Surah 36Ayat 12 / 83

Yaa Siin

YasinMakkiyahJuz 22Halaman 440

اِنَّا نَحْنُ نُحْيِ الْمَوْتٰى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوْا وَاٰثَارَهُمْۗ وَكُلَّ شَيْءٍ اَحْصَيْنٰهُ فِيْٓ اِمَامٍ مُّبِيْنٍࣖ ﴿١٢﴾

Innā naḥnu nuḥyil-mautā wa naktubu mā qaddamū wa āṡārahum, wa kulla syai'in aḥṣaināhu fī imāmim mubīn(in).

Terjemahan

Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati dan Kami (pulalah) yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuz).

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Yasin Ayat 12 - Menjelaskan Bahwa Setiap Langkah Menuju Masjid akan Dicatat Sebagai Kebaikan di Sisi Allah

Banyak sahabat Ansar yang tinggal jauh dari Masjid Nabawi. Mereka pun ingin pindah agar dekat dengan masjid. Allah lalu menurunkan ayat ini untuk menjelaskan bahwa setiap langkah mereka menuju masjid akan dicatat sebagai kebaikan di sisi Allah.

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، قَالَ كَانَتْ بَنُو سَلِمَةَ فِي نَاحِيَةِ الْمَدِينَةِ فَأَرَادُوا النُّقْلَةَ إِلَى قُرْبِ الْمَسْجِدِ فَنَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ ‏:‏ ‏(‏إنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ ‏)‏ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: ‏"‏إِنَّ آثَارَكُمْ تُكْتَبُ ‏فَلَا تَنْتَقِلُوا‏". (1)

Abu Sa‘id al-Khudriy berkata, “Bani Salimah tinggal di pinggir kota Madinah. Karena itu, mereka ingin pindah ke tempat yang lebih dekat dengan Masjid Nabawi, lalu turunlah firman Allah, inna nahnu nuhyil-mauta wanaktubu ma qaddamu wa as\arahum. Usai ayat ini turun, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Jejak langkah kalian menuju masjid akan ditulis (sebagai amal baik dalam buku catatan amal kalian) sehingga kalian tidak usah pindah tempat tinggal.’”

(1) Sahih; diriwayatkan oleh at-Tirmiz\iy, Sunan at-Tirmiz\iy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab wa min Surah Yasin, hlm. 729, hadis nomor 3226. Hadis dengan informasi yang sama juga diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Simak bin Harb dari ‘Ikrimah dari Ibnu ‘Abbas. Simak bin Harb merupakan perawi yang diperdebatkan ke-s\iqah-annya. Ibnu Ma‘in dan Abu Hatim menganggapnya s\iqah, namun menurut Ahmad, ia kurang konsisten dalam meriwayatkan hadis (mudtarib al-hadis\). Menengahi kedua pendapat ini, Ya‘qub bin Syaibah mengatakan bahwa Simak memang kurang bagus periwayatannya dari ‘Ikrimah, tapi tidak dari perawi yang lain. Dengan demikian, sanad hadis Ibnu Majah dinilai sahih. Lihat: Ibnu Majah, Sunan Ibni Majah, tahqiq Muhammad Fu’ad ‘Abdul-Baqi, (Beirut: Dar Ihya’ al-Kutub al-‘Arabiyyah, t.th.), dalam Kitab al-Masajid, Bab al-Ab‘ad fa al-Ab‘ad min al-Masjid, juz 1, hlm. 258, hadis nomor 785.

AnsarMasjidNabawi

Asbabun Nuzul Yasin Ayat 12 - Imam as Suyuthi : Allah Menuliskan Setiap Perbuatan Baik, Seperti Bani Salamah Yang Hidup Di Pinggiran Kota Madinah

“Sesungguhnya kami menghidupkan orang-orang mati dan kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan, dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh Mahfuzh). ”
Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dengan sanad yang hasan, dan Al- Hakim dengan sanad yang shahih, dari Abu Sa’id Al-Khudri, ia berkata, “Bahwa Bani Salamah yang bertempat di pinggiran kota Madinah ingin pindah ke dekat masjid Nabawi. Maka turunlah, “Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan.” Maka Nabi bersabda, “Sesungguhnya bekas telapak kalian menuju masjid dicatat oleh Allah sebaiknya kalian jangan pindah dari tempat kalian.” (1) Diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dari Ibnu Abbas dengan hadits yang serupa.
1. Dhaiif jiddan (lemah sekali): At-Tirmidzi (3226) pada Bab At-Tafsir, dan Al-Hakim (2/465) dishahihkan dan disepakati oleh Imam Adz-Dzahabi dan diriwayatkan oleh Ibnu Katsir melalui empat jalur hadits, yang mana seluruhnya antara gharib atau munqathi’. Dan dinyatakan shahih dari jalur Muslim dan Ahmad. Lihat Ibnu Katsir (4/368).
amal perbuatancatatan amaldibangkitkan

Tafsir Lengkap

Sungguh, Kamilah yang menghidupkan kembali orang-orang yang mati, dan Kamilah yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan selama hidup di dunia, baik atau buruk, kecil atau besar, untuk kami balas secara adil; dan dicatat pula bekas-bekas yang mereka tinggalkan, yakni perbuatan baik maupun buruk yang mereka kerjakan dan diikuti oleh orang lain atau generasi sesudah mereka. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab yang jelas, yakni Lauh Mahfuz.

Dibaca 22 kali