Surah 9Ayat 61 / 129

At Taubah

PengampunanMadaniyahJuz 10Halaman 196
Balasan bagi mereka yang menyakiti Rasul

وَمِنْهُمُ الَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ النَّبِيَّ وَيَقُوْلُوْنَ هُوَ اُذُنٌۗ قُلْ اُذُنُ خَيْرٍ لَّكُمْ يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَرَحْمَةٌ لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا مِنْكُمْۗ وَالَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ رَسُوْلَ اللّٰهِ لَهُمْ عَذَابٌ اَلِيْمٌ ﴿٦١﴾

Wa minhumul-lażīna yu'żūnan nabiyya wa yaqūlūna huwa użun(un), qul użunu khairil lakum yu'minu billāhi wa yu'minu lil-mu'minīna wa raḥmatul lil-lażīna āmanū minkum, wal-lażīna yu'żūna rasūlallāhi lahum ‘ażābun alīm(un).

Terjemahan

Di antara mereka (kaum munafik) ada orang-orang yang menyakiti Nabi (Muhammad) dan mengatakan, “Dia adalah telinga (yang menampung dan mempercayai semua apa yang didengarnya tanpa seleksi).” Katakanlah, “(Nabi Muhammad adalah) telinga yang baik bagi kamu, dia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu.” Orang-orang yang menyakiti Rasulullah bagi mereka azab yang sangat pedih.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat At-Taubah Ayat 61 - Sifat Orang Munafik

Ayat ini turun berkenaan dengan seorang munafik bernama Nabtal bin al Haris yang rajin menghadiri majelis Nabi. Kepada orang-orang munafik lainnya ia menyebarluaskan apa yang disampaikan Nabi supaya mereka dapat menjelek-jelekkan beliau.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: كَانَ نَبْتَلُ بْنُ الْحَارِثِ يَأْتِيْ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم فَيَجْلِسُ إِلَيْهِ فَيَسْمَعُ مِنْهُ، ثُمَّ يَنْقُلُ حَدِيْثَهُ إِلَى الْمُنَافِقِيْنَ، وَهُوَ الَّذِيْ قَالَ لَهُمْ: إِنَّمَا مُحَمَّدٌ أُذُنٌ، مَنْ حَدَّثَهُ بِشَيْءٍ صَدَّقَهُ. فَأَنْزَلَ اللهُ فِيْهِ (وَمِنْهُمُ الَّذِيْنَ يُؤْذُوْنَ النَّبِيَّ وَيَقُوْلُوْنَ هُوَ أُذُنٌ). (1)

Ibnu ‘Abbas berkata, “Suatu hari Nabtal bin al-Haris menghadap Rasulullah. Ia duduk dan mendengarkan pesan-pesan yang beliau sampaikan. Setelah pulang, ia lalu menyampaikan kepada orang-orang munafik lainnya pesan-pesan Nabi tersebut (dengan tujuan mengejek). Dialah yang berkata kepada orang-orang munafik, ‘Muhammad mempercayai apa saja yang didengarnya; ia mempercayai siapa pun yang menyampaikan suatu kabar kepadanya.’ Berkaitan dengan pria ini Allah menurunkan ayat, waminhumul-laz\ina yu’zunan-nabiyya wayaquluna huwa uzun.

(1) Hasan; diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Muhammad bin ‘Abbas dari Muhammad bin ‘Amr Zunaij dari Salamah dari Ibnu Ishaq dari Muhammad bin Abi Muhammad dari ‘Ikrimah atau Sa‘id bin Jubair dari Ibnu ‘Abbas. Muhammad bin ‘Abbas adalah seorang yang saduq (bisa diterima hadisnya). Adapun Muhammad bin ‘Amr Zunaij adalah perawi yang siqah. Di antara ulama yang meriwayatkan hadis dari jalurnya adalah Imam Muslim dan para pengarang empat kitab Sunan. Hadis yang sama juga disebutkan oleh as-Suyutiy. Ia menisbatkan riwayat ini kepada Ibnu Ishaq dan Ibnu al-Munzir. Lihat: Ibnu Abi Hatim, Tafsir al-Qur’an al-‘Azim, juz 6, hlm. 1826, no. 10399; as-Suyutiy, ad-Durr al-Mansur, juz 7, hlm. 421.

MajelisMunafikPesan

Asbabun Nuzul Surat At-Taubah Ayat 61 - Imam as Suyuthi : Ada Orang Munafik Yang Hadir Pada Majelis Nabi

“Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan, “Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya.” Katakanlah: “Ia mempercayai semua yang baik bagi kamu, ia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang Mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu.” Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu, bagi mereka adzab yang pedih.”
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Abbas bahwasanya ia berkata, “Bahwasanya Nabtal bin Harits datang kepada Rasulullah lalu ia duduk dalam majelis beliau, mendengarkan apa yang disabdakan oleh Rasulullah, kemudian ia menyampaikan semua apa yang ia dengar dari Rasulullah kepada orang-orang munafik”, maka turunlah firman Allah, “Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi... ” (1)
1. Al-Qurthubi berkata (4/3117) bahwasanya ayat ini turun pada Atab bin Qusyair yang berkata, “Sesungguhnya Muhammad seperti sebuah telinga yang menerima semua apa yang dikatakan kepadanya.” Dan ia berkata bahwasanya ada yang mengatakan bahwasaya ia adalah Nabtal bin Harits, pendapat ini dikatakan oleh Ibnu Ishaq, dan adalah Nabtal seorang yang besar, kepala dan janggutnya sangat panjang, kedua pipinya hitam, dan penampilannya sangat buruk, dan ia yang dikatakan oleh Nabi dalam salah satu sabdanya, “Barangsiapa yang ingin melihat setan, maka lihatlah Nabtal bin Harits.”
Ibnu AbbasMunafikPercaya

Tafsir Lengkap

Ayat sebelumnya menjelaskan tuduhan orang-orang munafik kepada Rasulullah yang dianggapnya telah berbuat curang atau tidak adil berkenaan dengan pembagian zakat atau ganimah, berikut ini diuraikan kembali ucapan dan gangguan orang-orang munafik ketika berada di tengah-tengah Rasulullah. Dan di antara mereka, orang-orang munafik, ada orang-orang yang menyakiti hati Nabi Muhammad padahal beliau adalah sosok yang agung. Mereka telah menuduh beliau tidak adil dan juga mengatakan kepada kaum mukmin atau sesama orang munafik, “Nabi itu terlalu cepat untuk memercayai semua apa yang didengarnya hanya karena diperkuat dengan sumpah, padahal belum dicek kebenarannya.” Namun, beliau hanya memercayai apa saja yang membawa kebaikan dan kemaslahatan umatnya. Karena itu, katakanlah, wahai Nabi Muhammad, kepada mereka, “Memang benar, kalau dia selalu mendengarkan setiap informasi yang disampaikan kepadanya dengan penuh perhatian, namun, dia tidaklah seperti yang kamu tuduhkan itu, sebab dia hanya mempercayai semua atau apa saja yang baik bagi kamu, dia beriman kepada Allah dan tentunya juga malaikat yang menyampaikan informasi, memercayai orang-orang mukmin yang dengan iman itulah mereka terhalang untuk melakukan kebohongan dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kamu.” Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah, baik di kala beliau masih hidup maupun sudah wafat, baik dengan ucapan maupun sikap, akan mendapat azab yang pedih di akhirat kelak. Sebab, perasaan cinta itulah yang akan melahirkan penghormatan yang tulus kepada yang dicintai dan tidak akan pernah menyakitinya.

Dibaca 23 kali