Surah 45Ayat 23 / 37

Al Jaatsiyah

BerlututMakkiyahJuz 25Halaman 501

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ ﴿٢٣﴾

Afa ra'aita manittakhaża ilāhahū hawāhu wa aḍallahullāhu ‘alā ‘ilmiw wa khatama ‘alā sam‘ihī wa qalbihī wa ja‘ala ‘alā baṣarihī gisyāwah(tan), famay yahdīhi mim ba‘dillāh(i), afalā tażakkarūn(a).

Terjemahan

Tahukah kamu (Nabi Muhammad), orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan dibiarkan sesat oleh Allah dengan pengetahuan-Nya,688) Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya, siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Apakah kamu (wahai manusia) tidak mengambil pelajaran?

Catatan Kaki:688) Allah membiarkan orang itu sesat karena Allah mengetahui bahwa ia tidak menerima petunjuk yang Dia berikan kepadanya.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Jasiyah Ayat 23 - Kebodohan Kaum Jahiliyah yang Menyembah Berhala

Ayat ini turun bekenaan dengan kebodohan kaum jahiliah yang menyembah berhala. Bila berhala itu telah usang, mereka segera menggantinya dengan berhala yang baru dan menjadikannya sembahan. Demikian seterusnya.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: كَانَ الرَّجُلُ مِنَ العَرَبِ يَعْبُدُ الحَجَرَ، فَإِذَا وَجَدَ أَحْسَنَ مِنْهُ أَخَذَهَ وَأَلْقَى الآخَرَ، فَأَنْزَلَ اللهُ عز وجل: (أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ). (1)

Ibnu ‘Abbas berkata, “Dulu ada seorang pria Arab yang menyembah berhala dari batu. Begitu menemukan berhala yang lebih indah, ia begitu saja menjadikannya sembahan dan membuang berhala yang lama. Allah lalu menurunkan firman-Nya, afara’aita manittakhaz\a ilahahu hawah.”

(1) Sahih; diriwayatkan oleh an-Nasa’iy dan al-Hakim. al-Hakim mengatakan sanad hadis ini sahih, dan az\-Z|ahabiy menyetujui penilaian ini. Lihat: an-Nasa’iy, as-Sunan al-Kubra, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah al-Jas\iyah, juz 10, hlm. 254, hadis nomor 11421; al-Hakim, al-Mustadrak, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah Ha Mim al-Jas\iyah, juz 2, hlm. 491, hadis nomor 3689.

ArabBerhalaSembah

Asbabun Nuzul Surat Al-Jatsiyah Ayat 23 - Imam as Suyuthi : Orang Yang Menggunakan Nafsu Sebagai Tuhan, Maka Ia Tidak Akan Menemukan Kebenaran

“Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya? Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat). Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?”
Ibnul Mundzir dan Ibnu Jarir meriwayatkan dari Sa’id bin Jubair, ia mengatakan; Dahulu orang-orang Quraisy menyembah batu pada suatu ketika. Tatkala mereka menemukan sesuatu yang lebih baik, maka mereka membuang yang pertama dan menyembah yang lain. Maka Allah menurunkan ayat, “Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya.’’
1. Al-Qurthubi (9/6217) mengatakan; ayat ini diturunkan berkenaan dengan Al-Harits bin Qais As-Sahmi yaitu salah seorang yang gemar mengolok-olok, sebab ia menyembah apa yang disenangi hawa nafsunya. Sa’id bin Jubair mengatakan bahwasanya ada salah seorang di antara mereka menyembah batu. Apabila melihat sesuatu yang lebih baik maka dia akan melempar batu itu dan menyembah yang lainnya. Catatan: Al-Qurthubi (9/6206) mengatakan; Seluruhnya merupakan Surat Makkiyyah .... Ibnu Abbas dan Qatadah mengatakan; Kecuali satu ayat yaitu, “Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut akan hari-hari Allah. ” (Ad-Dukhan: 14) Ayat ini diturunkan di Madinah berkenaan dengan Umar bin AbKhaththab Radhiyallahu Anhu. Seorang laki-laki musyrik dari Makkah mencelanya sebelum peristiwa hijrah. Ia kemudian ingin menamparnya. Maka turunlah ayat ini.... Kemudian ayat tersebut dinasakh oleh firman Allah, “Maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu di mana saja kamu jumpai
Hawa nafsuorang sesatpetunjuk

Tafsir Lengkap

Maka pernahkah kamu, wahai Nabi Muhammad, melihat dan menyaksikan orang yang menyimpang dari fitrahnya dengan menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya, dengan mengikuti dan menurutinya dan Allah membiarkannya sesat dan larut dalam kesesatannya itu dengan sepengetahuan-Nya, yakni ilmu Allah Yang Mahaluas, dan Allah telah mengunci pendengaran sehingga mereka tidak dapat mendengar kebenaran dan mengunci hatinya sehingga dia enggan meyakini kebenaran serta meletakkan tutup atas penglihatannya sehingga tidak dapat melihat bukti-bukti ke-Esaan Allah di muka bumi ini? Maka siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah berpaling dan membiarkannya sesat? Mengapa kamu, wahai kaum musyrik atau siapa pun juga, tidak meng-ambil pelajaran dari apa yang terjadi pada orang-orang yang sesat itu?

Dibaca 21 kali