Nabi bertanya kepada Malaikat Jibril mengapa lama sekali ia tidak mendatangi beliau. Ayat ini lantas turun untuk menjawab pertanyaa
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لِجِبْرِيلَ: مَا يَمْنَعُكَ أَنْ تَزُورَنَا أَكْثَرَ مِمَّا تَزُورُنَا؟ فَنَزَلَتْ (وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلاَّ بِأَمْرِ رَبِّك َ لَهُ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا وَمَا خَلْفَنَا). (1)
Ibnu Abbas radiyallahu 'anhuma berkata, “Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bertanya kepada Jibril, ‘Apa yang membuat dirimu tidak mengunjungiku lebih sering daripada yang sudah-sudah?’ Turunlah setelah itu ayat, wa ma natanazzalu illa bi’amri rabbika lahu ma baina aidina wama khalfana.”
(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab wa ma Natanazzalu Illa bi Amri Rabbik, hlm. 1179, hadis nomor 4731.
AyatJibrilMalaikat
Asbabun Nuzul Surat Maryam Ayat 64 - Imam as Suyuthi : Pernyataan Nabi Muhammad Kepada Jibril Tentang Mengapa Tidak Turun Dalam Jangka Yang Begitu Lama
“Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. Kepunyaan-Nya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang ada di belakang kita dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan tidaklah Tuhanmu lupa.”
Al-Bukhari meriwayatkan dari Ibnu Abbas, ia berkata, “Rasulullah berkata kepada Jibril, “Apa yang membuatmu tidak mengunjungiku lebih dari apa yang selama ini engkau mengunjungiku!” Maka turunlah ayat, “Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu.” (1) Ibnu Abu Hatim meriwayatkan dari Ikrimah, ia mengatakan; Jibril selama empat puluh hari tidak turun. Kemudian Ikhriman menuturkan hadits yang serupa. (2) Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari Anas, ia berkata, “Nabi bertanya kepada Jibril, “Kedudukan manakah yang paling dicintai Allah dan tanah manakah yang lebih paling dibenci oleh Allah'’” Jibril menjawab, “Aku tidak tahu, hingga coba aku tanyakan.” Jibril turun tetapi terlambat. Beliau kemudian berkata, “Engkau terlambat datang kepadaku sehingga aku menyangka engkau marah kepadaku.” Kemudian Jibril menjawab, “Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu.” (3) Ibnu Ishaq meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwasanya orang-orang Quraisy ketika bertanya tentang Ashab A-Kahfi, beliau diam selama lima belas malam tanpa mendapat wahyu dari Allah. Ketika Jibril turun, beliau berkata, “Engkau terlambat.” Kemudian Ibnu Abbas menuturkan hadits tersebut. (4)
1. Shahih: Al-Bukhari (4731) dalam Bab At-Tafsir, dan Bab Bad’u Al-KhaLj (3218).
2. Shahih: At-Tirmidzi (4167) dan Ahmad (1/231).
3. Ibnu Katsir (3/185) meriwayatkan dari jalur yang bermacam-macam, dari Mujahid, Abu Hatim dan lainnya. Dalam riwayat Ikrimah disebutkan bahwasanya Rasululah S berkata kepada Jibril, “Engkau tidak turun hingga aku rindu kepadamu.” Jibril berkata, “Bahkan aku lebih rindu kepadamu, akan tetapi aku hanyalah seorang yang diperintah.” Dalam hadits yang diriwayatkan Ibnu Abu Hatim disebutkan bahwa Jibril berkata, “Bagaimana aku mendatangi kalian sedangkan kalian tidak memotong kuku kalian, tidak memakai siwak, tidak membersihkan ruas jari kalian, dan tidak mencukur kumis kalian?”
4. Sudah disebutkan takhrijnya pada ayat 23 dan 24 surat Al-Kahfi.
Ibnu AbbasJibrilWahyu