Surah 2Ayat 195 / 286

Al Baqarah

SapiMadaniyahJuz 2Halaman 30
Allah Mencintai orang-orang yang berbuat baik

وَاَنْفِقُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَلَا تُلْقُوْا بِاَيْدِيْكُمْ اِلَى التَّهْلُكَةِۛ وَاَحْسِنُوْاۛ اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِيْنَ ﴿١٩٥﴾

Wa anfiqū fī sabīlillāhi wa lā tulqū bi'aidīkum ilat-tahlukah(ti), wa aḥsinū, innallāha yuḥibbul-muḥsinīn(a).

Terjemahan

Berinfaklah di jalan Allah, janganlah jerumuskan dirimu ke dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al Baqarah Ayat 195 - Teguran Allah kepada Umat Islam yang Tidak Ikut Berjihad Perang

Melalui ayat ini Allah menegur sebagian umat Islam yang tidak ikut berjihad dan mulai tampak enggan berinfak untuk biaya jihad. Mereka merasa Islam sudah cukup kuat dan banyak pengikutnya. Mereka ingin tinggal di rumah untuk mengurus keluarga dan harta mereka.

عَنْ أَسْلَمَ أَبِي عِمْرَانَ التُّجِيبِيِّ: كُنَّا بِمَدِينَةِ الرُّومِ فَأَخْرَجُوا إِلَيْنَا صَفًّا عَظِيمًا مِنَ الرُّومِ فَخَرَجَ إِلَيْهِمْ مِنَ الْمُسْلِمِينَ مِثْلُهُمْ أَوْ أَكْثَرُ وَعَلَى أَهْلِ مِصْرَ عُقْبَةُ بْنُ عَامِرٍ وَعَلَى الْجَمَاعَةِ فَضَالَةُ بْنُ عُبَيْدٍ فَحَمَلَ رَجُلٌ مِنَ الْمُسْلِمِينَ عَلَى صَفِّ الرُّومِ حَتَّى دَخَلَ فِيهِمْ فَصَاحَ النَّاسُ وَقَالُوا سُبْحَانَ اللَّهِ يُلْقِي بِيَدَيْهِ إِلَى التَّهْلُكَةِ فَقَامَ أَبُو أَيُّوبَ الأَنْصَارِيُّ فَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّكُمْ تَتَأَوَّلُونَ هَذِهِ الآيَةَ هَذَا التَّأْوِيلَ وَإِنَّمَا نَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ فِينَا مَعْشَرَ الأَنْصَارِ لَمَّا أَعَزَّ اللَّهُ الإِسْلاَمَ وَكَثُرَ نَاصِرُوهُ فَقَالَ بَعْضُنَا لِبَعْضٍ سِرًّا دُونَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِنَّ أَمْوَالَنَا قَدْ ضَاعَتْ وَإِنَّ اللَّهَ قَدْ أَعَزَّ الإِسْلاَمَ وَكَثُرَ نَاصِرُوهُ فَلَوْ أَقَمْنَا فِي أَمْوَالِنَا فَأَصْلَحْنَا مَا ضَاعَ مِنْهَا ‏.‏ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَلَى نَبِيِّهِ صلى الله عليه وسلم يَرُدُّ عَلَيْنَا مَا قُلْنَا‏:‏ ‏(‏وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلاَ تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ‏)‏ فَكَانَتِ التَّهْلُكَةُ الإِقَامَةَ عَلَى الأَمْوَالِ وَإِصْلاَحَهَا وَتَرَكْنَا الْغَزْوَ فَمَا زَالَ أَبُو أَيُّوبَ شَاخِصًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى دُفِنَ بِأَرْضِ الرُّومِ. (1)

Aslam Abu‘Imran at-Tujibiy bercerita, “Suatu hari kami berada di kota Romawi (Konstantinopel). Ketika kaum Romawi mengerahkan pasukan dalam jumlah banyak, kaum muslim pun mengerahkan pasukan yang setara, bahkan jauh lebih banyak. Pasukan muslim dari Mesir dikomandoi ‘Uqbah bin ‘amir, dan pasukan yang lain dipimpin Fadalah bin ‘Ubaid. Tiba-tiba saja seorang prajurit muslim berlari menerobos barisan pasukan Romawi. Pasukan muslim yang lain berteriak, ‘Subhanallah, ia sengaja menjatuhkan dirinya ke dalam kebinasaan.’ Mendengar hal itu, Abu Ayyub al-Ansariy segera berdiri dan berkata, ‘Wahai manusia, kalian menafsirkan ayat ini sedemikian rupa, padahal Allah menurunkannya untuk kami, kaum Ansar, ketika Allah memuliakan Islam dan para pembelanya semakin banyak. Beberapa orang dari kami berbincang secara diamdiam di belakang Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam, ‘Harta kita telah habis, dan sungguh Allah telah memuliakan Islam dan memperbanyak penolongnya. Ada baiknya bila saat ini kita menyibukkan diri untuk mengurus harta kita dan berusaha mengembalikan apa yang telah lenyap. Allah lalu menurunkan ayat ini sebagai teguran atas ucapan kami, wa anfiqu fi sabilillahi wa la tulqu bi aidikum ilat-tahlukah. Kata at-tahlukah berarti sibuk mengurus dan mengelola harta, dan meninggalkan jihad. Begitu ayat ini turun, Abu Ayyub (al-Ansariy) begitu bersemangat dalam berjihad di jalan Allah hingga ia mati syahid dan dimakamkan di wilayah Romawi.”

(1) Sahih; diriwayatkan oleh at-Tirmiz\iy. Ia menilai hadis ini hasan sahih garib. Hadis yang sama diriwayatkan juga oleh al-Hakim dengan sanad yang semua perawinya dikatakan sesuai dengan syarat perawi Sahih}ain. Hadis ini, dengan redaksi (matan) yang sedikit berlainan, juga diriwayatkan oleh Abu Dawud. Semua riwayat ini berpangkal pada Aslam Abu ‘Imran, seorang perawi yang s\iqah sebagaimana disebutkan oleh Ibnu Hajar. Lihat: at-Tirmiz\iy, Sunan at-Tirmiz\iy, dalam Kitab Tafsir al-Qur’an, Bab wa min Surah al-Baqarah, hlm. 665, hadis nomor 2972; al-Hakim an-Naisaburiy, al-Mustadrak ‘Ala as-Sahihain, (Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah, cet. 2, 2002), dalam Kitab at-Tafsir, Bab Min Surah al-Baqarah, juz 2, hlm. 302, hadis nomor 3088; Abu Dawud as-Sajistaniy, Sunan Abi Dawud, (Riyad: Bait al-Afkar ad-Dauliyah, t.th), dalam Kitab al-Jihad, Bab fi Qaulih Ta‘ala wa la Tulqu, hlm. 285, hadis nomor 2512. Lihat pula: Ibnu Hajar, Tahz\ib at-Tahz\ib, (Beirut: Mu’assasah ar-Risalah, t.th.), juz 1, hlm. 135.

JihadMuslimRomawi

Asbabun Nuzul Surat Al-Baqarah Ayat 195 - Imam as Suyuthi : Orang-Oran Anshar Yang Awalnya Kerap Bersedekah Kemudian Berubah

“Dan belanjakanlah (harta bendamu) dijalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang yang berbuat baik.”
Diriwayatkah oleh Al-Bukhari dari Hudzaifah bahwasanya ia berkata, “ayat ini turun pada permasalahan infaq (najae/ah)” Diriwayatkan oleh Abu Dawud, At-Tirmidzi, dan ia menshahihkannya, Ibnu Hibban, Al-Hakim, dan yang lainnya dari Abu Ayyub Al-Anshari berkata, “Ayat ini turun pada kita wahai orang-orang Anshar! Ketika Allah memuliakan Islam dan semakin banyak penolong agama ini, sebagian orang dari kita berkata sembunyi-sembunyi, “Sesungguhnya harta kita telah hilang, dan sesungguhnya Allah telah memuliakan Islam, maka jika kita menyimpan harta kita maka kita akan memperbaiki apa yang telah hilang dari kita. Kemudian Allah menurunkan ayat-Nya untuk membantah apa yang kita katakan, “Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan.” Kebinasaan adalah menjaga harta dan selalu memikirkannya kemudian meninggalkan peperangan”. (1) Diriwayatkan oleh Ath-Thabarani dengan sanad yang shahih dari Abi Jabirah bin Dhahhak berkata, “Bahwa dahulu kaum anshar bersedekah dan memberikan makan kepada orang lain hingga mereka tertimpa Sannah" dan kemudian mereka tidak lagi ingin mengeluarkan harta mereka. Maka Allah menurunkan ayat-Nya, “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan." Dikeluarkan juga oleh Ath-Thabarani dengan sanad yang shahih dari Nu’man bin Basyir berkata, “Dahulu jika seseorang melakukan dosa, maka ia berkata, “Allah tidak akan mengampuniku” turunlah ayat “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri dalam kebinasaan." Dan hadits ini mempunyai penguat dari Al-Bara’ yang Diriwayatkan oleh Al-Hakim. (2)
(1) Shahih: At-Tirmidzi (2972) dalam Bab At-Tafsir, Abu Dawud (2512) dalam Al-Jihad. Kelaparan. Lihat Ibnu Katsir (1/314) lihat Ath-Thabarani (5671) dalam kitab Al-Ausath. (2) Shahih: disebutkan Al-Haitsami (6/317) dan ia menyandarkannya kepada Ath-Thabarani dalam kitab Al-Kabir dan Al-Ausath, dan ia berkata, “Para perawinya perawi yang shahih.”
Ansharbinasasedekah

Tafsir Lengkap

Dan infakkanlah hartamu di jalan Allah dengan menyalurkannya untuk menyantuni fakir miskin dan anak yatim, memberi beasiswa, membangun fasilitas umum yang diperlukan umat Islam seperti rumah sakit, masjid, jalan raya, perpustakaan, panti jompo, rumah singgah, dan balai latihan kerja. Dan janganlah kamu jatuhkan diri sendiri ke dalam kebinasaan dengan tangan sendiri dengan melakukan tindakan bunuh diri dan menyalurkan harta untuk berbuat maksiat. Tentu lebih tepat jika harta itu disalurkan untuk ber-buat baik bagi kepentingan orang banyak, dan berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik dengan ikhlas.

Dibaca 70 kali