Surah 45Ayat 24 / 37

Al Jaatsiyah

BerlututMakkiyahJuz 25Halaman 501
Mengingkari Hari Kebangkitan

وَقَالُوْا مَا هِيَ اِلَّا حَيَاتُنَا الدُّنْيَا نَمُوْتُ وَنَحْيَا وَمَا يُهْلِكُنَآ اِلَّا الدَّهْرُۚ وَمَا لَهُمْ بِذٰلِكَ مِنْ عِلْمٍۚ اِنْ هُمْ اِلَّا يَظُنُّوْنَ ﴿٢٤﴾

Wa qālū mā hiya illā ḥayātunad-dun-yā namūtu wa naḥyā wa mā yuhlikunā illad-dahr(u), wa mā lahum biżālika min ‘ilmin in hum illā yaẓunnūn(a).

Terjemahan

Mereka berkata, “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup, dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa.” Padahal, mereka tidak mempunyai ilmu (sama sekali) tentang itu. Mereka hanyalah menduga-duga.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat Al-Jasiyah Ayat 24 - Sikap Kaum Jahiliyah yang Mengingkari kekuasaan Allah untuk Menghidupkan dan Mematikan

Ayat ini turun berkenaan dengan sikap kaum jahiliah yang mengingkari kekuasaan Allah untuk menghidupkan dan mematikan mereka. Mereka berkeyakinan bahwa kehidupan dan kematian ditentukan oleh masa, bukan oleh Tuhan pemilik masa tersebut.

عَنِ أَبِيْ هُرَيْرَةَ، عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم: كانَ أهْلُ الجاهِليّةِ يَقُولُونَ:إنّمَا يُهْلِكُنَا اللّيْلُ وَالنّهارُ، وَهُوَ الّذِي يُهْلِكُنَا ويُمِيْتُنَا وَيُحْيِيْنَا، فَقَالَ اللهُ فِي كِتَابِهِ: (وَقالُوْا مَا هِيَ إلاّ حَيَاتُنا الدُّنْيَا نَمُوْتُ وَنَحْيَا، وَمَا يُهْلِكُنَا إلاَّ الدَّهْرُ)، قَالَ: فَيَسُبُّوْنَ الدَّهْرَ، فَقاَلَ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: يُؤْذِيْنِي ابْنُ آدَمَ يَسُبُّ الدَّهْرَ وَأَنَا الدَّهْرُ، بِيَدِيْ الأَمْرُ، أُقَلِّبُ اللَّيْلَ وَالنَّهَارَ. (1)

Abu Hurairah mengisahkan bahwa suatu hari Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam bercerita, “Dahulu orang-orang jahiliah biasa berkata, ‘Kita binasa akibat malam dan siang. Keduanyalah yang membinasakan, mematikan, dan menghidupkan kita.’ Allah lalu berfirman dalam kitab-Nya, waqalu ma hiya illa hayatunad-dunya’ namutu wanahya wama yuhlikuna illad-dahr. Karena itu, mereka pun mencaci maki masa—meyakininya sebagai sumber masalah. Allah pun berfirman, ‘Manusia benar-benar menyakiti-Ku. Mereka mencaci-maki masa, padahal Akulah Pemilik masa. Segala urusan ada di tangan-Ku. Aku pula yang menjadikan malam dan siang datang silih berganti.’”

(1) Sahih; diriwayatkan oleh at-Tabariy, Jami‘ al-Bayan, juz 22, hlm. 79 dari jalur Abu Kuraib dari Sufyan bin ‘Uyainah dari az-Zuhriy dari Sa‘id bin al-Musayyib dari Abu Hurairah. Semua perawinya adalah perawi al-Bukhariy dan Muslim. Demikianlah redaksi hadis ini dalam Jami‘ al-Bayan; at-Tabariy menjadikan seluruh redaksi riwayat di atas sebagai sabda Rasulullah. Bandingkan dengan al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab at-Tafsir, Bab Tafsir Surah al-Jas\iyah, hlm. 1218, hadis nomor 4826 dan Kitab at-Tauhid, Bab Yuridun an Yubaddilu Kalam Allah, hlm. 1849, hadis nomor 7491; Muslim, Sahih} Muslim, dalam Kitab al-Alfaz\ min al-Adab wa Gairiha, Bab an-Nahy ‘an Sabb ad-Dahr, hlm. 1762, hadis nomor 2246.

BinasaJahiliahMasa

Asbabun Nuzul Surat Al-Jatsiyah Ayat 24 - Imam as Suyuthi : Orang Jahiliyan Mengatakan Hidup Itu Hanya Sekali, Setelah Mati Tidak Akan Ada Lagi Kehidupan

“Dan mereka berkata, “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa,’’ dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, mereka tidak lain hanyalah menduga-duga saja.”
Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia mengatakan; Dahulu orang-orang Jahiliyah berkata, “Sesungguhnya yang membinasakan kami adalah malam dan siang. Maka Allah menurunkan ayat, “Dan mereka berkata, “Kehidupan ini tidak lain hanyalah kehidupan di dunia saja, kita mati dan kita hidup dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa.” (1)
1. Lihat: Al-Qurthubi (9/6220) dan Ibnu Katsir (5/206).
akhiratduniaKehidupan

Tafsir Lengkap

Dan mereka, orang-orang musyrik dan yang mengingkari kebangkitan, berkata, “Ia, yakni kehidupan ini, tidak lain hanyalah kehidupan dunia kita saja, tidak ada kehidupan akhirat, sebahagian kita mati karena sampai ajalnya dan sebahagian kita hidup, yakni lahir lagi dan tidak ada yang membinasakan kita selain masa, yakni akhir dari kehidupan kita.” Tetapi mereka tidak mempunyai ilmu, yakni pengetahuan yang pasti, tentang itu, mereka hanyalah menduga-duga saja.

Dibaca 16 kali