Surah 2Ayat 220 / 286

Al Baqarah

SapiMadaniyahJuz 2Halaman 35
Maha Perkasa Maha BijaksanaSaran untuk memuliakan, berbuat baik dan menafkahi anak yatimTentang Yatim

فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْيَتٰمٰىۗ قُلْ اِصْلَاحٌ لَّهُمْ خَيْرٌۗ وَاِنْ تُخَالِطُوْهُمْ فَاِخْوَانُكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَاَعْنَتَكُمْ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ ﴿٢٢٠﴾

Fid-dun-yā wal-ākhirah(ti), wa yas'alūnaka ‘anil-yatāmā, qul iṣlāḥul lahum khair(un), wa in tukhāliṭūhum fa'ikhwānukum, wallāhu ya‘lamul-mufsida minal-muṣliḥ(i), wa lau syā'allāhu la'a‘natakum innallāha ‘azizun ḥakīm(un).

Terjemahan

tentang dunia dan akhirat. Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.” Jika kamu mempergauli mereka, mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al Baqarah Ayat 220 - Kekhawatiran Wali Anak Yatim dan Jaminan Allah kepada Mereka

Seiring dengan turunnya Surah an-Nisa>’/4: 10 dan an-An‘a>m/6: 152, para wali merasa enggan mengurusi harta anak yatim karena khawatir secara tidak sengaja turut memakan harta mereka. Allah lalu menurunkan ayat berikut untuk menjamin ketenteraman dan kesejahteraan mereka.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ ‏(‏وَلاَ تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلاَّ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ)‏ وَ‏ (‏إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَى ظُلْمًا‏)‏ قَالَ: اجْتَنَبَ النَّاسُ مَالَ الْيَتِيمِ وَطَعَامَهُ، فَشَقَّ ذَلِكَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ، فَشَكَوْا ذَلِكَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ: ‏(‏وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْيَتَامَى قُلْ إِصْلاَحٌ لَهُمْ خَيْرٌ‏ ... إِلَى قَوْلِهِ: ‏لَأَعْنَتَكُمْ‏). (1)‏‏

Ibnu ‘Abbas berkata, “Ketika turun firman Allah wala taqrabu malal-yatimi illa billati hiya ahsan dan innal-laz\ina ya’kuluna amwalal-yatama zulman, para sahabat berusaha menjauhi harta dan makanan anak yatim. Hal ini membuat kaum muslim merasa berat—karena mengakibatkan banyak anak yatim menjadi telantar. Mereka lantas mengadukan hal tersebut kepada Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam, maka turunlah firman Allah, wa yas’alunaka ‘anil-yatama qul islahul-lahum khair ... hingga firman-Nya, la a‘natakum.

(1) Hasan; diriwayatkan oleh an-Nasa’iy, Ahmad, al-Hakim, dan al-Baihaqiy. Ibnu Hajar menyatakan hadis ini diriwayatkan pula oleh Sufyan as\-S|auriy dalam Tafsir-nya dari Salim al-Aftas dari Sa‘id bin Jubair secara mursal, begitu pula Qais bin Rabi‘ dari Salim pun menyetujui kemursalannya, begitu pula dari jalur ‘Abdurrazzaq dari Ma‘mar dan Qatadah; hampir semuanya meriwayatkan secara mursal dari Ibnu ‘Abbas. Lihat: an-Nasa’iy, Sunan an-Nasa’iy/al-Mujtaba, (Riyad: Bait al-Afkar ad-Dauliyyah, t.th.), dalam Kitab al-Wasaya, Bab Ma li al-Wasiy min Mal al-Yatim Iz\a Qama Bih, hlm. 389, hadis nomor 3669; Ahmad, al-Musnad, (Riyad: Bait al-Afkar ad-Dauliyyah, 1998), hlm. 269, hadis nomor 3002; al-Hakim, al-Mustadrak, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah an-Nisa’, hlm. 331–332, hadis nomor 3184; dan al-Baihaqiy, as-Sunan al-Kubra, dalam Kitab al-Buyu‘, Bab al-Waliy Yukhlit Malah bi Mal al-Yatim, hadis nomor 11003. Lihat pula: Ibnu Hajar, al-‘Ujab, hlm. 357.

AnakHartaYatim

Asbabun Nuzul Surat Al-Baqarah Ayat 220 - Imam as Suyuthi : Larangan Mengelola Harta Anak Yatim Jika Ada Niatan Tidak Baik

“Tentang dunia dan akhirat. Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim, katakanlah: “Mengurus urusan mereka secara patut adalah baik, dan jika kamu menggauli mereka, maka mereka adalah saudaramu dan Allah mengetahui siapa yang berbuat kerusakan yang dari yang mengadakan perbaikan. Dan jikalau Allah menghendaki, niscaya Dia dapat mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana. ”
Diriwayatkan oleh Abu Dawud, An-Nasa’i, Al-Hakim, dan yang lain dari Ibnu Abbas H berkata, “Ketika turun ayat, “Dan janganlah kalian mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik. ” (Al-Isra’:34) dan “Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zhalim.” (An-Nisa’: 10), maka beranjaklah orang-orang yang di sisinya ada (mempunyai) anak yatim, kemudian mereka memisahkan makanan mereka dengan makanan anak yatim, begitu juga minum mereka, dan mereka melebihkan makanan anak yatim dari makanan mereka dan mengurung mereka sehigga makanan tersebut dimakanan atau makanan tersebut rusak, hingga hal tersebut melampaui batas, kemudian mereka menceritakan hal tersebut kepada Nabi, maka turunlah ayat, “Dan mereka bertanya kepadamu tentang anak yatim. 1
1. Shahih: Ahmad (1/326) dalam Musnad-nya, dan Al-Qurthubi berkata (1/975): “Ada yang mengatakan bahwa orang yang bertanya adalah Abdullah bin Rawahah, ada juga yang mengatakan bahwa orang-orang Arab sangat pesimis dan takut j ika harta anak yatim tercampur pada makanan mereka, maka turunlah ayat ini.”
HartaKesulitanYatim

Tafsir Lengkap

Yakni memikirkan tentang dunia dan akhirat. Dunia adalah tempat beramal dan akhirat adalah tempat memanen hasil dari amalan itu. Dunia adalah negeri yang fana dan akhirat kekal abadi. Karena itu, berbuatlah kebajikan selagi kamu di dunia agar di akhirat kamu mendapat kebahagiaan selama-lamanya. Demikianlah Allah memberi petunjuk dengan ayat-ayatnya untuk kebahagiaan manusia, tidak saja kebahagiaan di dunia tetapi juga di akhirat. Selanjutnya Allah memberi tuntunan dalam memelihara anak yatim. Mereka menanyakan kepadamu, wahai Nabi Muhammad, tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka, yakni mengurus anak yatim untuk memperbaiki keadaan mereka, adalah baik!” Dan jika kamu mempergauli dan menyatukan mereka dengan keluargamu dalam urusan makanan, tempat tinggal, dan keperluan lainnya, maka yang demikian itu baik sebab mereka adalah saudara-saudaramu. Karena itu, sepantasnya engkau bergaul dengan mereka dan menjadikan mereka satu dengan keluargamu.Yang demikian itu lebih baik daripada engkau memisahkan mereka dari keluargamu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Dan jika Allah menghendaki, nisacaya Dia datangkan kesulitan kepadamu dengan membiarkan kamu dalam kesulitan mengurus anak yatim. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana dengan tidak menghendaki kesulitan sedikit pun menimpamu.

Dibaca 29 kali