
يٰٓاَيُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَآ اَحَلَّ اللّٰهُ لَكَۚ تَبْتَغِيْ مَرْضَاتَ اَزْوَاجِكَۗ وَاللّٰهُ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ﴿١﴾
Terjemahan
Wahai Nabi (Muhammad), mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu? Engkau bermaksud menyenangkan hati istri-istrimu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.721)
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Asbabun Nuzul Surat At-Tahrim Ayat 1 - Minum Madu Halal
Ayat di atas turun berkenaan dengan Nabi yang menyatakan tidak akan lagi meminum madu, hanya karena ingin menyenangkan hati istri-istrinya. Dari ucapan itu terkesan bahwa Nabi ingin mengharamkan dirinya mengonsumsi bahan pangan yang dihalalkan Alla
عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَمْكُثُ عِنْدَ زَيْنَبَ ابْنَةِ جَحْشٍ، وَيَشْرَبُ عِنْدَهَا عَسَلاً، فَتَوَاصَيْتُ أَنَا وَحَفْصَةُ أَنَّ أَيَّتَنَا دَخَلَ عَلَيْهَا النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَلْتَقُلْ إِنِّي أَجِدُ مِنْكَ رِيحَ مَغَافِيرَ، أَكَلْتَ مَغَافِيرَ فَدَخَلَ عَلَى إِحْدَاهُمَا فَقَالَتْ لَهُ ذَلِكَ، فَقَالَ: " لاَ بَلْ شَرِبْتُ عَسَلاً عِنْدَ زَيْنَبَ ابْنَةِ جَحْشٍ وَلَنْ أَعُودَ لَهُ ". فَنَزَلَتْ (يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ لِمَ تُحَرِّمُ مَا أَحَلَّ اللَّهُ لَكَ) إِلَى (إِنْ تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ) لِعَائِشَةَ وَحَفْصَةَ (وَإِذْ أَسَرَّ النَّبِيُّ إِلَى بَعْضِ أَزْوَاجِهِ) لِقَوْلِهِ " بَلْ شَرِبْتُ عَسَلاً ". (1)
Ahu ‘alaihi wasallam bermalam dan minum madu di rumah Zainab binti Jahsy, aku dan Hafsah sepakat bahwa siapa saja di antara kami berdua yang nantinya diinapi oleh Nabi harus berkata kepada beliau, ‘Aku mencium bau magafir—getah pohon tertentu yang rasanya mirip madu namun baunya sangat menyengat— darimu; apakah engkau habis memakannya?’” Benar saja, ketika Nabi menginap di rumah salah satu dari mereka berdua, ia pun mengatakan hal itu. Beliau menjawab, ‘Tidak. Aku baru saja minum madu di rumah Zainab binti Jahsy. Kalau begitu, aku selamanya tidak akan mengulangi (meminumnya) lagi.’ Berkaitan dengan hal ini turunlah ayat, ya ayyuhan-nabiyyu lima tuharrimu ma ahallallahu laka …hingga firman-Nya, in tatuba ilallah—yakni 'A ba‘di azwajihi hadis\a—yakni ucapan beliau, “Tidak. Aku baru saja minum madu.”
(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy dan Muslim. Lihat: al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab at-Talaq, Bab lima Tuharrim ma Ahallalllah, hlm. 1341–1342, hadis nomor 5267 dan Kitab al-Aiman wa an-Nuz\ur, Bab iz\a Harram Ta‘aman, hlm. 1657, hadis nomor 6691; Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab at-Talaq, Bab Wujub al-Kaffarah ‘ala man Harram Imra’atah wa lam Yanwi at-Talaq, juz 2, hlm. 1100–1101, hadis nomor 1474. Muhammad Fu’ad ‘Abdul-Baqi dalam tahqiq-nya atas Sahih} Muslim mengatakan bahwa ada kejadian lain yang dianggap melatarbelakangi turunnya ayat ini. Suatu hari, Hafsah memergoki Nabi berduaan dengan Mariyah al-Qibtiyyah di rumah Hafsah, padahal hari itu adalah hak Hafsah untuk diinapi Nabi. Karena itu Nabi berjanji tidak akan lagi berhubungan dengan mengharamkan Mariyah. Nabi berpesan kepada Hafsah untuk tidak menceritakan kejadian itu kepada siapa pun, tetapi ternyata ia tidak tahan untuk tidak bercerita kepada 'A
Asbabun Nuzul Surat At-Tahrim Ayat 1 - Imam as Suyuthi : Teguran Allah Kepada Nabi Agar Tidak Mengharamkan Apa Yang Dihalalkan Atau Sebaliknya
Tafsir Lengkap
Dibaca 21 kali
