عَلٰى سُرُرٍ مَّوْضُوْنَةٍۙ ﴿١٥﴾
‘Alā sururim mauḍūnah(tin).
(Mereka berada) di atas dipan-dipan yang bertatahkan emas dan permata
عَلٰى سُرُرٍ مَّوْضُوْنَةٍۙ ﴿١٥﴾
‘Alā sururim mauḍūnah(tin).
(Mereka berada) di atas dipan-dipan yang bertatahkan emas dan permata
مُّتَّكِـِٕيْنَ عَلَيْهَا مُتَقٰبِلِيْنَ ﴿١٦﴾
Muttaki'īna ‘alaihā mutaqābilīn(a).
seraya bersandar di atasnya saling berhadapan.
فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍۙ ﴿٢٨﴾
Fī sidrim makhḍūd(in).
(Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,
وَّطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍۙ ﴿٢٩﴾
Wa ṭalḥim manḍūd(in).
pohon pisang yang (buahnya) bersusun-susun,
لَّا مَقْطُوْعَةٍ وَّلَا مَمْنُوْعَةٍۙ ﴿٣٣﴾
Lā maqṭū‘atiw wa lā mamnū‘ah(tin).
yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang memetiknya,
عُرُبًا اَتْرَابًاۙ ﴿٣٧﴾
‘Uruban atrābā(n).
yang penuh cinta (lagi) sebaya umurnya,