Surah 64Ayat 14 / 18

Ath Taghabun

Pengungkapan KesalahanMadaniyahJuz 28Halaman 557
Maha Pengampun lagi Maha PenyayangAllah Maha Pengampun lagi Maha PenyayangSebagian suami/isteri adalah musuh bagi pasangannyaAnak sebagai fitnah buat orang tuaAda anak yang menjadi musuh buat orang tuanyaIstri/suami dan anak bisa menjadi musuh

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْٓا اِنَّ مِنْ اَزْوَاجِكُمْ وَاَوْلَادِكُمْ عَدُوًّا لَّكُمْ فَاحْذَرُوْهُمْۚ وَاِنْ تَعْفُوْا وَتَصْفَحُوْا وَتَغْفِرُوْا فَاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ﴿١٤﴾

Yā ayyuhal-lażīna āmanū inna min azwājikum wa aulādikum ‘aduwwal lakum faḥżarūhum, wa in ta‘fū wa taṣfaḥū wa tagfirū fa innallāha gafūrur raḥīm(un).

Terjemahan

Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu.719) Maka, berhati-hatilah kamu terhadap mereka. Jika kamu memaafkan, menyantuni, dan mengampuni (mereka), sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Catatan Kaki:719) Kadang-kadang istri atau anak dapat menjerumuskan suami atau bapaknya untuk melakukan perbuatan-perbuatan yang tidak dibenarkan oleh agama.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat At-Taghabun Ayat 14 - Mengingatkan Beberapa Sahabat Terlambat Hijrah ke Madinah karena Keluarga tidak Mau Ditinggalkan

Ayat ini turun berkaitan dengan beberapa sahabat yang terlambat hijrah ke Madinah karena keluarga mereka enggan ditinggal. Begitu mereka hijrah dan mendapati para sahabat yang hijrah lebih dulu mampu menguasai Islam dengan lebih baik, mereka menyesal dan bermaksud menghukum keluarga mereka sendiri.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، وَسَأَلَهُ، رَجُلٌ عَنْ هَذِهِ الآيَةِ، ‏(‏يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلاَدِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ‏)‏ قَالَ هَؤُلاَءِ رِجَالٌ أَسْلَمُوا مِنْ أَهْلِ مَكَّةَ وَأَرَادُوا أَنْ يَأْتُوا النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَأَبَى أَزْوَاجُهُمْ وَأَوْلاَدُهُمْ أَنْ يَدَعُوهُمْ أَنْ يَأْتُوا رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَلَمَّا أَتَوْا رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم رَأَوُا النَّاسَ قَدْ فَقِهُوا فِي الدِّينِ هَمُّوا أَنْ يُعَاقِبُوهُمْ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: ‏‏(يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّ مِنْ أَزْوَاجِكُمْ وَأَوْلاَدِكُمْ عَدُوًّا لَكُمْ فَاحْذَرُوهُمْ‏). (1)

Seorang pria meminta penjelasan dari Ibnu ‘Abbas tentang firman Allah, ya ayyuhal-laz\ina amanu inna min azwajikum wa auladikum ‘aduwwan lakum fahz\aruhum. Ibnu ‘Abbas berkata, ‘Ayat ini turun mengenai mereka, yaitu beberapa orang pria penduduk Mekah yang masuk Islam. Mereka ingin berhijrah dan bergabung dengan Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam di Madinah, namun istri dan anak-anak mereka menolak membiarkan mereka pergi meninggalkan Mekah. Ketika pada akhirnya mereka sampai di Madinah dan bergabung dengan Rasulullah, mereka mendapati kawan-kawannya yang sudah lebih dulu berhijrah ternyata mampu memahami Islam lebih baik. Karena itu, mereka ingin menghukum istri-istri dan anak-anak mereka. Allah lalu menurunkan ayat, ya ayyuhal-laz\ina amanu inna min azwajikum wa auladikum ‘aduwwan lakum fahz\aruhum.”

(1) Sahih; diriwayatkan oleh at-Tirmiz\iy dan al-Hakim. At-Tirmiz\iy mengatakan hadis ini hasan sahih. Sementara itu, al-Hakim mengatakan sanad riwayatnya sahih, dan az\-Z|ahabiy pun setuju dengannya. Lihat: at-Tirmiz\iy, Sunan at-Tirmiz\iy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab wa min Surah at-Tagabun, hlm. 751, hadis nomor 3317; al-Hakim, al-Mustadrak, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah at-Tagabun, juz 2, hlm. 532, hadis nomor 3814.

HijrahIslamMedinah

Asbabun Nuzul Surat At-Taghabun Ayat 14 - Imam as Suyuthi : Anak Dan Istri Terkadang Menjadi Penghalang Kepada Allah

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka; dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ”
At-Tirmidzi dan Al-Hakim meriwayatkan serta menshahihkannya dari Ibnu Abbas, dia mengatakan; Ayat ini, “Sesungguhnya di antara istri- istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka." Turun berkenaan dengan sekelompok penduduk Makkah yang masuk Islam, sedangkan istri dan anak-anak mereka tidak mau diajak berhijrah. Mereka lalu menuju kota Madinah. Setelah sampai di sana, mereka menemui Rasulullah dan melihat bahwa orang-orang sudah memahami agama. Mereka lalu berniat untuk menghukum anak dan istrinya yang enggan diajak berhijrah. Maka Allah menurunkan ayat, “Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi.” (1) Ibnu Jarir meriwayatkan dari Atha' bin Yasar, dia mengatakan; Keseluruhan surat At-Taghabun turun di kota Makkah kecuali ayat-ayat berikut ini “Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu....” Turun berkenaan dengan Auf bin Malik Al-Asyja’i. Dia adalah orang yang memiliki keluarga dan anak. Ketika Auf hendak berperang maka keluarga dan anaknya menangisinya sehingga dia merasa sedih. Mereka berkata, “Kepada siapa engkau akan menitipkan kami?” Auf pun menjadi sedih dan akhirnya tidak jadi berangkat berperang. Maka turunlah ayat ini dan ayat-ayat lainnya hingga akhir surat At-Taghabun, dan semuanya turun di Madinah. (2)
1. Shahih: At-Tirmidzi (3317) meriwayatkan dalam Bab At-Tafsir. Ia mengatakan; Hadits ini shahih hasan. Al-Hakim (2/490) juga meriwayatkannya, ia mengatakan; Hadits ini shahih dan disepakati Adz-Dzahabi. Lihat Ibnu Katsir (6/111). 2. Dua riwayat tersebut ada pada Al-Qurthubi (10/6865). Catatan: Al-Qurthubi mengatakan; Surat Madaniyyah menurut pendapat mayoritas ulama. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Surat At-Taghabun diturunkan di Makkah kecuali beberapa ayat terakhir yang diturunkan di Madinah berkenaan dengan Auf bin Malik Al-Asyja’i.
anakistriOrang beriman

Tafsir Lengkap

Setelah diperintahkan untuk bertawakal kepada Allah, pada ayat ini orang-orang beriman diperingatkan tentang istri dan anak-anak mereka. Wahai orang-orang yang beriman! Hendaknya kamu waspada. Sesungguhnya di antara istri-istrimu dan anak-anakmu ada yang menjadi musuh bagimu dunia-akhirat. Kadang-kadang istri dapat menjerumuskan suami dan anak-anak dapat mencelakakan bapaknya untuk melakukan perbuatan yang tidak dibenarkan oleh agama. Maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka dengan mengawasi dan menanamkan pendidikan agama kepada mereka; dan jika kamu memaafkan mereka ketika mereka melakukan kesalahan; dan kamu menyantuni mereka dengan sikap yang lembut, serta memohonkan ampun kepada Allah untuk mereka, maka sungguh, Allah Maha Pengampun kepada hamba-hamba-Nya, Maha Penyayang kepada seluruh makhluk-Nya.

Dibaca 19 kali