Surah 11Ayat 114 / 123

Huud

HudMakkiyahJuz 12Halaman 234
Perintah Melaksanakan shalat

وَاَقِمِ الصَّلٰوةَ طَرَفَيِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ الَّيْلِۗ اِنَّ الْحَسَنٰتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّاٰتِۗ ذٰلِكَ ذِكْرٰى لِلذّٰكِرِيْنَ ﴿١١٤﴾

Wa aqimiṣ-ṣalāta ṭarafayin-nahāri wa zulafam minal-lail(i), innal-ḥasanāti yużhibnas-sayyi'āt(i), żālika żikrā liż-żākirīn(a).

Terjemahan

Dirikanlah salat pada kedua ujung hari (pagi dan petang) dan pada bagian-bagian malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik menghapus kesalahan-kesalahan. Itu adalah peringatan bagi orang-orang yang selalu mengingat (Allah).

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Hud Ayat 114 - Kisah Pria yang Mencium Wanita Bukan Istrinya dan Menyesali Perbuatannya dengan Shalat

Ayat ini turun berkenaan dengan seorang pria yang mencium seorang wanita yang bukan istrinya. Ia menyesali perbuatannya dan menghadap Nabi untuk menanyakan amal apa yang dapat menghapus dosanya itu.

عَنِ ابْنِ مَسْعُودٍ رضى الله عنه ـ أَنَّ رَجُلاً أَصَابَ مِنَ امْرَأَةٍ قُبْلَةً، فَأَتَى رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَسْأَلُهُ عَنْ كَفَّارَتِهَا، فَنَزَلَتْ (‏وَأَقِمِ الصَّلاَةَ طَرَفَىِ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنَ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ ذَلِكَ ذِكْرَى لِلذَّاكِرِينَ)‏‏.‏ قَالَ الرَّجُلُ أَلِيَّ هَذِهِ؟ قَالَ ‏ "‏لِمَنْ عَمِلَ بِهَا مِنْ أُمَّتِي‏". (1) عَنِ ‏ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: ‏أَنَّ رَجُلًا أَتَى ‏عُمَرَ‏ ‏فَقَالَ: امْرَأَةٌ جَاءَتْ ‏ ‏تُبَايِعُهُ ‏ ‏فَأَدْخَلْتُهَا ‏ ‏الدَّوْلَجَ، ‏ ‏فَأَصَبْتُ مِنْهَا مَا دُونَ الْجِمَاعِ، فَقَالَ:‏ ‏وَيْحَكَ ‏لَعَلَّهَا‏ ‏مُغِيْبٌ ‏فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ قَالَ: أَجَلْ. قَالَ فَائْتِ ‏أَبَا بَكْرٍ ‏فَاسْأَلْهُ. قَالَ: فَأَتَاهُ فَسَأَلَهُ، فَقَالَ لَعَلَّهَا ‏مُغِيبٌ‏ ‏فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ فَقَالَ مِثْلَ قَوْلِ ‏عُمَرَ‏ ‏ثُمَّ أَتَى النَّبِيَّ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏فَقَالَ لَهُ مِثْلَ ذَلِكَ. قَالَ: فَلَعَلَّهَا‏ ‏مُغِيبٌ ‏فِي سَبِيلِ اللَّهِ. وَنَزَلَ الْقُرْآنُ ‏ (‏وَأَقِمْ الصَّلَاةَ طَرَفَيْ النَّهَارِ ‏‏وَزُلَفًا‏ ‏مِنْ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ) ‏إِلَى آخِرِ الْآيَةِ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلِيَ خَاصَّةً أَمْ لِلنَّاسِ عَامَّةً فَضَرَبَ ‏‏عُمَرُ‏ ‏صَدْرَهُ بِيَدِهِ فَقَالَ: لَا، وَلَا نَعْمَةَ عَيْنٍ، بَلْ لِلنَّاسِ عَامَّةً. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ‏‏صَدَقَ ‏عُمَرُ. (2) ‏

Ibnu Mas‘ud radiyallahu 'anhu bercerita bahwa seorang sahabat menciumi seorang wanita yang bukan istrinya. Ia lantas bergegas menghadap Rasulullah untuk menanyakan kafarat atas dosanya itu. Segera setelah itu turunlah ayat, wa aqimis-salata tarafayin-nahari wa zulafan minal-laili innal-hasanati yuzhibnas-sayyi’ati zalika zikra liz-zakirin. Pria itu bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah ayat ini hanya berlaku untukku?” Rasulullah menjawab, “Ayat ini berlaku bagi siapa saja dari umatku yang mau mengamalkannya.” Kisah ini disuguhkan dengan sedikit lebih detail dalam riwayat berikut. Ibnu ‘Abbas berkata, “Ada seorang pria menghadap ‘Umar untuk bercerita, ‘Ada seorang wanita mendatangiku untuk berjual beli. Aku mengajaknya masuk bilik, lalu aku melakukan sesuatu kepadanya, tetapi aku tidak menggaulinya.’ ‘Umar berkata, ‘Celakalah engkau; mungkin saja wanita itu ditinggal suaminya berjihad di jalan Allah.’ Ia berkata, ‘Benar.’ ‘Umar berkata, ‘Kalau begitu, datangi dan tanyailah Abu Bakar tentang hal ini!’ Pria itu pun menghadap Abu Bakar dan menceritakan apa yang telah dilakukannya. Mendengar cerita itu, Abu Bakar berkata, ‘Mungkin saja wanita itu ditinggal suaminya berjihad di jalan Allah.’ Abu Bakar lalu menyuruh pria itu menghadap Nabi. Pria itu lantas menghadap Nabi dan menceritakan perbuatannya. Seperti halnya ‘Umar dan Abu Bakar, Nabi pun mengatakan, ‘Mungkin saja wanita itu ditinggal suaminya berjihad di jalan Allah.’ Pada peristiwa ini turunlah ayat, wa aqimis-salata tarafayinnahari wa zulafan minal-laili innal-hasanati yuzhibnas-sayyi’at … hingga akhir ayat. Pria itu bertanya, ‘Wahai Rasulullah, ayat ini khusus bagiku ataukah berlaku bagi manusia secara umum?’ Sembari menepukkan tangan ke dadanya, ‘Umar menjawab, ‘Tidak! Ayat ini tidak menjadi penyejuk pandangan untuk dirimu saja, melainkan untuk manusia secara umum.’ Rasulullah pun menegaskan, ‘’Umar benar.’”

(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy dan Muslim. Lihat: al-Bukhariy, Sahih al-Bukhariy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab wa Aqim as-Salata Tarafay an-Nahar, hlm. 1159, hadis nomor 4687; Muslim, Sahih Muslim, dalam Kitab at-Taubah, Bab Inna al-Hasanat Yuzhibna as-Sayyi’at, hlm. 2115–2116, hadis nomor 2763. (2) Sahih ligairih; diriwayatkan oleh Ahmad dan at-Tabraniy. Lihat: Ahmad, al-Musnad, (Kairo: Dar al-Hadis\, cet. 1, 1995), juz 3, hlm. 15, hadis nomor 2206; at-Tabraniy, al-Mu‘jam al-Kabir, juz 12, hlm. 215–216, hadis nomor 12931. Hadis ini bisa menjadi sahih karena banyaknya syawahid yang menguatkan kontennya, di antaranya riwayat dari Ibnu Mas‘ud dalam Sahih al-Bukhariy dan Sahih Muslim di atas, Ka‘b bin ‘Amr dan Mu‘az bin Jabal dalam Sunan at-Tirmiziy, dan Abu Umamah dalam Musnad Ahmad dan Sahih Muslim.

 

CiumDosaKafarat

Asbabun Nuzul Surat Hud Ayat 114 - Imam as Suyuthi : Dengan Mendirikan Salat, Keburukan Yang Telah Dikerjakan Akan Dihapuskan Oleh Allah

“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.”
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud bahwasanya seorang laki-laki terlanjur mencium seorang wanita, kemudian lelaki tersebut mendatangi Nabi dan memberitahu beliau tentang hal tersebut. Maka Allah menurunkan firman-Nya, “Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” Laki-laki itu pun berkata, “Apakah ayat ini untukku?” Beliau pun menjawab, “Untuk semua umatku.” (1) At-Tirmidzi dan yang lain meriwayatkan dari Abu Al-Yasr bahwasanya ia berkata, “Seorang wanita datang kepadaku hendak membeli kurma. Aku berkata padanya, “Di dalam rumah ada yang lebih bagus dari itu.” Maka ia masuk bersamaku, lalu aku mendekatinya dan menciumnya. Kemudian akau menghadap Rasulullah & dan memberitahu beliau akan hal ini. Beliau pun bersabda, “Beginikah caramu memperlakukan keluarga seseorang yang sedang pergi berperang di jalan Allah'’” Lama beliau merenung hingga Allah menurunkan wahyu kepadanya:,“Dan dirikanlah shalat itu pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan daripada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat.” (2) Hadits senada diriwayatkan pula dari Abu Umamah, Mu’adz bin Jabal, Ibnu Abbas, Buraidah, dan lain-lain. Aku sebutkan semua hadits mereka dalam kitab Turjuman Al-Qur’an. (3)
1. Muttafaq Alaihi: Al-Bukhari (526) dalam Bab Mawaqit Ash-Shalat, Muslim (2763) dalam Bab AuTaubah. 2. At-Tirmidzi (3115) dalam Bab At-Tafsir, dan lihat Ibnu Katsir (4/606-607). 3. Lihat Fath Al-Bari (8/206-207/8), An-Nasa’i (268) dalam Bab At-Tafsir, Ahmad (245/1) dalam Musnod-nya.
Al-BukhariMuslimshalat

Tafsir Lengkap

Setelah diperintahkan untuk istikamah dalam melaksanakan ajaran agama dan memiliki pendirian teguh, maka ayat berikut ini diperintahkan melaksanakan salat serta beramal saleh, karena amaliah tersebut dapat menghapus dosa-dosa kecil, sebagaimana firman-Nya: Dan laksanakanlah salat dengan teratur dan benar sesuai dengan ketentuan agama, baik syarat, rukun, dan sunah-sunahnya pada kedua ujung siang, yakni pagi dan petang atau salat Subuh, Zuhur dan Asar dan pada bagian permulaan malam yaitu salat Magrib, Isya, dan salat sunah seperti tahajud dan witir. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu seperti salat sebagaimana disebutkan di atas, zakat, sedekah, zikir, istigfar, dan amal ibadah lainnya dapat menghapus kesalahan-kesalahan dan dosadosa kecil yang telah dilakukan, lantaran perbuatan itu tidak mudah dihindari. Adapun dosa besar, harus disertai dengan tobat yang tulus. Itulah peringatan yang sangat bermanfaat bagi orang-orang yang siap menerimanya dan selalu mengingat Allah.

Dibaca 23 kali