وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ ﴿٥﴾
Wa lasaufa yu‘ṭīka rabbuka fa tarḍā.
Sungguh, kelak (di akhirat nanti) Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau rida.
وَلَسَوْفَ يُعْطِيْكَ رَبُّكَ فَتَرْضٰىۗ ﴿٥﴾
Wa lasaufa yu‘ṭīka rabbuka fa tarḍā.
Sungguh, kelak (di akhirat nanti) Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu sehingga engkau rida.
اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ ﴿٦﴾
Alam yajidka yatīman fa āwā.
Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungi(-mu);
وَوَجَدَكَ ضَاۤلًّا فَهَدٰىۖ ﴿٧﴾
Wa wajadaka ḍāllan fa hadā.
mendapatimu sebagai seorang yang tidak tahu (tentang syariat), lalu Dia memberimu petunjuk (wahyu);
وَوَجَدَكَ عَاۤىِٕلًا فَاَغْنٰىۗ ﴿٨﴾
Wa wajadaka ‘ā'ilan fa agnā.
dan mendapatimu sebagai seorang yang fakir, lalu Dia memberimu kecukupan?
اَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَۙ ﴿١﴾
Alam nasyraḥ laka ṣadrak(a).
Bukankah Kami telah melapangkan dadamu (Nabi Muhammad),
وَوَضَعْنَا عَنْكَ وِزْرَكَۙ ﴿٢﴾
Wa waḍa‘nā ‘anka wizrak(a).
juga telah meringankan beban (tugas-tugas kenabian) darimu
الَّذِيْٓ اَنْقَضَ ظَهْرَكَۙ ﴿٣﴾
Allażī anqaḍa ẓahrak(a).
yang memberatkan punggungmu,
وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَۗ ﴿٤﴾
Wa rafa‘nā laka żikrak(a).
dan meninggikan (derajat)-mu (dengan selalu) menyebut-nyebut (nama)-mu?