Surah 9Ayat 65 / 129

At Taubah

PengampunanMadaniyahJuz 10Halaman 197
Peringatan bagi kaum munafik

وَلَىِٕنْ سَاَلْتَهُمْ لَيَقُوْلُنَّ اِنَّمَا كُنَّا نَخُوْضُ وَنَلْعَبُۗ قُلْ اَبِاللّٰهِ وَاٰيٰتِهٖ وَرَسُوْلِهٖ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِءُوْنَ ﴿٦٥﴾

Wa la'in sa'altahum layaqūlunna innamā kunnā nakhūḍū wa nal‘ab(u), qul abillāhi wa āyātihī wa rasūlihī kuntum tastahzi'ūn(a).

Terjemahan

Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka, mereka pasti akan menjawab, “Sesungguhnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah, “Apakah terhadap Allah, ayat-ayat-Nya, dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat At-Taubah Ayat 65 - Peristiwa Seorang Munafik Mengolok-Olok Sahabat dan Rasulullah

Pada Perang Tabuk seorang munafik mengolok-olok sebagian sahabat yang dikenal sebagai orang saleh. Ketika Rasulullah mengetahui hal itu, beliau lalu meminta penjelasan dari orang tersebut. Ia pada akhirnya mengaku bahwa ucapan itu hanya sekadar gurauan dan candaan. Ayat ini turun berkaitan dengan peristiwa tersebut.

عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ، قَالَ :قَالَ رَجُلٌ فِيْ غَزْوَةِ تَبُوْكَ فِيْ مَجْلِسٍ يَوْمًا، مَا رَأَيْتُ مِثْلَ قُرَّائِنَا هَؤُلاَءِ لَا أَرْغَبَ بُطُوْنًا وَلاَ أَكْذَبَ أَلْسِنَةً وَلَا أَجْبَنَ عِنْدَ اللِّقَاءِ. فَقَالَ رَجُلٌ فِيْ المَجْلِسِ: كَذَبْتَ، وَلَكِنَّكَ مُنَافِقٌ، لَأُخْبِرَنَّ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم. فَبَلَغَ ذَلِكَ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم، وَنَزَلَ القُرْآنُ، قَالَ عَبْدُ اللهِ بْنِ عُمَرَ: فَأَنَا رَأَيْتُهُ مُتَعَلِّقًا بِحَقَبِ نَاقَةِ رَسُوْلِ الله صلى الله عليه وسلم تَنْكُبُهُ الحِجَارَةُ وَهُوَ يَقُوْلُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوْضُ وَنَلْعَبُ. وَرَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: أَبِاللَّهِ وآياتِهِ وَرَسُولِهِ كُنْتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ. (1)

(1) Sahih; diriwayatkan oleh at-Tabariy dan Ibnu Abi Hatim dari jalur yang sama, yakni dari Yunus bin ‘Abdul-A‘la dari ‘Abdullah bin Wahb dari Hisyam bin Sa‘d dari Zaid bin Aslam dari Ibnu ‘Umar. Lihat: at-Tabariy, Jami‘ al-Bayan, tahqiq Mahmud Muhammad Syakir, (Kairo: Maktabah Ibni Taimiyah, t.th.), juz 14, hlm. 333–334; Ibnu Abi Hatim, Tafsir al-Qur’an al-‘Azim, juz 6, hlm. 1829, hadis nomor 10046. Mahmud Muhammad Syakir dalam tahkrij-nya atas Tafsir at-Tabariy mengatakan bahwa sanad hadis ini sahih. Menurut Muqbil bin Hadi al-Wadi‘iy, semua perawi dalam sanad ini adalah perawi kitab Sahih, kecuali Hisyam bin Sa‘d. Namun demikian, Imam Muslim juga mengutip riwayat darinya dalam syawahid. Dalam ad-Durr al-Mansur, as-Suyutiy juga menisbahkan hadis ini kepada Abu asy-Syaikh dan Ibnu Mardawaih. Lihat: Muqbil bin Hadi al-Wadi‘iy, as-Sahih al-Musnad min Asbab an-Nuzul, hlm. 123; as-Suyutiy, ad-Durr al-Mansur, juz 7, hlm. 425–426.

DustaMunafikTabuk

Asbabun Nuzul Surat At-Taubah Ayat 65 - Imam as Suyuthi : Seseorang Kafir Menagatakan Bahwa Penghafal Qur'An Berdusta, Rakus Dan Pengecut

“Dan jika kamu tanyakan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), tentulah mereka akan manjawab, “Sesungguhnya kami hanyalah bersenda gurau dan bermain-main saja.” Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?
Diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dari Ibnu Umar & bahwasanya ia berkata, “Pada suatu hari dalam Perang Tabuk seseorang berkata dalam suatu majelis, “Kami tidak pernah melihat seperti para penghafal Al-Qur'an itu. Belum pernah ada orang yang lebih rakus, lebih berdusta, dan lebih pengecut dalam pertempuran melebihi mereka!” Mendengar itu, seseorang langsung berkata, “Kamu bohong! Kamu munafik! Aku akan melaporkanmu kepada Rasulullah!” Lalu ia pun menyampaikan hal itu kepada beliau, dan ayat Al-Qur'an pun turun. Ibnu Umar berkata, “Aku lihat ia memegangi tali kekang unta Rasulullah, sementara batu-batu menyambitinya, dan ia berkata, “Wahai Rasulullah, sebenarnya kami hanya bersenda gurau dan bermain-main saja”, Rasulullah berkata, “Apakah dengan Allah, ayat-ayat- Nya dan Rasul-Nya kamu selaku berolok-olok?. ” Lalu Ibnu Abi Hatim meriwayatkan hadits serupa dari jalur lain dari Ibnu Umar dan menyebutkan nama orang tersebut Abdullah bin Ubay. (1) Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Ka’ab bin Malik bahwa Makhsya bin Humair berkata, “Aku mau saja diadili, akan tetapi masing-masing dari kalian memasang seratus (dirham), dengan syarat kita selamat dari turunnya Al-Qur'an mengenai kita.” Hal itu terdengar Nabi. Maka mereka datang dan meminta maaf. Lalu Allah menurunkan, “Tidak perlu kamu meminta maaf...” Orang yang dimaafkan oleh Allah adalah Makhsya bin Humair, lalu ia berganti nama menjadi Abdurrahman, dan ia memohon kepada Allah untuk terbunuh sebagai syahid yang kematiannya tidak diketahui siapa pun. Dan ia akhirnya tewas dalam Perang Yamamah, tanpa diketahui di mana tempat terbunuhnya dan siapa yang membunuhnya.(2) Ibnu Jarir meriwayatkan dari Qatadah bahwa sekelompok orang munafik berkata dalam Perang Tabuk, “Orang ini mau menaklukkan istana-istana dan benteng-benteng Syam? Mustahil!” Maka Allah memberitahukan hal itu kepada Nabi, lalu beliau mendatangi mereka dan bersabda, “Kalian mengatakan begini dan begitu.” Mereka menjawab, “Kami sebetulnya hanya bersenda gurau dan bermain-main saja.” Maka turunlah ayat ini. (3)
1. Kedua-duanya disebutkan oleh Ibnu Katsir (2/485). Dan Al-Qurthubi berkata, “Ia adalah Wadi’ah bin Tsabit karena Abdullah bin Ubay bin Salul tidak menyaksikan perang Tabuk.” 2. Lihat sebelumnya. 3. Disebutkan oleh Al-Qurthubi (4/3122). Ibnu Jarir (10/119).
Ayat-ayat AllahPerangTabuk

Tafsir Lengkap

Kalaulah suatu saat sikap buruk mereka terungkap yang berakibat munculnya kecaman dari orang-orang mukmin, maka mereka akan berdalih seperti diungkap pada ayat ini. Dan jika kamu, wahai Nabi Muhammad, dan siapa saja menanyakan kepada mereka tentang sikap dan ucapan mereka itu, niscaya mereka akan menjawab, “Sesungguhnya kami, dengan ucapan-ucapan itu hanya bersenda-gurau dan bermain-main saja. Kami tidak sungguh-sungguh mengolok-olok.” Atas jawaban itu, mereka justru dikecam dan bahkan Allah memerintahkan Rasul-Nya. Katakanlah, kepada mereka, “Mengapa kepada Allah dan ayat-ayat-Nya serta Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok? Tidak ada yang lainkah yang bisa kamu jadikan bahan gurauan?”

Dibaca 28 kali