Surah 2Ayat 199 / 286

Al Baqarah

SapiMadaniyahJuz 2Halaman 31
Maha Pengampun lagi Maha PenyayangAllah Maha Pengampun lagi Maha PenyayangBoleh berdagang usai manasik

ثُمَّ اَفِيْضُوْا مِنْ حَيْثُ اَفَاضَ النَّاسُ وَاسْتَغْفِرُوا اللّٰهَۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ﴿١٩٩﴾

Ṡumma afīḍū min ḥaiṡu afāḍan-nāsu wastagfirullāh(a), innallāha gafūrur raḥīm(un).

Terjemahan

Kemudian, bertolaklah kamu dari tempat orang-orang bertolak (Arafah) dan mohonlah ampunan kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al Baqarah Ayat 199 - Penegasan Allah bahwa Tidak Ada yang Lebih Mulia daripada yang Lain dalam Berhaji

Melalui ayat ini Allah menegaskan bahwa dalam berhaji tidak ada orang yang lebih mulia daripada yang lain. Hal itu untuk menghapus kebiasaan suku Quraisy yang tidak mau wukuf bersama suku lainnya karena merasa paling mulia.

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قُرَيْشٌ وَمَنْ دَانَ دِينَهَا يَقِفُونَ بِالْمُزْدَلِفَةِ وَكَانُوا يُسَمَّوْنَ الْحُمْسَ، وَكَانَ سَائِرُ الْعَرَبِ يَقِفُونَ بِعَرَفَةَ، قَالَتْ: فَلَمَّا جَاءَ الْإِسْلَامُ أَمَرَ اللَّهُ نَبِيَّهُ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يَأْتِيَ عَرَفَاتٍ فَيَقِفَ بِهَا ثُمَّ يُفِيضَ مِنْهَا فَذَلِكَ قَوْلُهُ تَعَالَى: (ثُمَّ أَفِيضُوا مِنْ حَيْثُ أَفَاضَ النَّاسُ). (1)

Adu min hais\u afadan-nas.”

(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Laisa ‘Alaikum Junahun an Tabtagu Fadlan min Rabbikum, hlm. 1107, hadis nomor 4520; Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab al-Hajj, Bab fi al-Wuquf, hlm. 893–894, hadis nomor 1219.

ArafahQuraisyWukuf

Asbabun Nuzul Surat Al-Baqarah Ayat 199 - Imam as Suyuthi : Orang Arab Berhenti Di Arafah, Sedang Orang Quraisy Berhenti Di Muzdalifah

“Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah) dan mohonlah ampun kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dari Ibnu Abbas berkata, “Bahwasanya dahulu orang-orang Arab berhenti di padang Arafah, dan orang-orang Quraisy berhenti di Muzdalifah, maka Allah menurunkan ayat-Nya, “Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah).” Diriwayatkan oleh Ibnul Mundzir dari Asma binti Abi Bakar berkata, “Dahulu orang-orang Quraisy berhenti di Muzdalifah, dan orang-orang lain berhenti di Arafah kecuali Syaibah bin Rabi’ah, maka turunlah ayat, “Kemudian bertolaklah kamu dari tempat bertolaknya orang-orang banyak (Arafah)” (1)
(1) Shahih: Al-Bukhari (4520) dalam Bab At-Tafsir, Muslim (1219) dalam Al-Hajj. Dan lihat juga Ibnu Katsir (1/331).
ArafahHajiRukun

Tafsir Lengkap

Kemudian bertolaklah kamu dari tempat orang banyak bertolak, yakni dari Arafah setelah wukuf menuju Masyarilharam, Muzdalifah, Mina, dan Mekah, dan mohonlah ampunan kepada Allah di tempat-tempat tersebut dari semua dosa yang pernah dilakukan. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang kepada orang yang tobat dan memohon ampun. Orang Arab Jahiliah ketika menunaikan ibadah haji merasa tidak perlu mengikuti cara-cara orang banyak berwukuf di Arafah, bermalam di Muzdalifah, dan melempar jamrah, padahal semuanya berasal dari manasik haji yang dicontohkan oleh Nabi Ibrahim. Mereka meyakini bahwa tidak keluar dari Mekah merupakan penghormatan terhadap Kakbah dan tanah haram. Al-Qur'an meluruskan hal ini, menegaskan bahwa tidak ada perbedaan dalam tata cara ibadah antara satu golongan dengan golongan yang lain. Prinsip ibadah adalah menaati perintah Allah dan mengikuti aturan-Nya dengan ikhlas.

Dibaca 13 kali