وَكَذٰلِكَ جَعَلْنٰكُمْ اُمَّةً وَّسَطًا لِّتَكُوْنُوْا شُهَدَاۤءَ عَلَى النَّاسِ وَيَكُوْنَ الرَّسُوْلُ عَلَيْكُمْ شَهِيْدًاۗ وَمَا جَعَلْنَا الْقِبْلَةَ الَّتِيْ كُنْتَ عَلَيْهَآ اِلَّا لِنَعْلَمَ مَنْ يَّتَّبِعُ الرَّسُوْلَ مِمَّنْ يَّنْقَلِبُ عَلٰى عَقِبَيْهِۗ وَاِنْ كَانَتْ لَكَبِيْرَةً اِلَّا عَلَى الَّذِيْنَ هَدَى اللّٰهُۗ وَمَا كَانَ اللّٰهُ لِيُضِيْعَ اِيْمَانَكُمْۗ اِنَّ اللّٰهَ بِالنَّاسِ لَرَءُوْفٌ رَّحِيْمٌ ﴿١٤٣﴾
Terjemahan
Demikian pula Kami telah menjadikan kamu (umat Islam) umat pertengahan 40) agar kamu menjadi saksi atas (perbuatan) manusia dan agar Rasul (Nabi Muhammad) menjadi saksi atas (perbuatan) kamu. Kami tidak menetapkan kiblat (Baitulmaqdis) yang (dahulu) kamu berkiblat kepadanya, kecuali agar Kami mengetahui (dalam kenyataan) siapa yang mengikuti Rasul dan siapa yang berbalik ke belakang. Sesungguhnya (pemindahan kiblat) itu sangat berat, kecuali bagi orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah. Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada manusia.
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Asbabun Nuzul Surat Al Baqarah Ayat 143 - Kekhawatiran Umat Islam atas Saudara Mereka yang Telah Wafat yang Shalat Menghadap ke Baitul Maqdis
Ayat ini turun untuk menjawab kekhawatiran beberapa sahabat terkait saudara-saudara mereka yang telah wafat sebelum Allah menurunkan ayat yang memerintahkan pengembalian kiblat ke Ka‘bah. Mereka khawatir Allah tidak menerima salat mereka.
عَنِ الْبَرَاء بنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أنَّ رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ صَلَّى إلى بَيْتِ المَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ شَهْرًا، أوْ سَبْعَةَ عَشَرَ شَهْرًا، وكانَ يُعْجِبُهُ أنْ تَكُونَ قِبْلَتُهُ قِبَلَ البَيْتِ، وأنَّهُ صَلَّى، أوْ صَلَّاهَا، صَلَاةَ العَصْرِ وصَلَّى معهُ قَوْمٌ فَخَرَجَ رَجُلٌ مِمَّنْ كانَ صَلَّى معهُ فَمَرَّ علَى أهْلِ المَسْجِدِ وهُمْ رَاكِعُونَ، قالَ: أشْهَدُ باللَّهِ، لقَدْ صَلَّيْتُ مع النبيِّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ قِبَلَ مَكَّةَ، فَدَارُوا كما هُمْ قِبَلَ البَيْتِ، وكانَ الذي مَاتَ علَى القِبْلَةِ قَبْلَ أنْ تُحَوَّلَ قِبَلَ البَيْتِ رِجَالٌ قُتِلُوا، لَمْ نَدْرِ ما نَقُولُ فيهم، فأنْزَلَ اللَّهُ: (وَما كانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إيمَانَكُمْ إنَّ اللَّهَ بالنَّاسِ لَرَؤُوفٌ رَحِيمٌ). (1) عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ لَمَّا وُجِّهَ النَّبِيُّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَى الْكَعْبَةِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ كَيْفَ بِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ مَاتُوا وَهُمْ يُصَلُّونَ إِلَى بَيْتِ الْمَقْدِسِ؟ فَأَنْزَلَ اللَّهُ: (وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِيعَ إِيمَانَكُمْ ...) الآيَةَ . (2)
Al-Bara’ (bin ‘Ad bin Bisyr—yang salat bersama Rasulullah beranjak meninggalkan masjid dan berpapasan dengan sekelompok jamaah yang sedang rukuk (menghadap Baitul Maqdis). Ia berkata, ‘Aku bersaksi demi Allah bahwa aku baru saja salat bersama Rasulullah menghadap Mekah.’ Mereka pun berputar, mengalihkan arah salat ke Baitullah. Terkait mereka yang wafat sebelum pengalihan kiblat ini, kami tidak tahu apa yang mesti kami katakan tentang mereka—apakah salat mereka diterima atau ditolak. Allah pun menurunkan firman-Nya, wa ma kanallahu liyudi'a imanakum innallaha bin-nasi lara’ufur-rahim.” Ibnu ‘Abbas berkata, “Ketika Allah subhanahu wata‘ala mengembalikan kiblat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ke Ka'bah, para sahabat bertanya, ‘Bagaimana dengan saudara-saudara kami yang telah wafat; mereka selama ini salat menghadap Baitul Maqdis?’ Allah lalu menurunkan firman-Nya, wa ma kanallahu liyudi'a imanakum.”
(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy, Shahih-Bukhariy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Sayaqulus Sufaha’, hlm. 1099–1100, hadis nomor 4486. (2) Hasan; diriwayatkan oleh at-Tirmiz\iy. Ia menilai hadis ini hasan sahih. Lihat: at-Tirmiz\iy, Sunan at-Tirmiz\iy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab wa min Surah al-Baqarah, hlm. 663, hadis nomor 2964.
Tafsir Lengkap
Dibaca 20 kali
