فِى الدُّنْيَا وَالْاٰخِرَةِۗ وَيَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ الْيَتٰمٰىۗ قُلْ اِصْلَاحٌ لَّهُمْ خَيْرٌۗ وَاِنْ تُخَالِطُوْهُمْ فَاِخْوَانُكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ الْمُفْسِدَ مِنَ الْمُصْلِحِۗ وَلَوْ شَاۤءَ اللّٰهُ لَاَعْنَتَكُمْ اِنَّ اللّٰهَ عَزِيْزٌ حَكِيْمٌ ﴿٢٢٠﴾
Terjemahan
tentang dunia dan akhirat. Mereka bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang anak-anak yatim. Katakanlah, “Memperbaiki keadaan mereka adalah baik.” Jika kamu mempergauli mereka, mereka adalah saudara-saudaramu. Allah mengetahui orang yang berbuat kerusakan dan yang berbuat kebaikan. Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia mendatangkan kesulitan kepadamu. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Asbabun Nuzul Surat Al Baqarah Ayat 220 - Kekhawatiran Wali Anak Yatim dan Jaminan Allah kepada Mereka
Seiring dengan turunnya Surah an-Nisa>’/4: 10 dan an-An‘a>m/6: 152, para wali merasa enggan mengurusi harta anak yatim karena khawatir secara tidak sengaja turut memakan harta mereka. Allah lalu menurunkan ayat berikut untuk menjamin ketenteraman dan kesejahteraan mereka.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ هَذِهِ الآيَةُ (وَلاَ تَقْرَبُوا مَالَ الْيَتِيمِ إِلاَّ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ) وَ (إِنَّ الَّذِينَ يَأْكُلُونَ أَمْوَالَ الْيَتَامَى ظُلْمًا) قَالَ: اجْتَنَبَ النَّاسُ مَالَ الْيَتِيمِ وَطَعَامَهُ، فَشَقَّ ذَلِكَ عَلَى الْمُسْلِمِينَ، فَشَكَوْا ذَلِكَ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ: (وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْيَتَامَى قُلْ إِصْلاَحٌ لَهُمْ خَيْرٌ ... إِلَى قَوْلِهِ: لَأَعْنَتَكُمْ). (1)
Ibnu ‘Abbas berkata, “Ketika turun firman Allah wala taqrabu malal-yatimi illa billati hiya ahsan dan innal-laz\ina ya’kuluna amwalal-yatama zulman, para sahabat berusaha menjauhi harta dan makanan anak yatim. Hal ini membuat kaum muslim merasa berat—karena mengakibatkan banyak anak yatim menjadi telantar. Mereka lantas mengadukan hal tersebut kepada Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam, maka turunlah firman Allah, wa yas’alunaka ‘anil-yatama qul islahul-lahum khair ... hingga firman-Nya, la a‘natakum.
(1) Hasan; diriwayatkan oleh an-Nasa’iy, Ahmad, al-Hakim, dan al-Baihaqiy. Ibnu Hajar menyatakan hadis ini diriwayatkan pula oleh Sufyan as\-S|auriy dalam Tafsir-nya dari Salim al-Aftas dari Sa‘id bin Jubair secara mursal, begitu pula Qais bin Rabi‘ dari Salim pun menyetujui kemursalannya, begitu pula dari jalur ‘Abdurrazzaq dari Ma‘mar dan Qatadah; hampir semuanya meriwayatkan secara mursal dari Ibnu ‘Abbas. Lihat: an-Nasa’iy, Sunan an-Nasa’iy/al-Mujtaba, (Riyad: Bait al-Afkar ad-Dauliyyah, t.th.), dalam Kitab al-Wasaya, Bab Ma li al-Wasiy min Mal al-Yatim Iz\a Qama Bih, hlm. 389, hadis nomor 3669; Ahmad, al-Musnad, (Riyad: Bait al-Afkar ad-Dauliyyah, 1998), hlm. 269, hadis nomor 3002; al-Hakim, al-Mustadrak, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah an-Nisa’, hlm. 331–332, hadis nomor 3184; dan al-Baihaqiy, as-Sunan al-Kubra, dalam Kitab al-Buyu‘, Bab al-Waliy Yukhlit Malah bi Mal al-Yatim, hadis nomor 11003. Lihat pula: Ibnu Hajar, al-‘Ujab, hlm. 357.
Asbabun Nuzul Surat Al-Baqarah Ayat 220 - Imam as Suyuthi : Larangan Mengelola Harta Anak Yatim Jika Ada Niatan Tidak Baik
Tafsir Lengkap
Dibaca 29 kali
