Surah 11Ayat 5 / 123

Huud

HudMakkiyahJuz 11Halaman 221
Maha Lembut, Maha Mengetahui, Maha Mengetahui hal-hal yang ghaib

اَلَآ اِنَّهُمْ يَثْنُوْنَ صُدُوْرَهُمْ لِيَسْتَخْفُوْا مِنْهُۗ اَلَا حِيْنَ يَسْتَغْشُوْنَ ثِيَابَهُمْۙ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّوْنَ وَمَا يُعْلِنُوْنَۚ اِنَّهٗ عَلِيْمٌ ۢ بِذَاتِ الصُّدُوْرِ ﴿٥﴾

Alā innahum yaṡnūna ṣudūrahum liyastakhfū minh(u), alā ḥīna yastagsyūna ṡiyābahum, ya‘lamu mā yusirrūna wa mā yu‘linūn(a), innahū ‘alīmum biżātiṣ-ṣudūr(i).

Terjemahan

Ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka menutupi (apa yang ada dalam) dada mereka untuk menyembunyikan diri dari-Nya. Ketahuilah bahwa ketika mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Dia mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui (segala) isi hati.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Hud Ayat 5 - Penjelasan Lemahnya Keimanan dan Penyakit Hati Kaum Munafik

Ayat ini turun berkenaan dengan beberapa orang pada masa Rasulullah yang malu buang hajat dan menggauli istri-istri mereka di tempat yang tidak beratap sehingga tampak dari atas.

عَنِ ابْنَ عَبَّاسٍ، فِيْ قَوْلِهِ تَعَالَى ‏(‏أَلاَ إِنَّهُمْ يَثْنَوْنَ صُدُورُهُمْ)‏ قَالَ: أُنَاسٌ كَانُوا يَسْتَحْيُونَ أَنْ يَتَخَلَّوْا فَيُفْضُوْا إِلَى السَّمَاءِ، وَأَنْ يُجَامِعُوا نِسَاءَهُمْ فَيُفْضُوْا إِلَى السَّمَاءِ، فَنَزَلَ ذَالِكَ فِيْهِمْ. (1)

Ibnu ‘Abbas memberi penjelasan tentang ayat, ala innahum yasnuna sudurahum, “Dahulu orang-orang merasa malu untuk membuang hajat di tempat terbuka karena khawatir auratnya akan tampak dari langit. Mereka juga enggan menggauli istri-istri mereka di tempat yang tidak beratap karena alasan yang sama. Berkaitan dengan mereka itulah ayat ini turun.” Dikatakan juga bahwa ayat ini turun untuk menjelaskan betapa lemahnya keimanan dan penyakit hati kaum munafik. Mereka memalingkan dada untuk menyembunyikan kemunafikan. Namun demikian, beberapa mufasir membantah pendapat ini karena Surah Hud turun di Mekah, sedangkan pengkhianatan orang-orang munafik terjadi di Madinah.

(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy, Sahih al-Bukhariy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Ala Innahum Yas\nuna hudurahum, hlm. 1157, hadis nomor 4681. Meski riwayat ini disebutkan oleh al-Bukhariy, namun hampir tidak ada mufasir yang menjadikannya sebagai sebab nuzul ayat di atas. Ibnu ‘A

AtapGaulMalu

Asbabun Nuzul Surat Hud Ayat 5 - Imam as Suyuthi : Orang-Orang Yang Ketika Bertemu Nabi Mereka Memalingkan Muka

“Ingatlah, sesungguhnya (orang munafik itu) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri daripadanya (Muhammad). Ingatlah, di waktu mereka menyelimuti dirinya dengan kain, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka lahirkan, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati.”
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari dari Ibnu Abbas dalam firman Allah, “Ingatlah, sesungguhnya (orang munafik itu) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri daripadanya (Muhammad)bahwasanya ia berkata, “Bahwa dahulu ada sebagian orang yang malu membuang hajat karena kemaluannya akan terlihat langit dan malu menggauli istri karena kemaluannya akan terlihat langit, maka turunlah ayat ini tentang mereka.” (1) Ibnu Jarir dan lain-lain meriwayatkan dari Abdullah bin Syaddad bahwasanya ia berkata, “Bahwa dahulu seseorang apabila berpapasan dengan Nabi ia memiringkan tubuhnya dan menyelimutkan pakaiannya agar tidak terlihat beliau. Maka turunlah ayat ini.” (2)
1. Shahih: Al-Bukhari (4681) dalam Bab At-Tafsir, dan Ibnu Katsir (2/574). 2. Al-Quthubi berkata (4/3323) bahwasanya ayat ini turun pada Akhnas bin Syuraiq, ia adalah seorang yang pandai berkata-kata dan manis ucapannya, pada suatu hari ia bertemu dengan Rasulullah dan mengatakan hal-hal yang disukai oleh Nabi akan tetapi di dalam hatinya penuh dengan perasaan tidak suka kepada beliau. Ada juga yang mengatakan bahwasanya ayat ini turun pada orang-orang munafik.
Ibnu Abbasmemalingkan dadaMunafik

Tafsir Lengkap

Setelah menjelaskan bahwa seluruh manusia akan kembali dan menghadap Allah pada Hari Kiamat nanti, lalu ayat ini menjelaskan bahwa pengetahuan Allah meliputi apa saja yang ditampakkan maupun yang disembunyikan. Ingatlah, sesungguhnya mereka, yaitu orang-orang munafik, memalingkan dada dari kebenaran agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad, untuk menyembunyikan sesuatu dalam diri, yakni permusuhan dan kemunafikan mereka dari dia, yakni Nabi Muhammad. Ingatlah, ketika mereka dengan sungguh-sungguh menyelimuti, menutupi diri-nya dengan kain agar tidak terlihat oleh Allah dan Nabi Muhammad, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka nyatakan, yakni tampakkan, sungguh, Allah Maha Mengetahui segala isi hati dan segala yang tersembunyi. []

Dibaca 21 kali