اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ ﴿٢٣﴾
Terjemahan
Tahukah kamu (Nabi Muhammad), orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan dibiarkan sesat oleh Allah dengan pengetahuan-Nya,688) Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya, siapakah yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat)? Apakah kamu (wahai manusia) tidak mengambil pelajaran?
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Asbabun Nuzul Surat Al-Jasiyah Ayat 23 - Kebodohan Kaum Jahiliyah yang Menyembah Berhala
Ayat ini turun bekenaan dengan kebodohan kaum jahiliah yang menyembah berhala. Bila berhala itu telah usang, mereka segera menggantinya dengan berhala yang baru dan menjadikannya sembahan. Demikian seterusnya.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: كَانَ الرَّجُلُ مِنَ العَرَبِ يَعْبُدُ الحَجَرَ، فَإِذَا وَجَدَ أَحْسَنَ مِنْهُ أَخَذَهَ وَأَلْقَى الآخَرَ، فَأَنْزَلَ اللهُ عز وجل: (أَفَرَأَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ إِلَهَهُ هَوَاهُ). (1)
Ibnu ‘Abbas berkata, “Dulu ada seorang pria Arab yang menyembah berhala dari batu. Begitu menemukan berhala yang lebih indah, ia begitu saja menjadikannya sembahan dan membuang berhala yang lama. Allah lalu menurunkan firman-Nya, afara’aita manittakhaz\a ilahahu hawah.”
(1) Sahih; diriwayatkan oleh an-Nasa’iy dan al-Hakim. al-Hakim mengatakan sanad hadis ini sahih, dan az\-Z|ahabiy menyetujui penilaian ini. Lihat: an-Nasa’iy, as-Sunan al-Kubra, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah al-Jas\iyah, juz 10, hlm. 254, hadis nomor 11421; al-Hakim, al-Mustadrak, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah Ha Mim al-Jas\iyah, juz 2, hlm. 491, hadis nomor 3689.
Asbabun Nuzul Surat Al-Jatsiyah Ayat 23 - Imam as Suyuthi : Orang Yang Menggunakan Nafsu Sebagai Tuhan, Maka Ia Tidak Akan Menemukan Kebenaran
Tafsir Lengkap
Dibaca 21 kali
