Surah 19Ayat 77 / 98

Maryam

MaryamMakkiyahJuz 16Halaman 311

اَفَرَاَيْتَ الَّذِيْ كَفَرَ بِاٰيٰتِنَا وَقَالَ لَاُوْتَيَنَّ مَالًا وَّوَلَدًاۗ ﴿٧٧﴾

Afa ra'aital-lażī kafara bi'āyātinā wa qāla la'ūtayanna mālaw wa waladā(n).

Terjemahan

Lalu, apakah engkau melihat orang yang kufur terhadap ayat-ayat Kami dan dia mengatakan, “(Di akhirat) pasti aku akan diberi harta dan anak.”

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Maryam Ayat 77 - Kisah Seorang yang tidak Mau Bayar Hutang dan akan Membayar Setelah Dibangkitkan dari Kubur

Ayat ini turun berkaitan dengan seorang pria kafir bernama al-‘a>s} bin Wa>’il yang enggan membayar utangnya kepada seorang muslim bernama Khabba>b. Ia dengan tegas mengatakan hanya akan membayar utang itu setelah dibangkitkan dari kubur.

عَنْ خَبَّابٍ، قَالَ كُنْتُ رَجُلاً قَيْنًا، وَكَانَ لِي عَلَى الْعَاصِي بْنِ وَائِلٍ دَيْنٌ فَأَتَيْتُهُ أَتَقَاضَاهُ، فَقَالَ لِي لاَ أَقْضِيكَ حَتَّى تَكْفُرَ بِمُحَمَّدٍ‏.‏ قَالَ قُلْتُ لَنْ أَكْفُرَ بِهِ حَتَّى تَمُوتَ ثُمَّ تُبْعَثَ‏.‏ قَالَ وَإِنِّي لَمَبْعُوثٌ مِنْ بَعْدِ الْمَوْتِ فَسَوْفَ أَقْضِيكَ إِذَا رَجَعْتُ إِلَى مَالٍ وَوَلَدٍ‏.‏ قَالَ فَنَزَلَتْ (‏أَفَرَأَيْتَ الَّذِي كَفَرَ بِآيَاتِنَا وَقَالَ لأُوتَيَنَّ مَالاً وَوَلَدًا. أَطَّلَعَ الْغَيْبَ أَمِ اتَّخَذَ عِنْدَ الرَّحْمَنِ عَهْدًا. كَلاَّ سَنَكْتُبُ مَا يَقُولُ وَنَمُدُّ لَهُ مِنَ الْعَذَابِ مَدًّا. وَنَرِثُهُ مَا يَقُولُ وَيَأْتِينَا فَرْدًا‏). (1)

Khabbab radiyallahu 'anhu bercerita, “Aku adalah seorang pekerja (yang bekerja kepada al-‘A’il). Dia berhutang kepadaku (yakni: belum membayar upahku), lalu aku pun datang untuk menagihnya. Ia mengatakan, ‘Aku tidak akan melunasi utangku, kecuali bila engkau mau mengingkari Muhammad.’ ‘Aku tidak akan melakukan hal itu bahkan hingga engkau meninggal dan dibangkitkan,’ jawabku. ‘Benarkah aku akan dibangkitkan setelah mati? Bila benar, akan aku lunasi hutangku andaikata aku mendapatkan kembali harta dan anakku,’ kata al-‘A kafara bi’ayatina wa qala la’utayanna malan wawaladan attala‘al-gaiba amit-takhaz\a ‘indar-rahmani ‘ahdan kalla sanaktubu ma yaqulu wanamuddu lahu minal-‘az\abi maddan wanaris\uhu ma yaqulu waya’tina farda.”

(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab wa Naris\uhu ma Yaqulu wa Ya’tina Farda, hlm. 1180, hadis nomor 4735.

KuburTagihUtang

Asbabun Nuzul Surat Maryam Ayat 77 - Imam as Suyuthi : Orang Yang Hendak Membayar Hutang Dengan Syarat Kufur Kembali

Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami dan dia mengatakan, “Pasti aku akan diberi harta dan anak. ”
Asy-Syaikhani dan lainnya meriwayatkan dari Khabbab bin Al- Arat, ia berkata, “Aku mendatangi Al-Ashi bin Wa'il As-Sahmi untuk menagih piutangku kepadanya. Al-Ashi kemudian berkata, “Aku tidak memberikannya kepadamu hingga engkau kufur terhadap Muhammad.” Aku berkata, “Tidak, aku tidak akan melakukannya hingga engkau mati kemudian engkau dibangkitkan.” Al-Ashi berkata, “Apakah aku akan mati kemudian dibangkitkan?” Aku berkata, “Benar.” Al-Ashi berkata, “Sesungguhnya aku memiliki harta dan anak, maka aku akan membayar tagihanmu.” Maka turunlah ayat, “Maka apakah kamu telah melihat orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami dan ia mengatakan, “Pasti aku akan diberi harta dan anak. ” (1)
1. Shahih: Al-Bukhari (2091) dalam Bab AUBuyu dan Muslim (2795) dalam Bab Al-Qiyamah wa Shifah AbMunafic/in, Dalam hadits itu disebutkan bahwa Khabbab adalah seorang tukang pandai besi. Ibnu Katsir juga menuturkannya (3/192).
AnakHartaKafir

Tafsir Lengkap

Uraian tentang sikap orang yang mengingkari hari kebangkitan dilanjutkan dengan tanggapan atas keingkaran mereka. Wahai Nabi Muhammad, lalu apakah engkau telah melihat sikap dan jawaban orang yang mengingkari ayat-ayat Kami karena lebih memilih persoalan duniawi sehingga mengingkari hari kebangkitan, dan dia dengan angkuh mengatakan, “Pasti aku akan diberi harta yang banyak untuk memenuhi semua keperluan dan anak yang aku banggakan dan akan menolongku dari semua persoalan.”

Dibaca 15 kali