Surah 65Ayat 4 / 12

Ath Thalaaq

TalakMadaniyahJuz 28Halaman 558
Masa 'iddah bagi menoposeMasa 'iddah bagi wanita hamilTiga bulan

وَالّٰۤـِٔيْ يَىِٕسْنَ مِنَ الْمَحِيْضِ مِنْ نِّسَاۤىِٕكُمْ اِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلٰثَةُ اَشْهُرٍۙ وَّالّٰۤـِٔيْ لَمْ يَحِضْنَۗ وَاُولٰتُ الْاَحْمَالِ اَجَلُهُنَّ اَنْ يَّضَعْنَ حَمْلَهُنَّۗ وَمَنْ يَّتَّقِ اللّٰهَ يَجْعَلْ لَّهٗ مِنْ اَمْرِهٖ يُسْرًا ﴿٤﴾

Wal-lā'ī ya'isna minal-maḥīḍi min nisā'ikum inirtabtum fa ‘iddatuhunna ṡalāṡatu asyhur(in), wal-lā'ī lam yaḥiḍn(a), wa ulātul-aḥmāli ajaluhunna ay yaḍa‘na ḥamlahunn(a), wa may yattaqillāha yaj‘al lahū min amrihī yusrā(n).

Terjemahan

Perempuan-perempuan yang tidak mungkin haid lagi (menopause) di antara istri-istrimu jika kamu ragu-ragu (tentang masa idahnya) maka idahnya adalah tiga bulan. Begitu (pula) perempuan-perempuan yang tidak haid (belum dewasa). Adapun perempuan-perempuan yang hamil, waktu idah mereka adalah sampai mereka melahirkan kandungannya. Siapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat At-Talaq Ayat 4 - Ketentuan Masa Iddah Wanita

Ayat ini turun berkenaan dengan para sahabat yang mempertanyakan ketentuan idah bagi wanita yang belum disebutkan dalam Al-Qur’an, yakni wanita yang belum atau tidak lagi haid dan wanita hamil. Allah lalu menurunkan ayat di atas untuk menjawabnya.

عَنْ أُبَىِّ بْنِ كَعْبٍ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ الَّتِى فِى سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِى عِدَدٍ مِنْ عِدَدِ النِّسَاءِ قَالُوا: قَدْ بَقِىَ عِدَدٌ مِنْ عِدَدِ النِّسَاءِ لَمْ يُذْكَرْنَ الصِّغَارُ وَالْكِبَارُ اللاَّئِى انْقَطَعَ عَنْهُنَّ الْحَيْضُ وَذَوَاتُ الأَحْمَالِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ الآيَةَ الَّتِى فِى النِّسَاءِ (وَاللاَّئِى يَئِسْنَ مِنَ الْمَحِيضِ مِنْ نِسَائِكُمْ إِنِ ارْتَبْتُمْ فَعِدَّتُهُنَّ ثَلاَثَةُ أَشْهُرٍ وَالَّلائِى لَمْ يَحِضْنَ وَأُولاَتُ الأَحْمَالِ أَجَلَهُنَّ أَنْ يَضَعْنَ حَمْلَهُنَّ). (1)

Ubay bin Ka‘b radiyallahu 'anhu berkata “Ketika ayat dalam Surah al-Baqarah yang berbicara tentang idah bagi wanita turun, para sahabat berkata, ‘Masih ada idah bagi wanita yang belum disebut dalam Al-Qur’an, yaitu wanita muda, wanita tua, wanita yang sudah tidak lagi haid, dan wanita hamil. Allah lalu menurunkan ayat tentang persoalan idah wanita (yang belum dijelaskan sebelumnya), walla’i ya’isna minal-mahidi min nisa’ikum inirtabtum fa‘iddatuhunna s\alas\atu asyhurin walla’i lam yahidna wa’ulatul-ahmali ajaluhunna an yada‘na hamlahunna.”

(1) Sahih; diriwayatkan oleh al-Hakim dan al-Baihaqiy. Al-Hakim mengatakan sanad riwayat ini sahih, dan az\-Z|ahabiy setuju dengannya. Lihat: al-Hakim, al-Mustadrak, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah at-Talaq, juz 2, hlm. 534–535, hadis nomor 3821; al-Baihaqiy, as-Sunan al-Kubra, dalam Kitab al-‘Idad, Bab ‘Iddah allati Ya’isna min al-Mahid, juz 7, hlm. 690, hadis nomor 15416.

Al-Qur’anIddahWanita

Asbabun Nuzul Surat At-Thalaq Ayat 4 - Imam as Suyuthi : Wakatu Idah Adalah Tiga Bulan Sepuluh Hari

“Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause) di antara perempuan-perempuanmu jika kamu ragu-ragu (tentang masa iddahnya) maka iddah mereka adalah tiga bulan; dan begitu (pula) perempuan- perempuan yang tidak haid. Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu idah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Dan barang siapa yang bertakwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya.”
Ibnu Jarir, Ishaq bin Rahawaih, Al-Hakim dan lainnya meriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab, ia mengatakan; Tatkala ayat dalam Surat Al-Baqarah turun mengenai sejumlah golongan perempuan, maka orang- orang mengatakan; Masih ada sejumlah golongan perempuan yang belum dituturkan yaitu yang masih kecil, yang sudah tua, dan sedang mengandung. Maka diturunkanlah ayat, “Dan perempuan-perempuan yang tidak haid lagi (monopause).” Hadits ini shahih sanadnya. (1) Muqatil meriwayatkan dalam Tafsir-ny a bahwasanya Khallad bin Amru bin Al-Jamuh bertanya kepada Nabi & tentang iddah dari perempuan yang tidak haid. Maka turunlah ayat tersebut. (2)
1. Shahih: Al-Hakim (2/534) meriwayatkan dan menshahihkannya serta disepakati Adz-Dzahabi. Lihat: Ibnu Katsir (6/119) dan Al-Qurthubi (10/6888) dan penanya tidak disebutkan namanya. 2. Lihat: Al-Baihaqi (7/414) dalam Ad-Dala'il dan Ibnu Jarir (28/19).
haidmasa iddahperempuan

Tafsir Lengkap

Dan adapun perempuan-perempuan yang tidak haid lagi, yaitu perempuan yang sudah menopause di antara istri-istri kamu jika kamu menjatuhkan talak kepadanya, maka masa idahnya jika kamu ragu-ragu adalah tiga bulan. Dan demikian pula masa idah bagi perempuan-perempuan yang tidak pernah haid sepanjang hidupnya juga tiga bulan. Sedangkan perempuan-perempuan hamil yang dijatuhi talak, maka waktu idah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya. Seusai melahirkan, maka masa idahnya berakhir. Dan barang siapa bertakwa kepada Allah dengan ketakwaan yang sesungguhnya dalam segala urusan, niscaya Dia akan menjadikan kemudahan baginya dalam urusannya karena ketakwaannya.

Dibaca 15 kali