan pelajaran yang agung,

اِنَّ اِلٰهَكُمْ لَوَاحِدٌۗ

Inna ilāhakum lawāḥid(un).

sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa.

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Sungguh, Tuhanmu yang berhak disembah benar-benar Esa. Tidak ada sekutu bagi-Nya baik dalam pekerjaan maupun sifat-Nya.

رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِۗ

Rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā wa rabbul-masyāriq(i).

Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbitnya matahari.

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dialah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan yang menciptakan tempat-tempat terbitnya matahari, bulan, bintang, planet, dan benda langit lainnya.

اِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِزِيْنَةِ ِۨالْكَوَاكِبِۙ

Innā zayyannas-samā'ad-dun-yā bizīnatinil-kawākib(i).

Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit dunia (yang terdekat) dengan hiasan (berupa) bintang-bintang.

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia yang terdekat dengan bumi dengan hiasan bintang-bintang dan planet-planet yang begitu indah.

وَحِفْظًا مِّنْ كُلِّ شَيْطٰنٍ مَّارِدٍۚ

Wa ḥifẓam min kulli syaiṭānim mārid(in).

(Kami telah menjaganya dengan) penjagaan yang sempurna dari setiap setan yang durhaka.

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan Kami telah menjadikan bintang-bintang itu sebagai pelindung langit yang menjaganya dari setiap setan yang durhaka yang hendak mencuri dengar kabar-kabar masa depan.

لَا يَسَّمَّعُوْنَ اِلَى الْمَلَاِ الْاَعْلٰى وَيُقْذَفُوْنَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍۖ

Lā yassammā‘ūna ilal-mala'il-a‘lā wa yuqżafūna min kulli jānib(in).

Mereka (setan-setan) tidak dapat mendengar (percakapan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dengan adanya penjagaan ketat terhadap setan-setan durhaka itu, mereka tidak dapat mendengar pembicaraan para malaikat yang akan menyampaikan wahyu kepada rasul-Nya. Dan mereka dilempari dengan benda langit yang menyala dari segala penjuru sehingga mereka tidak bisa menambah atau mengurangi wahyu yang akan diturunkan.

دُحُوْرًا وَّلَهُمْ عَذَابٌ وَّاصِبٌ

Duḥūraw wa lahum ‘ażābuw wāṣib(un).

untuk mengusir mereka. Bagi mereka azab yang kekal (di akhirat),

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Kami lemparkan benda langit ke arah setan-setan durhaka itu untuk mengusir mereka dan mereka pun kelak akan mendapat azab yang kekal dan pedih di akhirat.

اِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَاَتْبَعَهٗ شِهَابٌ ثَاقِبٌ

Illā man khaṭifal-khaṭfata fa'atba‘ahū syihābun ṡāqib(un).

kecuali (setan) yang menyambar pembicaraan dengan sekali sambar; maka ia dikejar oleh bintang yang menyala.

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Setan-setan itu tidak dapat mendengar pembicaraan para malaikat, kecuali setan yang berhasil mencuri pembicaraan dengan cepat, maka ia dikejar oleh bintang yang menyala sehingga mereka pun terbakar.

فَاسْتَفْتِهِمْ اَهُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمْ مَّنْ خَلَقْنَا ۗاِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّنْ طِيْنٍ لَّازِبٍ

Fastaftihim ahum asyaddu khalqan am man khalaqnā, innā khalaqnāhum min ṭīnil lāzib(in).

Maka, tanyakanlah kepada mereka (musyrik Makkah), “Apakah mereka (manusia) lebih sulit penciptaannya ataukah selainnya (langit, bumi, dan lainnya) yang telah Kami ciptakan?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan (bapak) mereka (Adam) dari tanah liat.

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Usai menjelaskan bukti-bukti kekuasaan-Nya di alam raya, Allah beralih membuktikan kuasa-Nya dalam menciptakan manusia. Wahai Nabi Muhammad, maka tanyakanlah kepada mereka yang musyrik, “Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu yakni malaikat, langit, dan bumi seisinya?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan Nabi Adam, yaitu nenek moyang mereka dari tanah liat.

بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُوْنَ ۖ

Bal ‘ajibta wa yaskharūn(a).

Bahkan, engkau (Nabi Muhammad) menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka selalu menghinamu.

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Bahkan, wahai Nabi Muhammad, engkau menjadi heran atas keingkaran mereka terhadap risalahmu, hari kebangkitan, dan kekuasaan Allah, dan mereka menghinakan engkau karena keherananmu itu dan mereka pun menyepelekan hari kebangkitan.

وَاِذَا ذُكِّرُوْا لَا يَذْكُرُوْنَ ۖ

Wa iżā żukkirū lā yażkurūn(a).

Apabila diberi peringatan, mereka tidak mengingat (mengindahkannya).

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan apabila mereka diberi peringatan sebagimana yang dijelaskan dalam Al-Qur'an, mereka tidak mengindahkannya, bahkan berpaling darinya.

وَاِذَا رَاَوْا اٰيَةً يَّسْتَسْخِرُوْنَۖ

Wa iżā ra'au āyatay yastaskhirūn(a).

Apabila melihat suatu tanda (kebesaran Allah atau kebenaran Nabi Muhammad), mereka sangat menghina.

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan apabila mereka melihat suatu tanda kebesaran Allah berupa mukjizat yang diberikan kepada Nabi, seperti terbelahnya rembulan dan semisalnya, mereka memperolok-olokkan-nya.

وَقَالُوْٓا اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ ۚ

Wa qālū in hāżā illā siḥrum mubīn(un).

Mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan mereka berkata dengan nada sinis, “Wahai Muhammad, apa yang engkau tunjukkan ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.”

ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ

A'iżā mitnā wa kunnā turābaw wa ‘iẓāman a'innā lamab‘ūṡūn(a).

Apabila kami telah mati, (lalu) menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan?

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mereka berkata pula, “Apabila kami telah mati dan jasad-jasad kami telah berubah menjadi tanah dan tulang-belulang yang lapuk dan hancur, apakah benar kami akan dibangkitkan kembali seperti semula?

اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَۗ

Awa ābā'unal-awwalūn(a).

Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (akan dibangkitkan pula)?”

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

dan apakah nenek moyang kami yang telah terdahulu mati akan dibangkitkan pula?”

قُلْ نَعَمْ وَاَنْتُمْ دٰخِرُوْنَۚ

Qul na‘am wa antum dākhirūn(a).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Ya (kamu akan dibangkitkan) dan kamu akan terhina.”

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka, “Ya, Allah akan membangkitkan seluruh umat manusia, dan kamu akan dibangkitkan di hadapan-Nya dalam keadaan rendah dan terhina.”

فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌ فَاِذَا هُمْ يَنْظُرُوْنَ

Fa'innamā hiya zajratuw wāḥidatun fa'iżā hum yanẓurūn(a).

Sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan (tiupan sangkakala kedua). Maka, seketika itu mereka (bangun dari kematiannya) melihat (apa yang terjadi).

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Membangkitkan makhluk yang sudah mati bukanlah hal yang sulit bagi Allah. Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja, yaitu tiupan sangkakala Israfil, maka seketika itu pula mereka melihatnya. Mereka akan menyaksikan betapa dahsyat hari Kiamat dan azab Allah.

وَقَالُوْا يٰوَيْلَنَا هٰذَا يَوْمُ الدِّيْنِ

Wa qālū yā wailanā hāżā yaumud-dīn(i).

Mereka berkata, “Alangkah celaka kami! (Kiranya) inilah hari Pembalasan itu.”

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Bisa saja orang-orang musyrik dan kafir itu mengingkari hari kebangkitan, tetapi mereka pasti akan menyesalinya di akhirat nanti. Dan mereka berkata, “Alangkah celaka kami! Kiranya inilah hari pembalasan itu, di mana amal perbuatan kita akan diperhitungkan.”

هٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَ ࣖ

Hāżā yaumul-faṣlil-lażī kuntum bihī tukażżibūn(a).

Inilah hari keputusan yang dahulu (selalu) kamu dustakan.

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dikatakan kepada mereka, “Inilah hari keputusan yang dahulu kamu dustakan. Pada hari ini Allah akan memberi keputusan dan balasan atas semua keingkaranmu.”

اُحْشُرُوا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا وَاَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوْا يَعْبُدُوْنَ ۙ

Uḥsyurul-lażīna ẓalamū wa azwājahum wa mā kānū ya‘budūn(a).

(Lalu, diperintahkan kepada para malaikat,) “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Allah menurunkan perintah kepada malaikat, “Kumpulkanlah orang-orang yang berbuat zalim kepada dirinya dengan berbuat syirik beserta teman sejawat mereka yang menjerumuskan ke dalam kekafiran, dan bawalah serta apa yang dahulu mereka sembah, yaitu patung dan sesembahan lainnya.

مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَاهْدُوْهُمْ اِلٰى صِرَاطِ الْجَحِيْمِ

Min dūnillāhi fahdūhum ilā ṣirāṭil-jaḥīm(i).

selain Allah. Lalu, tunjukkanlah kepada mereka jalan ke (neraka) Jahim.

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Bawalah serta apa yang orang-orang musyrik itu sembah selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka dan giringlah mereka masuk ke dalamnya.”

وَقِفُوْهُمْ اِنَّهُمْ مَّسْـُٔوْلُوْنَ ۙ

Waqifūhum innahum mas'ūlūn(a).

Tahanlah mereka (di tempat perhentian). Sesungguhnya mereka akan ditanya (tentang keyakinan dan perilaku mereka).”

Juz 23 · Hal. 446

Tampilkan tafsir di halaman ini

Allah memerintah malaikat, “Tahanlah mereka di tempat pemberhentian, sesungguhnya mereka akan ditanya tentang kebohongan dan dosa yang telah mereka lakukan di dunia.”

مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُوْنَ

Mā lakum lā tanāṣarūn(a).

(Mereka lalu dikecam,) “Mengapa kamu tidak tolong-menolong (sebagaimana kamu di dunia)?”

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Orang-orang musyrik itu ditanya, “Mengapa kamu pada hari ini tidak saling tolong-menolong sesama kamu sebagaimana kamu saling bahu-membahu dalam berbuat ingkar?”

بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُوْنَ

Bal humul-yauma mustaslimūn(a).

Bahkan, mereka pada hari itu menyerah (kepada putusan Allah).

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Pada hari keputusan itu mereka tidak dapat saling membantu. Bahkan, mereka pada hari itu menyerah dan patuh pada keputusan Allah.

وَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ

Wa aqbala ba‘ḍuhum ‘alā ba‘ḍiy yatasā'alūn(a).

Sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling bertanya (berbantah-bantahan).

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Pada hari keputusan itu orang kafir dan musyrik tunduk menerima putusan Allah. Mereka saling bertengkar satu dengan lainnya. Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain, saling berbantah-bantahan dan menyalahkan.

قَالُوْٓا اِنَّكُمْ كُنْتُمْ تَأْتُوْنَنَا عَنِ الْيَمِيْنِ

Qālū innakum kuntum ta'tūnanā ‘anil-yamīn(i).

(Pengikut) mereka berkata (kepada pemimpinnya), “Sesungguhnya kamulah yang dahulu selalu mendatangi kami dari arah kanan (untuk menghalangi kami dari kebajikan).”

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Sesungguhnya para pengikut di antara mereka berkata kepada para pemimpinnya, “Kamulah yang dahulu datang kepada kami dari kanan, yakni arah yang kami sangka membawa kebaikan. Kamu justru datang membawa tipu muslihat yang melenakan dan mengaku sebagai pihak yang benar.”

قَالُوْا بَلْ لَّمْ تَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَۚ

Qālū bal lam takūnū mu'minīn(a).

(Pemimpin) mereka menjawab, “(Tidak,) bahkan kamulah yang tidak (mau) menjadi orang mukmin.

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Para pemimpin mereka enggan disalahkan. Mereka menjawab, “Tidak, bahkan kamu sendiri-lah yang sejak dahulu tidak ingin menjadi orang mukmin.

وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيْكُمْ مِّنْ سُلْطٰنٍۚ بَلْ كُنْتُمْ قَوْمًا طٰغِيْنَ

Wa mā kāna lanā ‘alaikum min sulṭān(in), bal kuntum qauman ṭāgīn(a).

(Sebenarnya,) kami sedikit pun tidak berkuasa terhadapmu (untuk menghalang-halangimu), bahkan kamulah kaum yang melampaui batas.

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

sedangkan kami tidak berkuasa apalagi memaksa terhadapmu, bahkan kamu sendiri yang memilih menjadi kaum yang melampaui batas dalam kesesatanmu.

فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَآ ۖاِنَّا لَذَاۤىِٕقُوْنَ

Fa ḥaqqa ‘alainā qaulu rabbinā, innā lażā'iqūn(a).

Maka, putusan (azab) Tuhan (akan) benar-benar menimpa kita. Pasti kita akan merasakan (azab itu).

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, sebagai balasan atas kekafiran dan kedurhakaan kita bersama, pantas bila putusan dan azab Tuhan menimpa kita; dan pasti kita semua akan merasakan azab itu.

فَاَغْوَيْنٰكُمْ اِنَّا كُنَّا غٰوِيْنَ

Fa agwainākum innā kunnā gāwīn(a).

Kami (mengakui) telah menyesatkan kamu. Sesungguhnya kami sendiri orang-orang yang sesat.”

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, kami telah menyesatkan kamu dengan mengajakmu menyekutukan Allah. Sesungguhnya kami sendiri adalah orang-orang yang sesat dan kamu pun rela mengikuti ajakan sesat kami.”

فَاِنَّهُمْ يَوْمَىِٕذٍ فِى الْعَذَابِ مُشْتَرِكُوْنَ

Fa innahum yauma'iżin fil-‘ażābi musytarikūn(a).

Sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama merasakan azab.

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka sesungguhnya mereka, baik para pemimpin maupun pengikut, pada hari itu bersama-sama merasakan azab sebagaimana mereka bersekutu dalam kesesatan.

اِنَّا كَذٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِيْنَ

Innā każālika naf‘alu bil-mujrimīn(a).

Sesungguhnya demikianlah Kami memperlakukan orang-orang yang berbuat dosa.

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Sungguh, demikianlah ketetapan Kami dalam memperlakukan dan memutuskan hukuman terhadap orang-orang yang berbuat dosa.

اِنَّهُمْ كَانُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ يَسْتَكْبِرُوْنَ ۙ

Innahum kānū iżā qīla lahum lā ilāha illallāhu yastakbirūn(a).

Sesungguhnya dahulu apabila dikatakan kepada mereka, “Lā ilāha illallāh” (Tidak ada Tuhan yang wajib disembah selain Allah), mereka menyombongkan diri.

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Sungguh, dahulu apabila dikatakan kepada mereka untuk membenarkan kalimat “la ilaha illallah” dengan mengakui keesaan Allah, mereka justru menentang sambil menyombongkan diri,

وَيَقُوْلُوْنَ اَىِٕنَّا لَتَارِكُوْٓا اٰلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُوْنٍ ۗ

Wa yaqūlūna a'innā latārikū ālihatinā lisyā‘irim majnūn(in).

Mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?”

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

dan ketika diajak untuk menyembah dan mengesakan Allah, mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami hanya karena seorang penyair gila?”

بَلْ جَاۤءَ بِالْحَقِّ وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِيْنَ

Bal jā'a bil-ḥaqqi wa ṣaddaqal-mursalīn(a).

Padahal dia (Nabi Muhammad) datang dengan membawa kebenaran dan membenarkan para rasul (sebelumnya).

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mereka menuduh Nabi Muhammad sebagai penyair gila, padahal dia datang kepada mereka dengan membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul sebelumnya.

اِنَّكُمْ لَذَاۤىِٕقُوا الْعَذَابِ الْاَلِيْمِ ۚ

Innakum lażā'iqul-‘ażābil-alīm(i).

Sesungguhnya kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Wahai kaum musyrik, sungguh kamu pasti akan merasakan azab yang pedih di neraka akibat kekafiran, kesesatan, dan perlawananmu terhadap Allah dan rasul-Nya.

وَمَا تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۙ

Wa mā tujzauna illā mā kuntum ta‘malūn(a).

Kamu tidak diberi balasan, kecuali terhadap apa yang telah kamu kerjakan.

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Itulah azab bagimu, wahai kaum musyrik, dan kamu tidak diberi balasan dan azab di akhirat melainkan sebagai balasan terhadap kejahatan apa saja yang telah kamu kerjakan. Allah tidak menzalimimu sedikit pun.

اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ

Illā ‘ibādallāhil-mukhlaṣīn(a).

Akan tetapi, hamba-hamba Allah yang terpilih (karena keikhlasannya),

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Demikianlah siksa pedih yang Allah siapkan bagi orang-orang musyrik, tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan dari dosa,

اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَّعْلُوْمٌۙ

Ulā'ika lahum rizqum ma‘lūm(un).

mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan,

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan tanpa henti,

فَوَاكِهُ ۚوَهُمْ مُّكْرَمُوْنَۙ

Fawākihu wa hum mukramūn(a).

(yaitu) buah-buahan. Mereka adalah orang-orang yang dimuliakan

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

yaitu buah-buahan yang beraneka ragam dan rasa. Dan mereka itulah orang yang dimuliakan di sisi Allah.

فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِۙ

Fī jannātin na‘īm(i).

di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan.

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mereka dimuliakan di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan dan diiringi kegembiraan.

عَلٰى سُرُرٍ مُّتَقٰبِلِيْنَ

‘Alā sururim mutaqābilīn(a).

(Mereka duduk) berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mereka duduk berhadap-hadapan di atas dipan-dipan sambil bercengkerama.

يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۢ ۙ

Yuṭāfu ‘alaihim bika'sim mim ma‘īn(in).

Kepada mereka diedarkan gelas (yang berisi minuman) dari mata air (surga).

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dalam keadaan demikian, kepada mereka diedarkan gelas yang berisi air khamar dari mata air surga.

بَيْضَاۤءَ لَذَّةٍ لِّلشّٰرِبِيْنَۚ

Baiḍā'a lażżatil lisy-syāribīn(a).

(Warnanya) putih bersih dan lezat rasanya bagi orang-orang yang meminum(-nya).

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Air khamar itu berwarna putih bersih lagi sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.

لَا فِيْهَا غَوْلٌ وَّلَا هُمْ عَنْهَا يُنْزَفُوْنَ

Lā fīhā gauluw wa lā hum ‘anhā yunzafūn(a).

Tidak ada di dalamnya (unsur) yang membahayakan dan mereka tidak mabuk karenanya.

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Tidak ada di dalamnya unsur yang memabukkan sebagaimana khamar dunia dan mereka tidak mabuk karenanya.

وَعِنْدَهُمْ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِ عِيْنٌ ۙ

Wa ‘indahum qāṣirātuṭ-ṭarfi ‘īn(un).

Di sisi mereka ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah dan membatasi pandangannya (dari selain pasangan mereka).

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan di sisi mereka ada bidadari-bidadari yang bermata indah dan membatasi pandangannya hanya kepada pasangannya.

كَاَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَّكْنُوْنٌ

Ka'annahum baiḍum maknūn(un).

(Warna kulit) mereka seperti (warna) telur yang tersimpan dengan baik.

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Bidadari-bidadari itu sangat elok, seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dan terjaga dengan baik dari tangan-tangan yang hendak menyentuh.

فَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ

Fa'aqbala ba‘ḍuhum ‘alā ba‘ḍiy yatasā'alūn(a).

Mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap.

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Para penghuni surga itu bertelekan di atas dipan, lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap dan menceritakan keadaan mereka di dunia.

قَالَ قَاۤىِٕلٌ مِّنْهُمْ اِنِّيْ كَانَ لِيْ قَرِيْنٌۙ

Qāla qā'ilum minhum innī kāna lī qarīn(un).

Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) pernah mempunyai seorang teman

Juz 23 · Hal. 447

Tampilkan tafsir di halaman ini

Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku di dunia dahulu pernah mempunyai seorang teman dekat,

يَّقُوْلُ اَءِنَّكَ لَمِنَ الْمُصَدِّقِيْنَ

Yaqūlu a'innaka laminal-muṣaddiqīn(a).

yang berkata, ‘Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan (hari Kebangkitan)?

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

yang berkata kepadaku dengan penuh keingkaran, ‘Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan adanya hari kebangkitan pada hari Kiamat nanti?

ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَدِيْنُوْنَ

A'iżā mitnā wa kunnā turāban a'innā lamadīnūn(a).

Apabila kami telah mati (lalu) menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar (akan dibangkitkan untuk) diberi balasan?’”

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar akan dibangkitkan dari kubur untuk diberi pembalasan atas perbuatan kita?’”

قَالَ هَلْ اَنْتُمْ مُّطَّلِعُوْنَ

Qāla hal antum muṭṭali‘ūn(a).

Dia berkata, “Maukah kamu menengok (temanku itu)?”

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

Demikianlah cerita salah sorang penghuni surga kepada kawan-kawannya. Dia pun berkata, “Maukah kamu pergi bersamaku untuk meninjau temanku yang dulu mengingkari hari kebangkitan itu?”

فَاطَّلَعَ فَرَاٰهُ فِيْ سَوَاۤءِ الْجَحِيْمِ

Faṭṭala‘a fa ra'āhu fī sawā'il-jaḥīm(i).

Maka, dia menengoknya. Lalu, dia melihat (teman)-nya itu di tengah-tengah (neraka) Jahim.

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka dia bersama temannya meninjaunya, lalu dia melihat teman-nya itu tersiksa di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala.

قَالَ تَاللّٰهِ اِنْ كِدْتَّ لَتُرْدِيْنِ ۙ

Qāla tallāhi in kitta laturdīn(i).

Dia berkata, “Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku.

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dia pun berkata kepada temannya yang diazab itu, “Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku dengan bujuk rayumu,

وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّيْ لَكُنْتُ مِنَ الْمُحْضَرِيْنَ

Wa lau lā ni‘matu rabbī lakuntu minal-muḥḍarīn(a).

Sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku, pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

dan sekiranya bukan karena rahmat dan nikmat Tuhanku, yakni iman dan hidayah dari-Nya, pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret ke neraka bersamamu.”

اَفَمَا نَحْنُ بِمَيِّتِيْنَۙ

Afamā naḥnu bimayyitīn(a).

Apakah kita tidak akan mati,

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

Para penghuni surga itu melanjutkan percakapannya, “Maka apakah kita tidak akan mati di surga ini dan tinggal selamanya dengan penuh kenikmatan?

اِلَّا مَوْتَتَنَا الْاُوْلٰى وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ

Illā mautatunal-ūlā wa mā naḥnu bimu‘ażżabīn(a).

kecuali kematian kita yang pertama saja (di dunia) dan kita tidak akan diazab (di akhirat ini)?”

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

Penghuni surga lainnya menjawab, “Kematian yang kita rasakan hanyalah kematian yang pertama saja di dunia, dan kita tidak akan diazab di akhirat ini setelah masuk surga.”

اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ

Inna hāżā lahuwal-fauzul-‘aẓīm(u).

Sesungguhnya ini benar-benar kemenangan yang agung.

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

Sungguh kenikmatan surga ini benar-benar kemenangan yang agung, keberuntungan yang besar, dan kebahagiaan abadi.

لِمِثْلِ هٰذَا فَلْيَعْمَلِ الْعٰمِلُوْنَ

Limiṡli hāżā falya‘malil-‘āmilūn(a).

Untuk (kemenangan) seperti ini, hendaklah beramal (di dunia) orang-orang yang mampu beramal.

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

Untuk memperoleh kemenangan dan kebahagiaan serupa ini, hendaklah beramal orang-orang yang mampu beramal semasa hidup di dunia.

اَذٰلِكَ خَيْرٌ نُّزُلًا اَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّوْمِ

Ażālika khairun nuzulan am syajaratuz-zaqqūm(i).

Apakah (makanan surga) itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqum?

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

Apakah makanan surga itu hidangan yang lebih baik bagi ahli surga, ataukah pohon zaqqum yang pahit dan berbau tidak sedap?

اِنَّا جَعَلْنٰهَا فِتْنَةً لِّلظّٰلِمِيْنَ

Innā ja‘alnāhā fitnatal liẓ-ẓālimīn(a).

Sesungguhnya Kami menjadikannya (pohon zaqum itu) sebagai azab bagi orang-orang zalim.

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

Sungguh, Kami menjadikannya, yakni pohon zaqqum itu, makanan penduduk neraka sebagai azab bagi orang-orang zalim.

اِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِيْٓ اَصْلِ الْجَحِيْمِۙ

Innahā syajaratun takhruju fī aṣlil-jaḥīm(i).

Sesungguhnya itu adalah pohon yang keluar dari dasar (neraka) Jahim.

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim. Dahan pohon itu menjulur hingga dasar jurang neraka.

طَلْعُهَا كَاَنَّهٗ رُءُوْسُ الشَّيٰطِيْنِ

°al‘uhā ka'annahū ru'ūsusy-syayāṭīn(i).

Mayangnya seperti kepala-kepala setan.

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mayangnya sangat buruk dan menyeramkan seperti kepala-kepala setan.

فَاِنَّهُمْ لَاٰكِلُوْنَ مِنْهَا فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۗ

Fa innahum la'ākilūna minhā fa māli'ūna minhal-buṭūn(a).

Sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu) dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqum).

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

Pohon zaqqum itulah makanan para penghuni neraka. Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya karena tidak ada makanan lain bagi mereka di sana.

ثُمَّ اِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِّنْ حَمِيْمٍۚ

Ṡumma inna lahum ‘alaihā lasyaubam min ḥamīm(in).

(Setelah makan buah zaqum,) sesungguhnya bagi mereka minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas.

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

Kemudian sungguh, setelah makan buah zaqqum yang pahit itu mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas hingga merusak pencernaan (Lihat Surah Muhammad/47: 15).

ثُمَّ اِنَّ مَرْجِعَهُمْ لَاِلَى الْجَحِيْمِ

Ṡumma inna marji‘ahum la'ilal-jaḥīm(i).

Kemudian, tempat kembali mereka pasti ke (neraka) Jahim.

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

Kemudian, sudah pasti tempat kembali mereka adalah ke neraka Jahim untuk selama-lamanya.

اِنَّهُمْ اَلْفَوْا اٰبَاۤءَهُمْ ضَاۤلِّيْنَۙ

Innahum alfau ābā'ahum ḍāllīn(a).

Sesungguhnya mereka mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat.

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

Orang-orang kafir itu pantas mendapat sengsara dan siksa yang pedih di neraka karena sesungguhnya mereka di dunia dahulu mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat dan menyimpang dari ajaran agama para rasul,

فَهُمْ عَلٰٓى اٰثٰرِهِمْ يُهْرَعُوْنَ

Fahum ‘alā āṡārihim yuhra‘ūn(a).

Mereka tergesa-gesa mengikuti jejak (nenek moyang) mereka.

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

lalu mereka tergesa-gesa mengikuti jejak nenek moyang mereka tanpa berpikir dan merenung untuk mencari tahu kebenarannya.

وَلَقَدْ ضَلَّ قَبْلَهُمْ اَكْثَرُ الْاَوَّلِيْنَۙ

Wa laqad ḍalla qablahum akṡarul-awwalīn(a).

Sungguh, sebelum mereka (kaum Quraisy), benar-benar telah sesat sebagian besar dari orang-orang yang dahulu.

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

Orang-orang kafir itu, tidak terkecuali kafir Mekah, mendapati nenek moyang mereka sesat dan mereka dengan serta-merta mengikuti kesesatan tersebut. Dan sungguh, sebelum mereka telah sesat dari hidayah Allah sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,

وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا فِيْهِمْ مُّنْذِرِيْنَ

Wa laqad arsalnā fīhim munżirīn(a).

Sungguh, Kami benar-benar telah mengutus (rasul) pemberi peringatan di kalangan mereka.

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

dan sungguh, Kami telah mengutus para rasul pemberi peringatan di kalangan mereka tentang ancaman murka dan siksa Allah, namun mereka mendustakannya.

فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنْذَرِيْنَۙ

Fanẓur kaifa kāna ‘āqibatul-munżarīn(a).

Maka, perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu,

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu ketika mendustakan para rasul.

اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ ࣖ

Illā ‘ibādallāhil-mukhlaṣīn(a).

kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih (karena keikhlasannya).

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mereka dibinasakan oleh Allah, kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan dari dosa. Mereka diselamatkan dari siksa dengan rahmat Allah karena mengikuti ajakan para rasul dan meminta ampunan atas kesalahan mereka.

وَلَقَدْ نَادٰىنَا نُوْحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيْبُوْنَۖ

Wa laqad nādānā nūḥun falani‘mal-mujībūn(a).

Sungguh, Nuh benar-benar telah berdoa kepada Kami dan sungguh, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa.

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

Bukti penghancuran para pendurhaka dan penyelamatan hamba-hamba Allah yang saleh tampak pada kisah Nabi Nuh dan kaumnya. Dan sungguh, Nuh telah berdoa kepada Kami perihal kaumnya yang membangkang, maka sungguh Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa.

وَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِۖ

Wa najjaināhu wa ahlahū minal-karbil-‘aẓīm(i).

Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya dari bencana yang besar.

Juz 23 · Hal. 448

Tampilkan tafsir di halaman ini

Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya dari bencana yang besar, yaitu banjir yang sangat dahsyat.

وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهٗ هُمُ الْبَاقِيْنَ

Wa ja‘alnā żurriyyatahū humul-bāqīn(a).

Kami menjadikan keturunannya orang-orang yang bertahan (di bumi).

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan Kami muliakan Nabi Nuh dengan men-jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan setelah peristiwa banjir itu surut.

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ

Wa taraknā ‘alaihi fil-ākhirīn(a).

Kami mengabadikan untuknya (pujian) pada orang-orang yang datang kemudian,

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan Kami abadikan untuk Nabi Nuh pujian yang bagus dan buah tutur yang indah di kalangan orang-orang yang datang kemudian.

سَلٰمٌ عَلٰى نُوْحٍ فِى الْعٰلَمِيْنَ

Salāmun ‘alā nūḥin fil-‘ālamīn(a).

“Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di semesta alam.”

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Kesejahteraan Kami limpahkan atas Nuh di seluruh alam.

اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ

Innā każālika najzil-muḥsinīn(a).

Sesungguhnya, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Sungguh, demikianlah imbalan itu Kami berikan kepada Nabi Nuh, dan Kami pun akan memberi balasan dan imbalan kepada orang-orang yang berbuat baik.

اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ

Innahū min ‘ibādinal-mu'minīn(a).

Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin.

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Nabi Nuh adalah orang yang berbuat baik karena sungguh, dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman, jujur, dan ikhlas.

ثُمَّ اَغْرَقْنَا الْاٰخَرِيْنَ

Ṡumma agraqnal-ākharīn(a).

Kemudian, Kami menenggelamkan yang lain.

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Kemudian Kami tenggelamkan yang lain akibat kekafiran mereka.

۞ وَاِنَّ مِنْ شِيْعَتِهٖ لَاِبْرٰهِيْمَ ۘ

Wa inna min syī‘atihī la'ibrāhīm(a).

Sesungguhnya Ibrahim termasuk golongannya (Nuh).646)

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Di antara para rasul yang Kami utus kepada umat terdahulu adalah Nabi Ibrahim. Dan sungguh, Nabi Ibrahim adalah termasuk golongannya, yaitu penerus ajaran dan agama Nabi Nuh.

اِذْ جَاۤءَ رَبَّهٗ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۙ

Iż jā'a rabbahū biqalbin salīm(in).

(Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci,647)

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Nabi Ibrahim adalah kekasih Allah. Ingatlah ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci bersih dari keyakinan batil dan akhlak tercela sehingga dalam hatinya hanya ada ketaatan dan kecintaan kepada Allah.

اِذْ قَالَ لِاَبِيْهِ وَقَوْمِهٖ مَاذَا تَعْبُدُوْنَ ۚ

Iż qāla li'abīhi wa qaumihī māżā ta‘budūn(a).

ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Apa yang kamu sembah itu?

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Ingatlah ketika dia dengan maksud mengingatkan berkata kepada ayah dan kaumnya, “Apakah yang kamu sembah itu?

اَىِٕفْكًا اٰلِهَةً دُوْنَ اللّٰهِ تُرِيْدُوْنَۗ

A'ifkan ālihatan dūnallāhi turīdūn(a).

Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah?

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah itu sehingga kamu menganggap benar apa yang kamu lakukan?

فَمَا ظَنُّكُمْ بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ

Famā ẓannukum birabbil-‘ālamīn(a).

Maka, bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan semesta alam?”

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Hanya Allah yang patut disembah. Maka, bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan seluruh alam jika kalian mengingkari-Nya, bahkan menyembah selain Dia?”

فَنَظَرَ نَظْرَةً فِى النُّجُوْمِۙ

Fa naẓara naẓratan fin-nujūm(i).

Lalu, dia (Ibrahim) memandang sekilas ke arah bintang-bintang,

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Demikianlah Nabi Ibrahim mengingatkan ayah dan kaumnya agar meninggalkan kemusyrikan, lalu dia memandang sekilas ke bintang-bintang untuk berpikir,

فَقَالَ اِنِّيْ سَقِيْمٌ

Fa qāla innī saqīm(un).

kemudian dia berkata, “Sesungguhnya aku sakit.”

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

kemudian dia menemukan alasan untuk tidak pergi bersama kaumnya dalam acara perayaan, lalu dia berkata, “Sesungguhnya aku sakit.”

فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِيْنَ

Fa tawallau ‘anhu mudbirīn(a).

Mereka lalu berpaling darinya seraya meninggalkannya.

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mendengar jawaban Nabi Ibrahim, lalu mereka berpaling dari dia dan pergi meninggalkannya menuju tempat perayaan sesat itu berlangsung.

فَرَاغَ اِلٰٓى اٰلِهَتِهِمْ فَقَالَ اَلَا تَأْكُلُوْنَۚ

Farāga ilā ālihatihim faqāla alā ta'kulūn(a).

Kemudian, dia langsung menuju ke berhala-berhala mereka (secara diam-diam), lalu berkata, “Mengapa kamu tidak makan?648)

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Tidak lama kemudian dia, yakni Nabi Ibrahim, pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu dia berkata kepadanya dengan nada mengejek “Mengapa kamu tidak makan sajian yang mereka sediakan untukmu?

مَا لَكُمْ لَا تَنْطِقُوْنَ

Mā lakum lā tanṭiqūn(a).

Mengapa kamu tidak menjawab?”

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mengapa kamu tidak menjawab sepatah kata pun?”

فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا ۢبِالْيَمِيْنِ

Farāga ‘alaihim ḍarbam bil-yamīn(i).

Dia lalu menghadap ke (berhala-berhala) itu sambil memukul dengan tangan kanan(-nya).

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Lalu dihadapinya berhala-berhala itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya hingga hancur.

فَاَقْبَلُوْٓا اِلَيْهِ يَزِفُّوْنَ

Fa aqbalū ilaihi yaziffūn(a).

Kemudian, mereka (kaumnya) datang bergegas kepadanya.

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Hancurnya berhala-berhala itu diketahui oleh kaum Nabi Ibrahim, kemudian mereka datang bergegas kepadanya dengan penuh amarah.

قَالَ اَتَعْبُدُوْنَ مَا تَنْحِتُوْنَۙ

Qāla ata‘budūna mā tanḥitūn(a).

Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Nabi Ibrahim tidak gentar menghadapi amarah kaumnya. Dia dengan percaya diri berkata, “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu? Bagaimana mungkin kalian menyembah buah karya kalian sendiri?

وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ

Wallāhu khalaqakum wa mā ta‘malūn(a).

Padahal Allahlah yang menciptakanmu dan apa yang kamu perbuat itu.”

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mengapa kamu tidak menyembah Allah, padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu?”

قَالُوا ابْنُوْا لَهٗ بُنْيَانًا فَاَلْقُوْهُ فِى الْجَحِيْمِ

Qālubnū lahū bun-yānan fa'alqūhu fil-jaḥīm(i).

Mereka berkata, “Buatlah bangunan (perapian) untuk (membakar)-nya, lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu.”

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Kaum yang kafir itu kalah dalam beradu argumen dengan Nabi Ibrahim, kemudian mereka berkata, “Buatlah bangunan perapian untuk kita membakar-nya; lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu.”

فَاَرَادُوْا بِهٖ كَيْدًا فَجَعَلْنٰهُمُ الْاَسْفَلِيْنَ

Fa arādū bihī kaidan faja‘alnāhumul-asfalīn(a).

Mereka bermaksud memperdayainya, (namun Allah menyelamatkannya,) lalu Kami menjadikan mereka orang-orang yang hina.

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka mereka bermaksud memperdayainya dengan cara membakar-nya, namun Allah menyelamatkan dia dari kobaran api, lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang hina dan kalah.

وَقَالَ اِنِّيْ ذَاهِبٌ اِلٰى رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ

Wa qāla innī żāhibun ilā rabbī sayahdīn(i).

Dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku akan pergi (menghadap) kepada Tuhanku.649) Dia akan memberiku petunjuk.”

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Nabi Ibrahim selamat dari upaya pembunuhan oleh kaumnya, dan dia berkata, “Sesungguhnya aku harus pergi berhijrah menuju tempat yang memungkinkan aku mendekatkan diri kepada Tuhanku dan mengajak umatku menuju tauhid. Dia pasti akan memberi petunjuk kepadaku dan orang-orang yang mengikuti jalan kebenaran. Ayat ini menganjurkan berhijrah dari suatu tempat ketika dakwah dan pengamalan agama mendapat tekanan dan penindasan.

رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ

Rabbi hab lī minaṣ-ṣāliḥīn(a).

(Ibrahim berdoa,) “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (keturunan) yang termasuk orang-orang saleh.”

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Setelah menjelaskan dialog Nabi Ibrahim dengan kaumnya yang ingkar, pada ayat berikut Allah beralih mengisahkan dialog Nabi Ibrahim dengan putranya, Ismail, tentang perintah Allah. Dia berdoa kepada Allah, “Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku seorang anak yang termasuk golongan orang yang saleh dan taat menjalankan perintah-Mu dan membela agama-Mu.”

فَبَشَّرْنٰهُ بِغُلٰمٍ حَلِيْمٍ

Fa basysyarnāhu bigulāmin ḥalīm(in).

Maka, Kami memberi kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak (Ismail) yang sangat santun.

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Kami kabulkan doa Nabi Ibrahim tersebut, maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan kelahiran seorang anak yang sangat sabar, cerdas, dan santun. Dialah Ismail.

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ

Falammā balaga ma‘ahus-sa‘ya qāla yā bunayya innī arā fil-manāmi annī ażbaḥuka fanẓur māżā tarā, qāla yā abatif‘al mā tu'mar(u), satajidunī in syā'allāhu minaṣ-ṣābirīn(a).

Ketika anak itu sampai pada (umur) ia sanggup bekerja bersamanya, ia (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku, sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Pikirkanlah apa pendapatmu?” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu! Insyaallah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang sabar.”

Juz 23 · Hal. 449

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka ketika anak itu sampai pada usia sanggup berusaha bersamanya, Nabi Ibrahim berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku dalam mimpiku itu diperintah oleh Allah untuk menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dengan penuh kepasrahan kepada Allah dan ketaatan pada ayahnya, dia menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan oleh Allah kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar dalam melaksanakan perintah-Nya.”

فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ

Falammā aslamā wa tallahū lil-jabīn(i).

Ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) meletakkan pelipis anaknya di atas gundukan (untuk melaksanakan perintah Allah),

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka ketika keduanya telah berserah diri, patuh, dan bertawakal kepada Allah, dia pun membaringkan anaknya atas pelipis-nya ke tanah agar tidak melihat wajah anaknya saat dia menyembelihnya.

وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰٓاِبْرٰهِيْمُ ۙ

Wa nādaināhu ay yā ibrāhīm(u).

Kami memanggil dia, “Wahai Ibrahim,

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Nabi Ibrahim berbuat demikian supaya keteguhan hatinya dalam melaksanakan perintah Allah tidak terganggu. Ketika pisaunya dia ayunkan, lalu Kami panggil dia dari arah bukit, “Wahai Ibrahim!

قَدْ صَدَّقْتَ الرُّءْيَا ۚاِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ

Qad ṣaddaqtar-ru'yā, innā każālika najzil-muḥsinīn(a).

sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu sebagai perintah Allah yang wajib engkau laksanakan.” Sungguh, demikianlah tugas yang membutuhkan kesabaran dan pengorbanan tinggi. Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dan ikhlas dalam beramal.

اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰۤؤُا الْمُبِيْنُ

Inna hāżā lahuwal-balā'ul-mubīn(u).

Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Sesungguhnya perintah ini benar-benar suatu ujian yang nyata dari Allah untuk menguji keimanan dan ketaatan hamba terhadap perintah-Nya.

وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ

Wa fadaināhu biżibḥin ‘aẓīm(in).

Kami menebusnya dengan seekor (hewan) sembelihan yang besar.650)

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan ketika Nabi Ibrahim dan anaknya membuktikan keteguhan dan ketulusan mereka dalam menerima ujian Allah, Kami tebus anak itu dengan seekor domba sembelihan yang besar.

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ

Wa taraknā ‘alaihi fil-ākhirīn(a).

Kami mengabadikan untuknya (pujian) pada orang-orang yang datang kemudian,

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan karena kepatuhannya pula Kami abadikan untuk Nabi Ibrahim buah tutur yang indah dan pujian yang baik di kalangan orang-orang yang datang kemudian hingga akhir zaman (Lihat Surah asy-Syu ‘ara’/26: 84).

سَلٰمٌ عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ

Salāmun ‘alā ibrāhīm(a).

“Salam sejahtera atas Ibrahim.”

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Kepadanya Kami sampaikan pula ucapan “Selamat sejahtera bagi Nabi Ibrahim” sebagai penghargaan kepadanya.

كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ

Każālika najzil-muḥsinīn(a).

Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Demikianlah imbalan itu Kami berikan kepadanya, dan Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik dengan imbalan pahala di sisi Kami.

اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ

Innahū min ‘ibādinal-mu'minīn(a).

Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin.

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman, jujur, patuh, dan ikhlas dalam melaksanakan perintah Kami.

وَبَشَّرْنٰهُ بِاِسْحٰقَ نَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ

Wa basysyarnāhu bi'isḥāqa nabiyyam minaṣ-ṣāliḥīn(a).

Kami telah memberinya kabar gembira tentang (akan dilahirkannya) Ishaq, seorang nabi yang termasuk orang-orang saleh.

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan di samping buah tutur dan pujian yang indah bagi Nabi Ibrahim sepanjang masa, Kami beri pula dia kabar gembira melalui malaikat dengan kelahiran putra keduanya, yaitu Nabi Ishak. Kelak dia juga menjadi seorang nabi yang termasuk golongan orang-orang yang saleh dan berilmu (Lihat Surah Hud/11: 69-73 dan az-Zariyat/51: 24-30).

وَبٰرَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلٰٓى اِسْحٰقَۗ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَّظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ مُبِيْنٌ ࣖ

Wa bāraknā ‘alaihi wa ‘alā isḥāq(a), wa min żurriyyatihimā muḥsinuw wa ẓālimul linafsihī mubīn(un).

Kami melimpahkan keberkahan kepadanya dan Ishaq. Sebagian keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan demikianlah Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Nabi Ishak dengan nikmat kenabian. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik, menaati perintah Allah, dan menyeru ke jalan yang benar sehingga diangkat oleh Allah menjadi nabi dan rasul, dan ada pula dari keturunannya yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri dengan mengingkari nikmat Allah dan berbuat kerusakan sehingga Allah menurunkan kepada mereka azab yang sangat pedih.

وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلٰى مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ ۚ

Wa laqad manannā ‘alā mūsā wa hārūn(a).

Sungguh, Kami benar-benar telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun.

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan kenikmatan serta keberkahan sungguh merupakan janji Allah bagi orang-orang yang berbuat kebajikan. Sebagaimana karunia itu Kami berikan kepada Nabi Ibrahim dan putra-putranya, Kami telah melimpahkan pula nikmat yang besar kepada Nabi Musa dan Nabi Harun. Kami jadikan keduanya rasul dan Kami dukung mereka untuk membebaskan Bani Israil dari perbudakan Fir'aun dan mengembalikan me-reka ke negeri asalnya.

وَنَجَّيْنٰهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِۚ

Wa najjaināhumā wa qaumahumā minal-karbil-‘aẓīm(i).

Kami telah menyelamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar.

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Selain itu, Kami beri mereka enam kenikmatan lain. Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari Fir'aun yang menindas, memperbudak, dan membunuh bayi laki-laki mereka agar keturunan mereka punah.

وَنَصَرْنٰهُمْ فَكَانُوْا هُمُ الْغٰلِبِيْنَۚ

Wa naṣarnāhum fakānū humul-gālibīn(a).

Kami telah menolong mereka, sehingga mereka menjadi orang-orang yang menang.

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan Kami tolong mereka dari kejaran Fir'aun dan tentaranya sehingga jadilah mereka orang-orang yang menang, selamat, dan kembali ke negeri asal mereka dengan merdeka.

وَاٰتَيْنٰهُمَا الْكِتٰبَ الْمُسْتَبِيْنَ ۚ

Wa ātaināhumal-kitābal-mustabīn(a).

Kami telah menganugerahkan kepada keduanya Kitab yang sangat jelas (Taurat)

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan kami berikan kepada keduanya Kitab Taurat yang berisi ketentuan dan petunjuk yang sangat jelas, baik untuk kebahagiaan dunia maupun akhirat (Lihat Surah al-Anbiya’/ 21: 48).

وَهَدَيْنٰهُمَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۚ

Wa hadaināhumaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm(a).

Kami telah membimbing keduanya ke jalan yang lurus.

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Keduanya mewariskan kitab itu kepada Bani Israil untuk menjadi pegangan hidup (Lihat Surah Ghafir/ 40: 53-54). Dan Kami tunjukkan keduanya jalan yang lurus menuju kebahagiaan hakiki.

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ

Wa taraknā ‘alaihimā fil-ākhirīn(a).

Kami telah mengabadikan untuk keduanya (pujian) pada orang-orang yang datang kemudian,

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan Kami abadikan untuk keduanya pujian dan kemuliaan yang mengharumkan nama keduanya dikalangan orang-orang yang datang kemudian.

سَلٰمٌ عَلٰى مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ

Salāmun ‘alā mūsā wa hārūn(a).

“Salam sejahtera atas Musa dan Harun.”

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Pujian yang indah itu diiringi ucapan, “Selamat sejahtera bagi Musa dan Harun,” sehingga nama keduanya dikenang sepanjang masa.

اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ

Innā każālika najzil-muḥsinīn(a).

Sesungguhnya, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, rela berkorban, dan sabar dalam memperjuangkan ajaran tauhid.

اِنَّهُمَا مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ

Innahumā min ‘ibādinal-mu'minīn(a).

Sesungguhnya keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin.

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Karena keteguhan dan kesabaran mereka, sungguh keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman dengan tulus.

وَاِنَّ اِلْيَاسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ

Wa inna ilyāsa laminal-mursalīn(a).

Sesungguhnya Ilyas benar-benar termasuk para rasul.

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan sebagaimana Musa dan Harun, sungguh Nabi Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul dari kalangan Bani Israil yang diutus oleh Allah untuk menyampaikan risalah kepada penduduk Baalbek (sekarang wilayah Lebanon).

اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖٓ اَلَا تَتَّقُوْنَ

Iż qāla liqaumihī alā tattaqūn(a).

(Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu tidak bertakwa?

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Ingatlah ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu tidak bertakwa, mengesakan, dan menaati perintah Allah? Dialah Tuhan yang telah menciptakan kamu.

اَتَدْعُوْنَ بَعْلًا وَّتَذَرُوْنَ اَحْسَنَ الْخٰلِقِيْنَۙ

Atad‘ūna ba‘law wa tażarūna aḥsanal-khāliqīn(a).

Apakah kamu terus menyeru Ba‘l651) dan meninggalkan sebaik-baik pencipta,

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Patutkah kamu menyembah Ba’l, seonggok benda mati yang tidak bisa memberi manfaat dan menolak malapetaka, dan kamu tinggalkan sebaik-baik Pencipta yang ciptaannya tidak bisa ditandingi oleh siapa pun?

اللّٰهَ رَبَّكُمْ وَرَبَّ اٰبَاۤىِٕكُمُ الْاَوَّلِيْنَ

Allāha rabbakum wa rabba ābā'ikumul-awwalīn(a).

Allah, Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu?”

Juz 23 · Hal. 450

Tampilkan tafsir di halaman ini

Pencipta itu adalah Allah, Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu, yaitu Nabi Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, Yusuf, Musa, Harun, dan lainnya.”

فَكَذَّبُوْهُ فَاِنَّهُمْ لَمُحْضَرُوْنَۙ

Fakażżabūhu fa'innahum lamuḥḍarūn(a).

Mereka kemudian mendustakannya (Ilyas). Sesungguhnya mereka akan diseret (ke neraka),

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

Nabi Ilyas telah memberi penjelasan kepada kaumnya, tetapi mereka tetap mendustakannya dan memilih kemusyrikan. Maka, sebagai akibatnya, sungguh mereka akan diseret ke neraka,

اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ

Illā ‘ibādallāhil-mukhlaṣīn(a).

kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih (karena keikhlasannya).

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan dari dosa karena telah meninggalkan perbuatan syirik, menghiasi diri dengan amal saleh, dan ikhlas melaksanakan perintah-Nya.

وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۙ

Wa taraknā ‘alaihi fil-ākhirīn(a).

Kami mengabadikan untuknya (pujian) pada orang-orang yang datang kemudian,

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan karena kesabaran serta ketabahannya dalam menyampaikan agama tauhid, Kami abadikan untuk Nabi Ilyas suatu pujian yang mulia di kalangan orang-orang yang datang kemudian.

سَلٰمٌ عَلٰٓى اِلْ يَاسِيْنَ

Salāmun ‘alā ilyāsīn(a).

“Salam sejahtera atas Ilyas dan kaumnya.”

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

dan Kami ucapkan pula kepadanya,”Selamat sejahtera bagi Ilyas,” yakni namanya selalu disebut di kalangan semua makhluk.

اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ

Innā każālika najzil-muḥsinīn(a).

Sesungguhnya, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, taat dan sabar dalam memperjuangkan penegakan agama tauhid.

اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ

Innahū min ‘ibādinal-mu'minīn(a).

Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang mukmin.

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

Sungguh, dia benar-benar termasuk hamba-hamba Kami yang beriman, yang jujur dalam keimanannya, dan ikhlas dalam melaksanakan perintah Allah.

وَاِنَّ لُوْطًا لَّمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ

Wa inna lūṭal laminal-mursalīn(a).

Sesungguhnya Lut benar-benar termasuk para rasul.

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

Bila nabi-nabi yang disebutkan sebelumnya berasal dari garis keturunan Nabi Ibrahim, nabi berikut ini merupakan anak paman Nabi Ibrahim yang berjuang bersamanya dalam menyampaikan risalah Allah. Dialah Nabi Lut. Dan sungguh, Nabi Lut benar-benar termasuk salah seorang yang Allah pilih menjadi rasul untuk berdakwah kepada penduduk Sodom.

اِذْ نَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗٓ اَجْمَعِيْنَۙ

Iż najjaināhu wa ahlahū ajma‘īn(a).

(Ingatlah) ketika Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya semua,

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

Ingatlah ketika Kami telah menyelamatkan dia, keluarganya yang beriman, dan pengikutnya semua dari azab Allah,

اِلَّا عَجُوْزًا فِى الْغٰبِرِيْنَ

Illā ‘ajūzan fil-gābirīn(a).

kecuali seorang perempuan tua (istrinya) yang termasuk golongan (orang-orang kafir) yang tertinggal.

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

kecuali seorang perempuan tua, yaitu istrinya. Kami sisakan perempuan tua yang kafir itu bersama-sama orang yang tinggal di kota tersebut.

ثُمَّ دَمَّرْنَا الْاٰخَرِيْنَ

Ṡumma dammarnal-ākharīn(a).

Kemudian, Kami binasakan yang lain.652)

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

Kemudian, Kami binasakan orang-orang yang lain yang tetap tinggal di kota itu akibat penolakan mereka terhadap ajakan Nabi Lut untuk menempuh jalan yang benar.

وَاِنَّكُمْ لَتَمُرُّوْنَ عَلَيْهِمْ مُّصْبِحِيْنَۙ

Wa innakum latamurrūna ‘alaihim muṣbiḥīn(a).

Sesungguhnya kamu (penduduk Makkah) benar-benar akan melintasi (bekas-bekas kehancuran) mereka pada waktu pagi

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan sesungguhnya kamu, wahai penduduk Mekah, benar-benar akan melalui sisa-sisa reruntuhan rumah-rumah mereka dalam perjalanan dagangmu ke Syam pada waktu pagi

وَبِالَّيْلِۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ ࣖ

Wa bil-lail(i), afalā ta‘qilūn(a).

dan waktu malam. Mengapa kamu tidak mengerti?

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

dan pada waktu malam. Maka, mengapa kamu tidak mengerti dan memikirkan azab yang telah mereka terima akibat kekafiran mereka? Allah memberimu kesempatan menyaksikan peninggalan kaum yang durhaka itu agar kamu beriman dan takut akan azab-Nya.

وَاِنَّ يُوْنُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ

Wa inna yūnusa laminal-mursalīn(a).

Sesungguhnya Yunus benar-benar termasuk para rasul.

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

Usai menceritakan perjuangan dakwah Nabi Lut yang bukan berasal dari Bani Israil, Allah kembali menuturkan dakwah nabi dari Bani Israil, Nabi Yunus. Dan sungguh, Yunus benar-benar termasuk salah seorang rasul yang Allah utus untuk menyampaikan risalah kepada penduduk Ninawa (sekarang wilayah Irak) agar menyembah Allah dan meninggalkan berhala sesembahan mereka.

اِذْ اَبَقَ اِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ

Iż abaqa ilal-fulkil-masyḥūn(i).

(Ingatlah) ketika dia berlari ke kapal yang penuh muatan,

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

Ingatlah ketika dia lari dan pergi meninggalkan kaumnya padahal Allah tidak memperkenankan kepergiannya, lalu dia naik ke kapal yang penuh dengan muatan hingga hampir tenggelam.

فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِيْنَۚ

Fa sāhama fakāna minal-mudḥaḍīn(a).

kemudian dia ikut diundi,653) maka dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian).

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

Melihat kondisi ini kemudian para penumpang melakukan pengundian, di mana dia ikut diundi untuk menentukan penumpang yang kalah dan harus diceburkan ke laut.

فَالْتَقَمَهُ الْحُوْتُ وَهُوَ مُلِيْمٌ

Faltaqamahul-ḥūtu wa huwa mulīm(un).

Dia kemudian ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.654)

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

Ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah dalam undian itu. Maka dia pun diceburkan hingga dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela karena meninggalkan kaumnya tanpa izin Allah.

فَلَوْلَآ اَنَّهٗ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِيْنَ ۙ

Falau lā annahū kāna minal-musabbiḥīn(a).

Seandainya dia bukan golongan orang yang banyak bertasbih kepada Allah,

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

Menanggapi tindakan Nabi Yunus itu maka Allah menegaskan bahwa sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berzikir dan bertasbih terus-menurus kepada Allah,

لَلَبِثَ فِيْ بَطْنِهٖٓ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَۚ

Lalabiṡa fī baṭnihī ilā yaumi yub‘aṡūn(a).

niscaya dia akan tetap tinggal di perutnya (ikan) sampai hari Kebangkitan.

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

niscaya dia akan tetap tinggal diperut ikan yang menelannya itu sampai hari kebangkitan.

۞ فَنَبَذْنٰهُ بِالْعَرَاۤءِ وَهُوَ سَقِيْمٌ ۚ

Fa nabażnāhu bil-‘arā'i wa huwa saqīm(un).

Kami kemudian melemparkannya (dari mulut ikan) ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit.

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

Setelah Nabi Yunus beberapa lama berada di dalam perut ikan dalam kondisi gelap, sempit, dan sesak nafas, kemudian Kami keluarkan dan lemparkan dia ke daratan yang tandus tanpa pepohonan di sana, sedang dia dalam keadaan sakit dan tidak berdaya.

وَاَنْۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّنْ يَّقْطِيْنٍۚ

Wa ambatnā ‘alaihi syajaratam miy yaqṭīn(in).

Kami kemudian menumbuhkan tanaman sejenis labu untuknya.

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dengan kemurahan-Ku, untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu sebagai makanan yang segar, lezat, dan bergizi sehingga kekuatan dan kesehatannya berangsur pulih.

وَاَرْسَلْنٰهُ اِلٰى مِائَةِ اَلْفٍ اَوْ يَزِيْدُوْنَۚ

Wa arsalnāhu ilā mi'ati alfin au yazīdūn(a).

Kami mengutusnya kepada seratus ribu (orang) atau lebih,

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan setelah pulih, Kami utus dia kembali kepada kaumnya yang saat itu berjumlah seratus ribu orang atau lebih. Kedatangannya disambut gembira karena mereka menunggu seorang rasul yang membimbing mereka menuju keimanan.

فَاٰمَنُوْا فَمَتَّعْنٰهُمْ اِلٰى حِيْنٍ

Fa'āmanū famatta‘nāhum ilā ḥīn(in).

lalu mereka beriman. Maka, Kami menganugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu.

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mereka sadar bahwa Allah dengan kasih sayang-Nya telah menyelamatkan mereka dari azab yang tampak di depan mata, sehingga mereka benar-benar beriman kepada Allah dengan tulus. Karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu, yaitu akhir hayat mereka. Anugerah semacam ini hanya Allah karuniakan kepada umat Nabi Yunus (Lihat Surah Yunus/10: 98).

فَاسْتَفْتِهِمْ اَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُوْنَۚ

Fastaftihim alirabbikal-banātu wa lahumul-banūn(a).

(Wahai Nabi Muhammad,) tanyalah mereka (orang-orang kafir Makkah), “Apakah untuk Tuhanmu anak-anak perempuan, sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki655)

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

Kisah para nabi ini menjadi pelajaran bagi generasi sesudahnya. Mereka, seperti halnya Nabi Muhammad, diutus untuk menyampaikan risalah tauhid kepada umatnya, mengajak mereka untuk mengesakan Allah dan menyucikan Allah dari hal-hal yang tidak patut. Maka tanyakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada mereka yang ingkar dari umatmu, apakah mereka menisbatkan anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka sendiri mereka memilih anak-anak laki-laki?

اَمْ خَلَقْنَا الْمَلٰۤىِٕكَةَ اِنَاثًا وَّهُمْ شٰهِدُوْنَ

Am khalaqnal-malā'ikata ināṡaw wa hum syāhidūn(a).

atau Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan, sedangkan mereka menyaksikan(-nya)?”

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

Atau tanyakanlah kepada mereka apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat sebagai hamba Allah berupa makhluk berjenis kelamin perempuan, sedangkan mereka menyaksikan hal itu? Sungguh, mereka akan diminta pertanggungjawaban di akhirat atas tuduhan mereka itu (Lihat Surah az-Zukhruf/43: 19).

اَلَآ اِنَّهُمْ مِّنْ اِفْكِهِمْ لَيَقُوْلُوْنَۙ

Alā innahum min ifkihim layaqūlūn(a).

Ingatlah, sesungguhnya mereka benar-benar mengatakan dengan kebohongan mereka,

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

Wahai Nabi Muhammad, ingatlah sesungguhnya di antara kebohongannya yang lain adalah bahwa mereka benar-benar mengatakan,

وَلَدَ اللّٰهُ ۙوَاِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَۙ

Waladallāh(u), wa innahum lakāżibūn(a).

“Allah mempunyai anak.” Sesungguhnya mereka benar-benar pendusta.

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

“Allah mempunyai anak.” Mahasuci Allah. Tiada sekutu bagi-Nya. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan. Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta karena tuduhan mereka tidak berdasar sama sekali.

اَصْطَفَى الْبَنَاتِ عَلَى الْبَنِيْنَۗ

Aṣṭafal-banāti ‘alal-banīn(a).

Apakah Dia (Allah) lebih memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki?

Juz 23 · Hal. 451

Tampilkan tafsir di halaman ini

Apakah untuk diri-Nya sendiri Dia lebih memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki? Mereka menuduh para malaikat sebagai anak-anak perempuan Allah.

مَا لَكُمْۗ كَيْفَ تَحْكُمُوْنَ

Mā lakum, kaifa taḥkumūn(a).

Apa yang telah terjadi pada kamu? Bagaimana kamu menetapkan(-nya)?

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Wahai Nabi Muhammad, katakanlah kepada mereka, “Mengapa kamu beranggapan buruk seperti ini kepada Allah? Bagaimana kamu bisa menetapkan bahwa Allah memilih anak perempuan, padahal kamu sendiri tidak menyukainya?

اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَۚ

Afalā tażakkarūn(a).

Maka, mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, mengapa kamu tidak memikirkan bagaimana jika Allah memiliki anak? Dia Mahakuasa dan Maha Esa dalam menciptakan dan mengaturnya alam semesta.

اَمْ لَكُمْ سُلْطٰنٌ مُّبِيْنٌۙ

Am lakum sulṭānum mubīn(un).

Ataukah kamu mempunyai bukti yang jelas?

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Ataukah kamu mempunyai bukti yang jelas atas kebenaran prasangka burukmu itu?

فَأْتُوْا بِكِتٰبِكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

Fa'tū bikitābikum in kuntum ṣādiqīn(a).

(Kalau begitu,) bawalah kitabmu jika kamu orang-orang yang benar.

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Jika demikian adanya maka bawalah kitabmu ke hadapan kami dan tunjukkanlah bukti yang membenarkan pernyataanmu jika kamu memang orang yang benar.

وَجَعَلُوْا بَيْنَهٗ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا ۗوَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ اِنَّهُمْ لَمُحْضَرُوْنَۙ

Wa ja‘alū bainahū wa bainal-jinnati nasabā(n), wa laqad ‘alimatil-jinnatu innahum lamuḥḍarūn(a).

Mereka menjadikan (hubungan) nasab antara Dia dan jin. Sungguh, jin benar-benar telah mengetahui bahwa mereka (kaum musyrik) pasti akan diseret (ke neraka),

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan mereka juga menganggap bahwa Allah mengadakan hubungan nasab antara Dia dan jin. Alangkah buruk anggapan tersebut, dan sungguh jin yang menyesatkan manusia telah mengetahui bahwa mereka pasti akan diseret ke neraka.

سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يَصِفُوْنَۙ

Subḥānallāhi ‘ammā yaṣifūn(a).

Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan,

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mahasuci dan Mahamulia Allah dari apa yang mereka sifatkan. Dia suci dari segala sifat-sifat yang menyamai makhluk-Nya. Mereka yang menyematkan sifat-sifat tersebut kepada Allah akan diseret ke neraka.

اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ

Illā ‘ibādallāhil-mukhlaṣīn(a).

kecuali hamba-hamba Allah yang terpilih (karena keikhlasannya).

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Demikianlah, kecuali hamba-hamba Allah yang dipilih; mereka disucikan dari dosa karena menyembah Allah dengan ikhlas dan tidak mempunyai pandangan salah tentang-Nya.

فَاِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُوْنَۙ

Fa'innakum wa mā ta‘budūn(a).

Maka, sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka ketahuilah wahai orang-orang musyrik, sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu, yaitu patung dan berhala, serta segala upayamu untuk menyesatkan orang lain,

مَآ اَنْتُمْ عَلَيْهِ بِفٰتِنِيْنَۙ

Mā antum ‘alaihi bifātinīn(a).

tidak akan dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah,

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

tidak akan dapat menyesatkan seseorang terhadap Allah,

اِلَّا مَنْ هُوَ صَالِ الْجَحِيْمِ

Illā man huwa ṣālil-jaḥīm(i).

kecuali orang yang akan masuk ke (neraka) Jahim.

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

kecuali menyesatkan orang-orang yang telah ditetapkan akan masuk ke neraka Jahim akibat langgeng dalam kekafirannya. Sementara itu, orang yang menempuh jalan kebenaran akan selamat dari tipu daya setan sehingga selamat dari siksa neraka.

وَمَا مِنَّآ اِلَّا لَهٗ مَقَامٌ مَّعْلُوْمٌۙ

Wa mā minnā illā lahū maqāmum ma‘lūm(un).

(Malaikat berkata,) “Tidak satu pun di antara kami, kecuali masing-masing mempunyai kedudukan tertentu.

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Malaikat bukanlah anak-anak perempuan Allah sebagaimana tuduhan orang musyrik. Mereka hanyalah hamba-hamba Allah yang patuh pada perintah-Nya. Malaikat berkata, “Dan tidak satu pun di antara kami melainkan masing-masing mempunyai kedudukan tertentu dalam melaksanakan tugas dan mengabdi kepada Allah,

وَّاِنَّا لَنَحْنُ الصَّۤافُّوْنَۖ

Wa innā lanaḥnuṣ-ṣāffūn(a).

Sesungguhnya kamilah yang selalu teratur dalam barisan (dalam melaksanakan perintah Allah).

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

dan sesungguhnya kami selalu teratur dalam barisan untuk melaksanakan perintah-Nya.

وَاِنَّا لَنَحْنُ الْمُسَبِّحُوْنَ

Wa innā lanaḥnul-musabbiḥūn(a).

Sesungguhnya kamilah yang benar-benar terus bertasbih (kepada Allah).”

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan sungguh, kami benar-benar terus bertasbih, menyucikan dan mengagungkan asma-Nya dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya.

وَاِنْ كَانُوْا لَيَقُوْلُوْنَۙ

Wa in kānū layaqūlūn(a).

Sesungguhnya mereka (orang kafir Makkah) benar-benar berkata,

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Orang-orang kafir selalu mencari pembenaran atas kekafiran mereka, tidak terkecuali mereka yang hidup sebelum Nabi Muhammad. Dan sesungguhnya mereka benar-benar pernah berkata,

لَوْ اَنَّ عِنْدَنَا ذِكْرًا مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ

Lau anna ‘indanā żikram minal-awwalīn(a).

“Seandainya di sisi kami ada sebuah kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang terdahulu,

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

“Sekiranya di sisi kami ada sebuah kitab dari Allah yang dibawa oleh seorang rasul sebagaimana Taurat dan Injil yang diturunkan kepada orang-orang dahulu,

لَكُنَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ

Lakunnā ‘ibādallāhil-mukhlaṣīn(a).

niscaya kami akan menjadi hamba-hamba Allah yang terpilih.

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

tentu kami akan menjadi hamba Allah yang disucikan dari dosa. Kami akan beriman kepada Allah, beribadah dengan ikhlas, dan tidak akan mengingkari syariat yang diturunkan kepada kami.”

فَكَفَرُوْا بِهٖۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ

Fa kafarū bih(ī), fasaufa ya‘lamūn(a).

Akan tetapi, ternyata mereka mengingkarinya (Al-Qur’an). Maka, kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu).

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Akan Tetapi, setelah Allah menurunkan Al-Qur’an kepada mereka sebagai pedoman untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat, ternyata mereka mengingkarinya (Lihat Surah Fatir/35: 42), maka kelak mereka akan mengetahui akibat keingkaran mereka itu.

وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِيْنَ ۖ

Wa laqad sabaqat kalimatunā li‘ibādinal-mursalīn(a).

Sungguh, janji Kami benar-benar telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul.

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Sekalipun para rasul menghadapi rintangan berat dalam dakwahnya, pada akhirnya kebenaran akan menang, sesuai janji Allah. Dan sungguh, janji Kami telah tetap sejak semula bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,

اِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنْصُوْرُوْنَۖ

Innahum lahumul-manṣūrūn(a).

Sesungguhnya merekalah yang pasti akan mendapat pertolongan

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

yaitu bahwa mereka itu pasti akan mendapat pertolongan dari Allah.

وَاِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغٰلِبُوْنَ

Wa inna jundanā lahumul-gālibūn(a).

dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang.

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan benarlah, sesungguhnya bala tentara Kami, para rasul dan pengikut mereka, itulah yang pasti menang karena telah membela agama Allah (Lihat pula: Surah Gafir/40: 51).

فَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتّٰى حِيْنٍۙ

Fatawalla ‘anhum ḥattā ḥīn(in).

Maka, berpalinglah engkau (Nabi Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu!

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Wahai Nabi Muhammad, demikianlah janji Allah. Maka berpalinglah engkau dari mereka yang musyrik itu sampai waktu tertentu, yaitu waktu datangnya azab bagi mereka di dunia atau datangnya dukungan Allah yang menguatkan dan memenangkanmu atas mereka.

وَّاَبْصِرْهُمْۗ فَسَوْفَ يُبْصِرُوْنَ

Wa abṣirhum, fa saufa yubṣirūn(a).

Lihatlah mereka! Maka, kelak mereka akan melihat (azab itu).

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan perlihatkanlah kepada mereka gambaran azab yang akan Allah timpakan kepada orang-orang yang ingkar, maka kelak mereka akan melihat dan merasakan azab itu.

اَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُوْنَ

Afabi‘ażābinā yasta‘jilūn(a).

Maka, apakah mereka meminta agar azab Kami disegerakan?

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Setelah engkau laksanakan perintah Allah tersebut, maka perhatikanlah apakah mereka merasa takut atau bergeming seraya meminta kepadamu, dengan nada mengejek, agar azab Kami disegerakan menimpa mereka.

فَاِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَسَاۤءَ صَبَاحُ الْمُنْذَرِيْنَ

Fa iżā nazala bisāḥatihim fa sā'a ṣabāḥul-munżarīn(a).

Apabila turun (siksaan itu) di halaman mereka, sangat buruklah pagi hari bagi orang-orang yang diperingatkan itu.

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka sungguh, apabila azab itu benar-benar turun di halaman atau pekarangan rumah mereka, maka sangat buruklah pagi hari tersebut bagi orang-orang yang diperingatkan itu. Mereka menyaksikan azab itu tetapi tidak mampu menyelamatkan diri dan harta mereka. Itulah hari kekalahan mereka.

وَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتّٰى حِيْنٍۙ

Wa tawalla ‘anhum ḥattā ḥīn(in).

Berpalinglah engkau (Nabi Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu.

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan jika mereka tetap angkuh dan sombong setelah engkau peringatkan, berpalinglah engkau dari mereka sampai waktu tertentu ketika mereka menerima azab Allah.

وَّاَبْصِرْۗ فَسَوْفَ يُبْصِرُوْنَ

Wa abṣir, fasaufa yubṣirūn(a).

Lihatlah (mereka)! Maka, kelak mereka akan melihat (azab itu).

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan perlihatkanlah kembali gambaran azab itu kepada mereka, maka kelak mereka benar-benar akan melihat azab itu datang akibat kekafiran mereka.

سُبْحٰنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَۚ

Subḥāna rabbika rabbil-‘izzati ‘ammā yaṣifūn(a).

Mahasuci Tuhanmu, Tuhan pemilik kemuliaan dari apa yang mereka sifatkan.

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mahasuci Tuhanmu, Pemilik kemuliaan yang hakiki, Tuhan Yang Mahaperkasa lagi suci dari sifat tidak baik yang mereka katakan dan nisbatkan kepada-Nya.

وَسَلٰمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَۚ

Wa salāmun ‘alal-mursalīn(a).

Selamat sejahtera bagi para rasul.

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan Allah menyampaikan ucapan selamat sejahtera bagi para rasul pembawa risalah.

وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ࣖ

Wal-ḥamdu lillāhi rabbil-‘ālamīn(a).

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

Juz 23 · Hal. 452

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan ungkapan yang pantas ditujukan kepada Allah adalah pengakuan bahwa segala puji hanya layak bagi Allah Tuhan seluruh alam. Dia Mahakuasa, Maha Esa, dan Mahaperkasa. Dia menolong hamba-Nya yang berhak dan menyiksa siapa saja yang menentang risalah-Nya.[]