Surah 39Ayat 53 / 75

Az Zumar

RombonganMakkiyahJuz 24Halaman 464
AL-RAHIM (MAHA PENYAYANG)AL-GHOFUR (MAHA PENGAMPUN)Allah akan mengampuni semua dosaJangan putus asa akan datangnya rahmat Allah

۞ قُلْ يٰعِبَادِيَ الَّذِيْنَ اَسْرَفُوْا عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوْا مِنْ رَّحْمَةِ اللّٰهِۗ اِنَّ اللّٰهَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ جَمِيْعًاۗ اِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ ﴿٥٣﴾

Qul yā ‘ibādiyal-lażīna asrafū ‘alā anfusihim lā taqnaṭū mir raḥmatillāh(i), innallāha yagfiruż-żunūba jamī‘ā(n), innahū huwal-gafūrur-raḥīm(u).

Terjemahan

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas (dengan menzalimi) dirinya sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa semuanya.663) Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Catatan Kaki:663) Semua dosa bisa diampuni Allah Swt., kecuali dosa syirik (Lihat surah an-Nisā’/4: 48).

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Az-Zumar Ayat 53 - Jawaban Atas Pertanyaan terkait Kafarat atas Dosa-Dosa yang Telah Dilakukan sebelum Masuk Islam

Beberapa orang musyrik yang bergelimang dosa menghadap Nabi untuk menyatakan masuk Islam. Namun sebelum itu mereka ingin menanyakan kafarat atas dosa-dosa yang telah mereka lakukan selama ini. Turunlah ayat di atas untuk menjawab pertanyaan tersebut.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنهما أَنَّ نَاسًا، مِنْ أَهْلِ الشِّرْكِ كَانُوا قَدْ قَتَلُوا وَأَكْثَرُوا وَزَنَوْا وَأَكْثَرُوا، فَأَتَوْا مُحَمَّدًا صلى الله عليه وسلم فَقَالُوا: إِنَّ الَّذِي تَقُولُ وَتَدْعُو إِلَيْهِ لَحَسَنٌ لَوْ تُخْبِرُنَا أَنَّ لِمَا عَمِلْنَا كَفَّارَةً‏.‏ فَنَزَلَ ‏(‏وَالَّذِينَ لاَ يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آخَرَ وَلاَ يَقْتُلُونَ النَّفْسَ الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلاَّ بِالْحَقِّ وَلاَ يَزْنُونَ)‏ وَنَزَلَتْ (‏قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَى أَنْفُسِهِمْ لاَ تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ‏). (1)

Ibnu Abbas radiyallahu 'anhuma bercerita bahwa ada sekelompok kaum musyrik yang selama ini banyak melakukan pembunuhan dan perzinaan. Mereka kemudian menghadap Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam (untuk menyatakan masuk Islam, namun di hati kecil mereka tersisa kekhawatiran atas dosa-dosa yang telah mereka perbuat). Mereka berkata, “Kami mengakui apa yang kaukatakan dan dakwahkan adalah hal yang baik. Andai saja engkau dapat memberitahu kami kafarat (penghapus) atas dosa-dosa yang telah kami lakukan, (kami tidak akan ragu lagi untuk menyatakan masuk Islam).” Berkaitan dengan kejadian ini turunlah firman Allah, wallaz\ina la yad‘una ma‘allahi ilahan akhara wala yaqtulunan-nafsal-lati harramallahu illa bil-haqqi wala yaznun, dan firman Allah, qul ya ‘ibadiyal-laz\ina asrafu ‘ala anfusihim la taqnatu min rahmatillah.

(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy dan Muslim. Lihat: al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Qul Ya ‘Ibadi allaz\ina Asrafu ‘ala Anfusihim, hlm. 1211, hadis nomor 4810; Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab al-I

DosaIslamKafarat

Asbabun Nuzul Surat Az-Zumar Ayat 53 - Imam as Suyuthi : Dulu Orang Murtad Tidak Bisa Kembali Kepada Agamanya

“Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ”
Sudah disebutkan sebelumnya mengenai hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dalam surat Al-Furqan. (1) Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dengan sanad shahih dari Ibnu Abbas, da mengatakan; ayat tersebut turun berkenaan dengan penduduk Makkah yang musyrik. (2) Al-Hakim dan Ath-Thabarani meriwayatkan dari Ibnu Umar, ia mengatakan; Dahulu kami mengatakan bahwasanya orang yang murtad tidak bisa lagi bertaubat ketika ia meninggalkan agamanya setelah masuk Islam dan mengetahui Islam. Ketika Rasulullah & sampai ke Madinah, maka turunlah ayat ini berkenaan dengan mereka, “Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas..." (3) Ath-Thabarani meriwayatkan dengan sanad dha’if dari Ibnu Abbas, ia mengatakan; Rasulullah mengutus seseorang kepada Wahsyi yang telah membunuh Hamzah untuk diajak masuk Islam. Kemudian Wahsyi mengutus seseorang kepada beliau untuk bertanya, “Bagaimana mungkin engkau mengajakku masuk Islam sementara engkau menyangka bahwa orang yang melakukan pembunuhan, zina atau berbuat syirik, maka ia akan mendapatkan dosa yang dilipatgandakan pada hari kiamat dan akan berada di sana selama-lamanya. Sedangkan aku sudah melakukan hal tersebut. Apakah ada keringanan bagiku?” Maka Allah menurunkan ayat, “Kecuali orang yang bertaubat, beriman dan beramal shalih.” (Maryam: 60) Wahsyi berkata, “Ini merupakan syarat yang berat.” Mungkin aku tidak mampu melakukan itu. Maka Allah menurunkan ayat, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dike/iendoki-Nya.”(An-Nisa': 48) Wahsyi berkata, “Ini menurutku merupakan kehendak-Nya, maka aku tidak tahu apakah Dia mau mengampuniku atau tidak? Apakah mungkin selain ini?” Maka Allah menurunkan ayat, “Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.” Wahsyi berkata, “Kalau demikian, maka ya.” Maka Wahsyi masuk Islam.
1. Lihat Surat Al-Furqan ayat 70. 2. Ibnu Jarir (24/10) dan lihat pula Ibnu Katsir (5/77). 3. Al-Hakim (2/472) meriwayatkan dan mengatakan; Hadits ini shahih menurut syarat Asy- Syaikhaini dan keduanya tidak mentakhrijnya.
berputus asaMelampaui batasrahmat Allah

Tafsir Lengkap

Pada ayat yang lalu digambarkan betapa buruknya sanksi yang diperoleh orang-orang yang durhaka. Segala apa yang sudah mere-ka peroleh di dunia tidak memberi manfaat sedikit pun untuk kese-lamatan mereka. Ayat-ayat berikut menggambarkan betapa Allah itu Maha Pengasih lagi Maha Pengampun bagi hamba-hamba-Nya. Katakanlah, wahai Nabi Muhammad, “Wahai hamba-hamba-Ku, yang telah berbuat melampaui batas terhadap diri mereka sendiri karena banyak melakukan kedurhakaan! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya selama yang berdosa itu bertobat dan kembali ke jalan yang lurus. Sungguh, Dialah Zat Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

Dibaca 13 kali