Surah 36Ayat 77 / 83

Yaa Siin

YasinMakkiyahJuz 23Halaman 445
Allah Pencipta ManusiaMenciptakan manusia dari NutfahNutfahPencipta ManusiaManusia diciptakan dari Nutfah

اَوَلَمْ يَرَ الْاِنْسَانُ اَنَّا خَلَقْنٰهُ مِنْ نُّطْفَةٍ فَاِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُّبِيْنٌ ﴿٧٧﴾

Awalam yaral-insānu annā khalaqnāhu min nuṭfatin fa'iżā huwa khaṣīmum mubīn(un).

Terjemahan

Tidakkah manusia mengetahui bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani? Kemudian tiba-tiba saja dia menjadi musuh yang nyata.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Yasin Ayat 77 - Penegasan bahwa Allah Maha Memiliki Kekuasaan untuk Menghidupkan Kembali Tulang Belulang yang Telah Hancur

Ayat di atas turun untuk menguatkan jawaban Nabi atas pertanyaan al- ‘a>s} bin Wa>’il tentang kemampuan Allah untuk menghidupkan kembali tulang belulang yang telah hancur.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: جَاءَ العَاصُ بْنُ وَائِلٍ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وآله وسلم بِعَظْمٍ حَائِلٍ فَفَتَّهُ بَيْنَ يَدَيْهِ فَقَالَ: يَا مُحَمَّدُ أَيَبْعَثُ اللهُ هَذَا حَيًّا بَعْدَمَا أَرِمَ ؟ قَالَ: "نَعَمْ، يَبْعَثُ اللهُ هَذَا ثُمَّ يُمِيْتُكَ ثُمَّ يُحْيِيْكَ ثُمَّ يُدْخِلُكَ نَارَ جَهَنَّمَ"، قَالَ: وَنَزَلَتْ الآيَاتُ ( أَوَلَمْ يَرَ الإِنْسَانُ أَنَّا خَلَقْنَاهُ مِنْ نُطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيْمٌ مُبِيْنٌ...) إِلَى آخِرِ السُّوْرَةِ. (1)

Ibnu ‘Abbas berkata, “al-‘A’il as-Sahmiy mendatangi Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam sambil membawa tulang yang rapuh. Ia lalu meremukkan tulang itu di hadapan beliau sambil bertanya (dengan nada mengejek), ‘Wahai Muhammad, akankah Allah menghidupkan kembali tulang ini setelah hancur lebur seperti ini?’ Rasul menjawab, ‘Tentu. Allah akan membangkitkan tulang ini, kemudian Ia akan mematikanmu, kemudian menghidupkanmu kembali, dan memasukkanmu ke neraka jahanam.’ Berkaitan dengan peristiwa ini turunlah firman-firman Allah, awalam yaral-insanu anna khalaqnahu min nutfatin fa’iz\a huwa khasimun mubin … hingga akhir ayat.”

(1) Sahih; diriwayatkan oleh al-Hakim, al-Mustadrak, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah Yasin, juz 2, hlm. 466, hadis nomor 3606. Menurut al-Hakim, hadis ini sahih berdasarkan syarat al-Bukhariy dan Muslim; dan penilaian ini disepakati oleh az\-Z|ahabiy.

JahanamRapuhTulang

Asbabun Nuzul Yasin Ayat 77 - Imam as Suyuthi : Manusia Diciptakan Dari Air Mani, Kecuali Nabi Adam

“Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa kami menciptakannya dari setitik air (mani), Maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!”
Diriwayatkan oleh Al-Hakim dengan sanad yang shahih, dari Ibnu Abbas, ia berkata, Al-Ash bin Wa’il datang menghadap Rasulullah & dengan membawa tulang yang rusak sambil mematah-matahkannya. Ia berkata, “Hai Muhammad, apakah Allah akan membangkitkan tulang yang sudah lapuk ini?” Nabi & menjawab: “Benar. Allah akan membangkitkan ini, mematikan kamu, menghidupkan kamu kembali, serta memasukkan kamu ke dalam neraka jahanam.” Maka turunlah ayat, “Dan Apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), Maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!” hingga ayat “Maka Maha suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaaan atas segala sesuatu dan kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (Yasin: 77-83). (1) Dan diriwayatkan pula oleh Ibnu Abi Hatim dari jalur Mujahid, Ikrimah, Urwah bin Zubair, dan As-Suddi dengan hadits serupa, dengan tambahan bahwa orang tersebut bernama Ubay bin Khalaf. (2)
1. Shahih: Al-Hakim (2/429) dan mengatakan, “Shahih menurut syarat Asy-Syaikhan (Al-Bukhari & Muslim) dan tidak diriwayatkan oleh keduanya, sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnu Katsir (4/390) 2. Al-Qurthubi (8/5696) Menyebutkan ini adalah riwayat muncjathi .
orang fasikorang kafirpenciptaan manusia

Tafsir Lengkap

Beralih dari uraian tentang pendustaan kaum kafir kepada Nabi Muhammad, Allah melalui ayat ini menjelaskan keniscayaan hari kebangkitan. Ayat ini turun untuk menjawab kelancangan al-‘As bin Wa’il yang menantang Rasulullah untuk membuktikan kemampuan Allah membangkitkan kembali tulang lapuk yang dibawanya. Dan tidakkah manusia memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes mani, kemudian setelah melalui berbagai proses ia lahir ke dunia dan tumbuh menjadi manusia sempurna, lalu ternyata dia menjadi musuh yang nyata! Mereka berubah menjadi musuh dengan mengingkari hari kebangkitan. Sungguh, sikap ini tidak sejalan dengan akal sehat.

Dibaca 21 kali