Surah 80Ayat 1 / 42

'Abasa

Berwajah MasamMakkiyahJuz 30Halaman 585
Terganggunya Rasulullah sawCerita orang buta dalam al-Qur'an
Bismillah

عَبَسَ وَتَوَلّٰىٓۙ ﴿١﴾

‘Abasa wa tawallā.

Terjemahan

Dia (Nabi Muhammad) berwajah masam dan berpaling

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Abasa Ayat 1-2 - Imam as Suyuthi : Rasulullah Yang Berpaling Dari Ibnu Ummi Maktum

“Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya. ”
At-Tirmidzi dan Al-Hakim meriwayatkan dari Aisyah, ia mengatakan; Diturunkan ayat, “Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling,” berkenaan dengan Ibnu Ummi Maktum yang buta. Ia mendatangi Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, berilah petunjuk kepadaku.” Sementara itu, di sisi Rasulullah ada para pembesar orang-orang musyrik sehingga Rasulullah berpaling dari Ibnu Ummi Maktum dan menghadap ke arah yang lain. Kemudian Ibnu Ummi Maktum berkata, “Apakah perkataanku itu membuatmu masam?” Beliau berkata, “Tidak.” Maka turunlah ayat, “Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena telah datang seorang buta kepadanya. ” Abu Ya’la meriwayatkan dari Anas hadits yang serupa. (1)
1. Hadits shahih dengan beberapa penguat. At-Tirmidzi (2/514) meriwayakan dalam Bab At-Tafsir. Ia mengatakan; hadits ini gharib. Al-Hakim (2/514) meriwayatkan secara mursal dan dibenarkan oleh Adz-Dzahabi kemursalannya yaitu dari Hisyam bin Urwah yang bersambung hingga Aisyah. Lihat Al-Qurthubi (10/7368).
bermuka masamberpalingNabi Muhammad

Tafsir Lengkap

Jika bagian akhir Surah an-Nziat menjelaskan tugas Nabi sebagai pemberi peringatan tentang hari kiamat, maka pada permulaan Surah Abasa Allah menyebutkan siapa yang akan mendapatkan manfaat dari peringatan tersebut. Disebutkan bahwa seorang pria buta bernama Abdullah bin Ummi Maktum, anak paman Khadijah, menghadap Nabi untuk meminta petunjuk. Ketika itu Nabi tengah berdakwah kepada para pemuka Quraisy. Nabi kurang berkenan dengan kedatangannya. Muka Nabi menjadi masam. Atas perilaku tersebut Allah menegurnya dengan halus. Teguran ini menunjukkan bahwa Al-Qur’an bukanlah perkataan Nabi melainkan kalamullah. Dengan teguran itu Allah menghendaki agar Nabi Muhammad melakukan hal yang lebih utama, yaitu memperhatikan orang yang sungguh-sungguh mencari kebenaran dan berpegang teguh dengan Islam. Dia, Nabi Muhammad, berwajah masam karena kedatangan Ibnu Ummi Maktum, dan berpaling darinya untuk melanjutkan pembicaraan dengan pemuka Quraisy.

Dibaca 17 kali