الواقعة

Al Waaqi'ah

Makkiyah · 96

Hari Kiamat Yang Pasti Terjadi

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

اِذَا وَقَعَتِ الْوَاقِعَةُۙ

Iżā waqa‘atil-wāqi‘ah(tu).

Apabila terjadi hari Kiamat (yang pasti terjadi),

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

Allah mengawali surah ini dengan penjelasan tentang hari akhir yang Dia tetapkan sebagai tanda dimulainya balasan bagi hamba. Apabila terjadi hari kiamat pada akhir kehidupan dunia kelak

لَيْسَ لِوَقْعَتِهَا كَاذِبَةٌ ۘ

Laisa liwaq‘atihā kāżibah(tun).

tidak ada seorang pun yang (dapat) mendustakan terjadinya.

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

terjadinya peristiwa dahsyat ini tidak dapat didustakan atau disangkal oleh siapa pun. Peristiwa ini merupakan ketetapan Allah yang pasti terjadi.

خَافِضَةٌ رَّافِعَةٌ

Khāfiḍatur rāfi‘ah(tun).

(Kejadian itu) merendahkan (satu golongan) dan meninggikan (golongan yang lain).

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

Peristiwa itu akan merendahkan golongan yang ingkar kepada Allah dan meninggikan golongan lain yang beriman, melaksanakan perintah Allah, dan meninggalkan larangan-Nya.

اِذَا رُجَّتِ الْاَرْضُ رَجًّاۙ

Iżā rujjatil-arḍu rajjā(n).

Apabila bumi diguncangkan sedahsyat-dahsyatnya

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

Apabila bumi digoncangkan sedahsyat-dahsyatnya pada saat kiamat dan gempa hebat di seluruh penjuru bumi menghancurkan apa saja yang ada di atasnya (lihat pula: Surah az-Zalzalah/99: 1),

وَّبُسَّتِ الْجِبَالُ بَسًّاۙ

Wa bussatil-jibālu bassā(n).

dan gunung-gunung dihancurkan sehancur-hancurnya,

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

dan ketika itu gunung-gunung dihancur-luluhkan seluluh-luluhnya,

فَكَانَتْ هَبَاۤءً مُّنْۢبَثًّاۙ

Fa kānat habā'am mumbaṡṡā(n).

jadilah ia debu yang beterbangan.

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

maka jadilah ia debu yang beterbangan bagai bulu tertiup angin ke segala arah (lihat pula: Su-rah al-Qriah/101: 5).

وَّكُنْتُمْ اَزْوَاجًا ثَلٰثَةً ۗ

Wa kuntum azwājan ṡalāṡah(tan).

Kamu menjadi tiga golongan,

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan pada saat kiamat itu kamu, wahai manusia, akan terbagi menjadi tiga golongan.

فَاَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَيْمَنَةِ ۗ

Fa aṣḥābul-maimanah(ti), mā aṣḥābul-maimanah(ti).

yaitu golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu,

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

Yaitu golongan kanan; mereka itulah orang yang beriman kepada Allah, melaksanakan perintah-Nya, dan menjauhi larangan-Nya. Alangkah mulianya golongan kanan itu karena mereka akan mendapat karunia yang Dia janjikan.

وَاَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْمَشْـَٔمَةِ ۗ

Wa aṣḥābul-masy'amah(ti), mā aṣḥābul-masy'amah(ti).

dan golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan yang kedua adalah golongan kiri, yaitu mereka yang ingkar dan berbuat kemaksiatan. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu karena mereka akan mendapat hukuman akibat kemungkarannya.

وَالسّٰبِقُوْنَ السّٰبِقُوْنَۙ

Was-sābiqūnas-sābiqūn(a).

Selain itu, (golongan ketiga adalah) orang-orang yang paling dahulu (beriman). Merekalah yang paling dahulu (masuk surga).

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan yang ketiga adalah orang-orang yang paling dahulu beriman pada dakwah Rasulullah. Karena itu, merekalah yang paling dulu masuk surga sebagai balasan atas keimanan dan ketaatannya.

اُولٰۤىِٕكَ الْمُقَرَّبُوْنَۚ

Ulā'ikal-muqarrabūn(a).

Mereka itulah orang-orang yang didekatkan (kepada Allah).

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mereka yang pertama beriman itu adalah orang-orang yang dekat kepada Allah. Sebagai balasan, mereka akan mendapat rahmat-Nya,

فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِ

Fī jannātin-na‘īm(i).

(Mereka) berada dalam surga (yang penuh) kenikmatan.

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

yaitu berada dalam surga yang penuh kenikmatan sebagaimana yang Dia janjikan.

ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ

Ṡullatum minal-awwalīn(a).

(Mereka adalah) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

Ayat-ayat ini menerangkan kenikmatan yang akan mereka terima di surga tersebut. Segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu beriman kepada Allah

وَقَلِيْلٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ

Wa qalīlum minal-ākhirīn(a).

dan sedikit dari orang-orang yang (datang) kemudian.

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

dan segolongan kecil dari orang-orang yang kemudian yang tetap teguh dalam ketaatan dan tauhid akan mendapat balasan yang Dia janjikan.

عَلٰى سُرُرٍ مَّوْضُوْنَةٍۙ

‘Alā sururim mauḍūnah(tin).

(Mereka berada) di atas dipan-dipan yang bertatahkan emas dan permata

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mereka berada di atas dipan yang kukuh dan indah karena bertahta emas dan permata,

مُّتَّكِـِٕيْنَ عَلَيْهَا مُتَقٰبِلِيْنَ

Muttaki'īna ‘alaihā mutaqābilīn(a).

seraya bersandar di atasnya saling berhadapan.

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

seraya bertelekan di atasnya berhadap-hadapan sambil mensyukuri nikmat yang mereka terima.

يَطُوْفُ عَلَيْهِمْ وِلْدَانٌ مُّخَلَّدُوْنَۙ

Yaṭūfu ‘alaihim wildānum mukhalladūn(a).

Mereka dikelilingi oleh anak-anak yang selalu muda

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Di surga itu mereka dikelilingi oleh anak-anak muda yang tetap muda dan selalu menyenangkan bila dipandang.

بِاَكْوَابٍ وَّاَبَارِيْقَۙ وَكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۙ

Bi'akwābiw wa abārīq(a), wa ka'sim mim ma‘īn(in).

dengan (membawa) gelas, kendi, dan seloki (berisi minuman yang diambil) dari sumber yang mengalir.

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Anak-anak muda itu melayani mereka dengan membawa gelas, cerek, dan minuman segar yang diambil dari air yang mengalir dari sumber yang tidak pernah kering.

لَّا يُصَدَّعُوْنَ عَنْهَا وَلَا يُنْزِفُوْنَۙ

Lā yuṣadda‘ūna ‘anhā wa lā yunzifūn(a).

Mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk.

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mereka juga mendapat minuman anggur yang tidak memabukkan sehingga mereka tidak pening karenanya dan tidak pula mabuk.

وَفَاكِهَةٍ مِّمَّا يَتَخَيَّرُوْنَۙ

Wa fākihatim mimmā yatakhayyarūn(a).

(Mereka menyuguhkan pula) buah-buahan yang mereka pilih

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Di sana disediakan pula makanan dan buah-buahan yang beragam sehingga mereka mendapatkan buah apa pun yang mereka pilih.

وَلَحْمِ طَيْرٍ مِّمَّا يَشْتَهُوْنَۗ

Wa laḥmi ṭairim mimmā yasytahūn(a).

dan daging burung yang mereka sukai.

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan dihidangkan pula kepada mereka daging burung apa pun yang menggugah selera, seperti yang mereka inginkan.

وَحُوْرٌ عِيْنٌۙ

Wa ḥūrun ‘īn(un).

Ada bidadari yang bermata indah

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Orang-orang yang beriman itu mendapat karunia dan nikmat saat di surga, dan di sekeliling mereka ada bidadari-bidadari yang cantik jelita dan bermata jeli.

كَاَمْثَالِ اللُّؤْلُؤِ الْمَكْنُوْنِۚ

Ka'amṡālil-lu'lu'il-maknūn(i).

laksana mutiara yang tersimpan dengan baik

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mereka laksana mutiara yang tersimpan baik dan tidak ternoda oleh apa pun.

جَزَاۤءًۢ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ

Jazā'am bimā kānū ya‘malūn(a).

sebagai balasan atas apa yang selama ini mereka kerjakan.

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Kami berikan kenikmatan itu sebagai balasan atas keimanan mereka kepada Allah dan kebaikan apa saja yang mereka kerjakan di dunia.

لَا يَسْمَعُوْنَ فِيْهَا لَغْوًا وَّلَا تَأْثِيْمًاۙ

Lā yasma‘ūna fīhā lagwaw wa lā ta'ṡīmā(n).

Di sana mereka tidak mendengar percakapan yang sia-sia dan tidak (pula) percakapan yang menimbulkan dosa,

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mereka tidak mendengar di dalamnya perkataan yang sia-sia, seperti gurauan atau perkataan yang tidak bermanfaat, dan tidak pula mereka mendengar perkataan yang menimbulkan dosa.

اِلَّا قِيْلًا سَلٰمًا سَلٰمًا

Illā qīlan salāman salāmā(n).

kecuali (yang mereka dengar hanyalah) ucapan, “Salam… salam.”

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Tetapi, di dalam sana mereka hanya mendengar ucapan salam hangat dan doa yang menyejukkan.

وَاَصْحٰبُ الْيَمِيْنِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الْيَمِيْنِۗ

Wa aṣḥābul-yamīn(i), mā aṣḥābul-yamīn(i).

Golongan kanan, alangkah mulianya golongan kanan itu.

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Usai menguraikan nikmat bagi orang beriman, pada ayat-ayat ini Allah menjelaskan siapakah golongan kanan itu. Dan sebagian manusia termasuk golongan kanan, yaitu mereka yang beriman dan menaati ajaran Allah. Alangkah bahagianya mereka yang termasuk golongan kanan itu. Mereka pasti akan mendapat balasan surga yang penuh kenikmatan.

فِيْ سِدْرٍ مَّخْضُوْدٍۙ

Fī sidrim makhḍūd(in).

(Mereka) berada di antara pohon bidara yang tidak berduri,

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Orang yang termasuk golongan kanan itu berada di antara pohon bidara yang tak berduri dengan penuh kegembiraan,

وَّطَلْحٍ مَّنْضُوْدٍۙ

Wa ṭalḥim manḍūd(in).

pohon pisang yang (buahnya) bersusun-susun,

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

dan di sekeliling mereka terdapat pohon pisang yang bersusun-susun buahnya dan telah masak.

وَّظِلٍّ مَّمْدُوْدٍۙ

Wa ẓillim mamdūd(in).

naungan yang terbentang luas,

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Suasana di tempat itu sangat menyenangkan. Dan di bagian atasnya terdapat naungan yang terbentang luas,

وَّمَاۤءٍ مَّسْكُوْبٍۙ

Wa mā'im maskūb(in).

air yang tercurah,

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

menjadikannya terasa sejuk, dan selain itu terdapat pula air jernih yang tercurah di sana.

وَّفَاكِهَةٍ كَثِيْرَةٍۙ

Wa fākihatin kaṡīrah(tin).

buah-buahan yang banyak

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Di surga terdapat beragam sayuran dan buah-buahan yang sudah masak dan banyak macamnya.

لَّا مَقْطُوْعَةٍ وَّلَا مَمْنُوْعَةٍۙ

Lā maqṭū‘atiw wa lā mamnū‘ah(tin).

yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang memetiknya,

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Pepohonan di dalamnya merupakan tumbuhan yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang pula bagi penghuni surga untuk mengambilnya.

وَّفُرُشٍ مَّرْفُوْعَةٍۗ

Wa furusyim marfū‘ah(tin).

dan kasur-kasur yang tebal lagi empuk.

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Bagi mereka disediakan pula tempat istirahat yang dilengkapi pembaringan, dan di atasnya terdapat kasur-kasur yang tebal lagi empuk.

اِنَّآ اَنْشَأْنٰهُنَّ اِنْشَاۤءًۙ

Innā ansya'nāhunna insyā'ā(n).

Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari itu) secara langsung,

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Selain kenikmatan yang telah diuraikan, sesungguhnya di surga juga terdapat bidadari-bidadari cantik yang Kami ciptakan mereka secara langsung.

فَجَعَلْنٰهُنَّ اَبْكَارًاۙ

Faja‘alnāhunna abkārā(n).

lalu Kami jadikan mereka perawan-perawan

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Kami jadikan mereka sebagai gadis-gadis perawan.

عُرُبًا اَتْرَابًاۙ

‘Uruban atrābā(n).

yang penuh cinta (lagi) sebaya umurnya,

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mereka selalu penuh dengan cinta lagi sebaya umurnya.

لِّاَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ

Li'aṣḥābil-yamīn(i).

(diperuntukkan) bagi golongan kanan,

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Kami ciptakan mereka khusus untuk golongan kanan yang teguh imannya dan selalu menaati aturan Allah.

ثُلَّةٌ مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ

Ṡullatum minal-awwalīn(a).

(yaitu) segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Karunia dan kenikmatan itu diperuntukkan bagi kelompok kanan, yaitu segolongan besar dari orang-orang yang terdahulu beriman dan menaati ajaran Allah,

وَثُلَّةٌ مِّنَ الْاٰخِرِيْنَۗ ࣖ

Wa ṡullatum minal-ākhirīn(a).

dan segolongan besar (pula) dari orang-orang yang kemudian.

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

dan disiapkan pula bagi segolongan besar pula dari orang-orang yang kemudian dalam memeluk Islam.

وَاَصْحٰبُ الشِّمَالِ ەۙ مَآ اَصْحٰبُ الشِّمَالِۗ

Wa aṣḥābusy-syimāl(i), mā aṣḥābusy-syimāl(i).

Golongan kiri, alangkah sengsaranya golongan kiri itu.

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Beralih dari uraian tentang golongan kanan, Allah pada ayat-ayat berikut menerangkan golongan kiri. Dan orang-orang yang termasuk golongan kiri adalah mereka yang ingkar pada Allah dan selalu berbuat menyimpang. Alangkah sengsaranya golongan kiri itu karena mereka akan menerima azab sesuai dengan perilakunya di dunia.

فِيْ سَمُوْمٍ وَّحَمِيْمٍۙ

Fī samūmiw wa ḥamīm(in).

(Mereka berada) dalam siksaan angin yang sangat panas, air yang mendidih,

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mereka disiksa dalam pusaran angin yang membawa udara amat panas hingga membuat seluruh tubuh mereka melepuh, dan bagi mereka disediakan pula minuman dari air panas yang mendidih sehingga lidah mereka terbakar saat meminumnya.

وَّظِلٍّ مِّنْ يَّحْمُوْمٍۙ

Wa ẓillim miy yaḥmūm(in).

dan naungan asap hitam

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Demikian pedih azab bagi golongan kiri itu, dan mereka selalu dalam naungan asap yang hitam dari api neraka.

لَّا بَارِدٍ وَّلَا كَرِيْمٍ

Lā bāridiw wa lā karīm(in).

yang tidak sejuk dan tidak menyenangkan.

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Asap hitam itu membuat suasana di neraka sama sekali tidak sejuk dan tidak pula menyenangkan.

اِنَّهُمْ كَانُوْا قَبْلَ ذٰلِكَ مُتْرَفِيْنَۚ

Innahum kānū qabla żālika mutrafīn(a).

Sesungguhnya mereka sebelum itu hidup bermewah-mewah.

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Golongan kiri itu mendapat azab yang sangat pedih karena sesungguhnya mereka sebelum itu selalu hidup bermewahan dari harta yang tidak halal,

وَكَانُوْا يُصِرُّوْنَ عَلَى الْحِنْثِ الْعَظِيْمِۚ

Wa kānū yuṣirrūna ‘alal-ḥinṡil-‘aẓīm(i).

Mereka terus-menerus mengerjakan dosa yang besar.

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

dan di samping itu mereka terus menerus mengerjakan dosa besar.

وَكَانُوْا يَقُوْلُوْنَ ەۙ اَىِٕذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ

Wa kānū yaqūlūn(a), a'iżā mitnā wa kunnā turābaw wa ‘iẓāman a'innā lamab‘ūṡūn(a).

Mereka berkata, “Apabila kami telah mati menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan (kembali)?

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Golongan kiri itu tidak mempercayai adanya hari kebangkitan, dan mereka selalu mengatakan, “Apakah bila kami mati, dikubur, dan menjadi tanah dan tulang belulang kami hancur, apakah sesungguhnya kami akan benar-benar dibangkitkan kembali seperti saat di dunia ini?

اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَ

Awa'ābā'unal-awwalūn(a).

Apakah nenek moyang kami yang terdahulu (akan dibangkitkan pula)?”

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

Apakah bapak-bapak kami yang sudah meninggal terdahulu juga akan dibangkitkan seperti halnya kami?”

قُلْ اِنَّ الْاَوَّلِيْنَ وَالْاٰخِرِيْنَۙ

Qul innal-awwalīna wal-ākhirīn(a).

Katakanlah (Nabi Muhammad), “Sesungguhnya orang-orang yang terdahulu dan yang kemudian

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

49-50. Wahai Nabi, katakanlah untuk meyakinkan mereka, “Sesungguhnya orang-orang yang sudah meninggal terdahulu, termasuk kakek moyang mereka, dan orang-orang yang terkemudian, seperti anak cucu mereka, benar-benar akan dikumpulkan di Padang Mahsyar pada waktu tertentu pada hari yang telah dikenal dan ditetapkan.

لَمَجْمُوْعُوْنَۙ اِلٰى مِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ

Lamajmū‘ūn(a), ilā mīqāti yaumim ma‘lūm(in).

benar-benar akan dikumpulkan pada waktu tertentu, yaitu hari yang sudah diketahui.

Juz 27 · Hal. 535

Tampilkan tafsir di halaman ini

49-50. Wahai Nabi, katakanlah untuk meyakinkan mereka, “Sesungguhnya orang-orang yang sudah meninggal terdahulu, termasuk kakek moyang mereka, dan orang-orang yang terkemudian, seperti anak cucu mereka, benar-benar akan dikumpulkan di Padang Mahsyar pada waktu tertentu pada hari yang telah dikenal dan ditetapkan.

ثُمَّ اِنَّكُمْ اَيُّهَا الضَّاۤ لُّوْنَ الْمُكَذِّبُوْنَۙ

Ṡumma innakum ayyuhaḍ-ḍāllūnal-mukażżibūn(a).

Kemudian, sesungguhnya kamu, wahai orang-orang sesat lagi pendusta,

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

51-53. Kemudian pada kehidupan di akhirat itu, sesungguhnya kamu wahai orang-orang yang sesat dan selalu berbuat dosa dan maksiat lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan dakwah Nabi, pasti kamu akan memakan buah pohon zaqqum yang sangat pahit dan tidak enak, dan ketahuilah bahwa kamu tidak hanya memakan satu buah, melainkan akan penuh perutmu dengannya akibat makan dalam jumlah banyak.

لَاٰكِلُوْنَ مِنْ شَجَرٍ مِّنْ زَقُّوْمٍۙ

La'ākilūna min syajarim min zaqqūm(in).

pasti akan memakan pohon zaqum.707)

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

51-53. Kemudian pada kehidupan di akhirat itu, sesungguhnya kamu wahai orang-orang yang sesat dan selalu berbuat dosa dan maksiat lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan dakwah Nabi, pasti kamu akan memakan buah pohon zaqqum yang sangat pahit dan tidak enak, dan ketahuilah bahwa kamu tidak hanya memakan satu buah, melainkan akan penuh perutmu dengannya akibat makan dalam jumlah banyak.

فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۚ

Fa māli'ūna minhal-buṭūn(a).

Lalu, kamu akan memenuhi perut-perutmu dengannya.

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

51-53. Kemudian pada kehidupan di akhirat itu, sesungguhnya kamu wahai orang-orang yang sesat dan selalu berbuat dosa dan maksiat lagi mendustakan ayat-ayat Allah dan dakwah Nabi, pasti kamu akan memakan buah pohon zaqqum yang sangat pahit dan tidak enak, dan ketahuilah bahwa kamu tidak hanya memakan satu buah, melainkan akan penuh perutmu dengannya akibat makan dalam jumlah banyak.

فَشٰرِبُوْنَ عَلَيْهِ مِنَ الْحَمِيْمِۚ

Fasyāribūna ‘alaihi minal-ḥamīm(i).

Setelah itu, untuk penawarnya (zaqum) kamu akan meminum air yang sangat panas.

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

54-56. Wahai orang yang sesat, sesudah memenuhi perut dengan buah zaqqum yang sangat tidak enak itu, kamu akan meminum air yang sangat panas dan membakar lidah. Meski demikian, karena dahaga yang sangat mencekik maka kamu minum air panas itu seperti unta yang sangat haus minum. Itulah beragam hidangan menyakitkan yang Kami sediakan untuk mereka yang selalu ingkar dan berbuat maksiat, pada hari pembalasan”.

فَشٰرِبُوْنَ شُرْبَ الْهِيْمِۗ

Fa syāribūna syurbal-hīm(i).

Maka, kamu minum bagaikan unta yang sangat haus.

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

54-56. Wahai orang yang sesat, sesudah memenuhi perut dengan buah zaqqum yang sangat tidak enak itu, kamu akan meminum air yang sangat panas dan membakar lidah. Meski demikian, karena dahaga yang sangat mencekik maka kamu minum air panas itu seperti unta yang sangat haus minum. Itulah beragam hidangan menyakitkan yang Kami sediakan untuk mereka yang selalu ingkar dan berbuat maksiat, pada hari pembalasan”.

هٰذَا نُزُلُهُمْ يَوْمَ الدِّيْنِۗ

Hāżā nuzuluhum yaumad-dīn(i).

Inilah hidangan (untuk) mereka pada hari Pembalasan.”

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

54-56. Wahai orang yang sesat, sesudah memenuhi perut dengan buah zaqqum yang sangat tidak enak itu, kamu akan meminum air yang sangat panas dan membakar lidah. Meski demikian, karena dahaga yang sangat mencekik maka kamu minum air panas itu seperti unta yang sangat haus minum. Itulah beragam hidangan menyakitkan yang Kami sediakan untuk mereka yang selalu ingkar dan berbuat maksiat, pada hari pembalasan”.

نَحْنُ خَلَقْنٰكُمْ فَلَوْلَا تُصَدِّقُوْنَ

Naḥnu khalaqnākum falau lā tuṣaddiqūn(a).

Kami telah menciptakanmu. Mengapa kamu tidak membenarkan (hari Kebangkitan)?

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

Setelah menjelaskan azab bagi orang yang mengingkari hari kebangkitan, pada ayat-ayat ini Allah menguraikan tanda-tanda kekuasaan-Nya yang terkait kiamat tersebut. Wahai manusia, Kami Yang Mahakuasa telah menciptakan kamu, maka saat kamu mengetahui hal itu, mengapa kamu tidak membenarkan adanya penciptaan dan kebangkitan?

اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تُمْنُوْنَۗ

Afa ra'aitum mā tumnūn(a).

Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu pancarkan (sperma)?

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

58-59. Maka adakah kamu perhatikan, wahai manusia yang ingkar, tentang benih manusia yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya untuk kemudian menjadi manusia utuh, atau Kami yang menciptakannya?

ءَاَنْتُمْ تَخْلُقُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الْخٰلِقُوْنَ

A'antum takhluqūnahū am naḥnul-khāliqūn(a).

Apakah kamu yang menciptakannya atau Kami Penciptanya?

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

58-59. Maka adakah kamu perhatikan, wahai manusia yang ingkar, tentang benih manusia yang kamu pancarkan? Kamukah yang menciptakannya untuk kemudian menjadi manusia utuh, atau Kami yang menciptakannya?

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوْقِيْنَۙ

Naḥnu qaddarnā bainakumul-mauta wa mā naḥnu bimasbūqīn(a).

Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami tidak lemah

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

60-61. Wahai orang yang ingkar, ketahuilah bahwa Kami telah menentukan kematian masing-masing di antara kamu sesuai kehendak Kami, dan Kami sekali-kali tidak pernah merasa lemah untuk menggantikan kamu yang ingkar dengan orang-orang yang seperti kamu di dunia ini, dan Kami berkuasa pula untuk membangkitkan kamu kelak di akhirat dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.

عَلٰٓى اَنْ نُّبَدِّلَ اَمْثَالَكُمْ وَنُنْشِئَكُمْ فِيْ مَا لَا تَعْلَمُوْنَ

‘Alā an nubaddila amṡālakum wa nunsyi'akum fī mā lā ta‘lamūn(a).

untuk mengubah bentukmu (di hari Kiamat) dan menciptakanmu kelak dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

60-61. Wahai orang yang ingkar, ketahuilah bahwa Kami telah menentukan kematian masing-masing di antara kamu sesuai kehendak Kami, dan Kami sekali-kali tidak pernah merasa lemah untuk menggantikan kamu yang ingkar dengan orang-orang yang seperti kamu di dunia ini, dan Kami berkuasa pula untuk membangkitkan kamu kelak di akhirat dalam keadaan yang tidak kamu ketahui.

وَلَقَدْ عَلِمْتُمُ النَّشْاَةَ الْاُوْلٰى فَلَوْلَا تَذَكَّرُوْنَ

Wa laqad ‘alimtumun-nasy'atal-ūlā falau lā tażakkarūn(a).

Sungguh, kamu benar-benar telah mengetahui penciptaan yang pertama. Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran?

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

Allah pencipta seluruh makhluk, termasuk manusia. Dan sungguh, wahai orang yang mengingkari kebangkitan, kamu telah mengetahui bahwa Allah Yang Mahakuasa telah melakukan penciptaan manusia yang pertama, maka tentu Dia kuasa pula untuk menghidupkan kembali mereka yang sudah mati pada penciptaan kedua. Maka, mengapakah kamu tidak mengambil pelajaran dari kekuasaan-Nya itu untuk meyakini adanya kebangkitan? 63-64. Maka terangkanlah kepadaku, wahai pengingkar, tentang benih yang kamu tanam di ladang. Kamukah yang menumbuhkannya hingga menjadi tanaman atau Kamikah yang menumbuhkannya hingga menjadi besar dan berbuah?

اَفَرَءَيْتُمْ مَّا تَحْرُثُوْنَۗ

Afara'aitum mā taḥruṡūn(a).

Apakah kamu memperhatikan benih yang kamu tanam?

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

63-64. Maka terangkanlah kepadaku, wahai pengingkar, tentang benih yang kamu tanam di ladang. Kamukah yang menumbuhkannya hingga menjadi tanaman atau Kamikah yang menumbuhkannya hingga menjadi besar dan berbuah?

ءَاَنْتُمْ تَزْرَعُوْنَهٗٓ اَمْ نَحْنُ الزّٰرِعُوْنَ

A'antum tazra‘ūnahū am naḥnuz-zāri‘ūn(a).

Apakah kamu yang menumbuhkannya atau Kami yang menumbuhkan?

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

63-64. Maka terangkanlah kepadaku, wahai pengingkar, tentang benih yang kamu tanam di ladang. Kamukah yang menumbuhkannya hingga menjadi tanaman atau Kamikah yang menumbuhkannya hingga menjadi besar dan berbuah?

لَوْ نَشَاۤءُ لَجَعَلْنٰهُ حُطَامًا فَظَلْتُمْ تَفَكَّهُوْنَۙ

Lau nasyā'u laja‘alnāhu ḥuṭāman fa ẓaltum tafakkahūn(a).

Seandainya Kami berkehendak, Kami benar-benar menjadikannya hancur sehingga kamu menjadi heran tercengang

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

65-67. Sekiranya Kami kehendaki, pepohonan subur dan berbuah lebat yang Kami tumbuhkan itu dapat Kami hancurkan sampai kering dan lumat sehingga tidak lagi bermanfaat. Bila hal ini terjadi maka kamu akan heran dan tercengang sambil berkata, “Sesungguhnya, akibat peristiwa tidak terduga itu, kami benar-benar menderita kerugian yang sangat besar, bahkan kami benar-benar akan menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”

اِنَّا لَمُغْرَمُوْنَۙ

Innā lamugramūn(a).

(sambil berkata,) “Sesungguhnya kami benar-benar menderita kerugian.

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

65-67. Sekiranya Kami kehendaki, pepohonan subur dan berbuah lebat yang Kami tumbuhkan itu dapat Kami hancurkan sampai kering dan lumat sehingga tidak lagi bermanfaat. Bila hal ini terjadi maka kamu akan heran dan tercengang sambil berkata, “Sesungguhnya, akibat peristiwa tidak terduga itu, kami benar-benar menderita kerugian yang sangat besar, bahkan kami benar-benar akan menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”

بَلْ نَحْنُ مَحْرُوْمُوْنَ

Bal naḥnu maḥrūmūn(a).

Bahkan, kami tidak mendapat hasil apa pun.”

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

65-67. Sekiranya Kami kehendaki, pepohonan subur dan berbuah lebat yang Kami tumbuhkan itu dapat Kami hancurkan sampai kering dan lumat sehingga tidak lagi bermanfaat. Bila hal ini terjadi maka kamu akan heran dan tercengang sambil berkata, “Sesungguhnya, akibat peristiwa tidak terduga itu, kami benar-benar menderita kerugian yang sangat besar, bahkan kami benar-benar akan menjadi orang yang tidak mendapat hasil apa-apa.”

اَفَرَءَيْتُمُ الْمَاۤءَ الَّذِيْ تَشْرَبُوْنَۗ

Afa ra'aitumul-mā'al-lażī tasyrabūn(a).

Apakah kamu memperhatikan air yang kamu minum?

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

68-70. Pernahkah pula kamu memperhatikan air yang kamu minum tiap hari? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan air itu? Ketahuilah, kalau Kami kehendaki niscaya Kami menjadikannya asin sehingga tidak layak minum. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur atas anugerah Allah yang besar itu?

ءَاَنْتُمْ اَنْزَلْتُمُوْهُ مِنَ الْمُزْنِ اَمْ نَحْنُ الْمُنْزِلُوْنَ

A'antum anzaltumūhu minal-muzni am naḥnul-munzilūn(a).

Apakah kamu yang menurunkannya dari awan atau Kami yang menurunkan?

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

68-70. Pernahkah pula kamu memperhatikan air yang kamu minum tiap hari? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan air itu? Ketahuilah, kalau Kami kehendaki niscaya Kami menjadikannya asin sehingga tidak layak minum. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur atas anugerah Allah yang besar itu?

لَوْ نَشَاۤءُ جَعَلْنٰهُ اُجَاجًا فَلَوْلَا تَشْكُرُوْنَ

Lau nasyā'u ja‘alnāhu ujājan falau lā tasykurūn(a).

Seandainya Kami berkehendak, Kami menjadikannya asin. Mengapa kamu tidak bersyukur?

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

68-70. Pernahkah pula kamu memperhatikan air yang kamu minum tiap hari? Kamukah yang menurunkannya dari awan ataukah Kami yang menurunkan air itu? Ketahuilah, kalau Kami kehendaki niscaya Kami menjadikannya asin sehingga tidak layak minum. Maka, mengapakah kamu tidak bersyukur atas anugerah Allah yang besar itu?

اَفَرَءَيْتُمُ النَّارَ الَّتِيْ تُوْرُوْنَۗ

Afa ra'aitumun-nāral-latī tūrūn(a).

Apakah kamu memperhatikan api yang kamu nyalakan?

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”

ءَاَنْتُمْ اَنْشَأْتُمْ شَجَرَتَهَآ اَمْ نَحْنُ الْمُنْشِـُٔوْنَ

A'antum ansya'tum syajaratahā am naḥnul-munsyi'ūn(a).

Apakah kamu yang menumbuhkan kayunya atau Kami yang menumbuhkan?

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”

نَحْنُ جَعَلْنٰهَا تَذْكِرَةً وَّمَتَاعًا لِّلْمُقْوِيْنَۚ

Naḥnu ja‘alnāhā tażkirataw wa matā‘al lil-muqwīn(a).

Kami menjadikannya (api itu) sebagai peringatan dan manfaat bagi para musafir.

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ ࣖ

Fa sabbiḥ bismi rabbikal-‘aẓīm(i).

Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahaagung.

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

71-74. Bila kamu sudah memahami siapa yang menurunkan air, maka pernahkah kamu memperhatikan tentang api yang kamu nyalakan dari kayu bakar? Kamukah yang menumbuhkan pohon penghasil kayu bakar itu ataukah Kami yang menumbuhkannya? Ketahuilah, Kami jadikan api itu untuk peringatan dan bahan bakar yang berguna bagi musafir di padang pasir. Dengan anugerah ini, maka bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu Yang Mahabesar.”

۞ فَلَآ اُقْسِمُ بِمَوٰقِعِ النُّجُوْمِ

Falā uqsimu bimawāqi‘in-nujūm(i).

Aku bersumpah demi tempat beredarnya bintang-bintang.

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

75-76. Usai menjelaskan tanda-tanda kekuasan-Nya, Allah beralih menguraikan kemuliaan Al-Qur’an. Kemudian Aku bersumpah dengan salah satu tanda kekuasaan-Ku, yaitu tempat beredarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya, bila manusia mau memikirkan betapa teraturnya bintang-bintang yang beredar pada posisinya itu, mereka akan tahu bahwa sumpah ini benar-benar sumpah yang besar, kalau kamu mengetahui.”

وَاِنَّهٗ لَقَسَمٌ لَّوْ تَعْلَمُوْنَ عَظِيْمٌۙ

Wa innahū laqasamul lau ta‘lamūna ‘aẓīm(un).

Sesungguhnya itu benar-benar sumpah yang sangat besar seandainya kamu mengetahui.

Juz 27 · Hal. 536

Tampilkan tafsir di halaman ini

75-76. Usai menjelaskan tanda-tanda kekuasan-Nya, Allah beralih menguraikan kemuliaan Al-Qur’an. Kemudian Aku bersumpah dengan salah satu tanda kekuasaan-Ku, yaitu tempat beredarnya bintang-bintang. Dan sesungguhnya, bila manusia mau memikirkan betapa teraturnya bintang-bintang yang beredar pada posisinya itu, mereka akan tahu bahwa sumpah ini benar-benar sumpah yang besar, kalau kamu mengetahui.”

اِنَّهٗ لَقُرْاٰنٌ كَرِيْمٌۙ

Innahū laqur'ānun karīm(un).

Sesungguhnya ia benar-benar Al-Qur’an yang sangat mulia,

Juz 27 · Hal. 537

Tampilkan tafsir di halaman ini

77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.

فِيْ كِتٰبٍ مَّكْنُوْنٍۙ

Fī kitābim maknūn(in).

dalam Kitab yang terpelihara.

Juz 27 · Hal. 537

Tampilkan tafsir di halaman ini

77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.

لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَۗ

Lā yamassuhū illal-muṭahharūn(a).

Tidak ada yang menyentuhnya, kecuali para hamba (Allah) yang disucikan.708)

Juz 27 · Hal. 537

Tampilkan tafsir di halaman ini

77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.

تَنْزِيْلٌ مِّنْ رَّبِّ الْعٰلَمِيْنَ

Tanzīlum mir rabbil-‘ālamīn(a).

(Al-Qur’an) diturunkan dari Tuhan seluruh alam.

Juz 27 · Hal. 537

Tampilkan tafsir di halaman ini

77-80. Allah bersumpah bahwa sesungguhnya Al-Qur’an yang berisi tuntunan-Nya ini adalah bacaan yang sangat mulia. Wahyu Allah ini tertulis pada kitab yang terpelihara, yaitu Lauh Mahfuz yang selalu terjaga, sehingga tidak ada yang dapat menyentuhnya kecuali hamba-hamba-Nya yang disucikan. Sungguh, Al-Qur’an ini diturunkan dari Tuhan seluruh alam.

اَفَبِهٰذَا الْحَدِيْثِ اَنْتُمْ مُّدْهِنُوْنَۙ

Afa biḥāżal-ḥadīṡi antum mudhinūn(a).

Apakah kamu menganggap remeh berita ini (Al-Qur'an)

Juz 27 · Hal. 537

Tampilkan tafsir di halaman ini

81-82. Bila kamu mengetahui bahwa Al-Qur’an berasal dari Allah, maka apakah kamu masih menganggap remeh berita tentang wahyu-Nya ini? Masihkah kamu berani menjadikan rezeki yang kamu terima dari Allah justru untuk mendustakan ajaran dan mengingkari kekuasaan-Nya?

وَتَجْعَلُوْنَ رِزْقَكُمْ اَنَّكُمْ تُكَذِّبُوْنَ

Wa taj‘alūna rizqakum annakum tukażżibūn(a).

dan kamu menjadikan rezeki yang kamu terima (dari Allah) justru untuk mendustakan (Al-Qur’an)?

Juz 27 · Hal. 537

Tampilkan tafsir di halaman ini

81-82. Bila kamu mengetahui bahwa Al-Qur’an berasal dari Allah, maka apakah kamu masih menganggap remeh berita tentang wahyu-Nya ini? Masihkah kamu berani menjadikan rezeki yang kamu terima dari Allah justru untuk mendustakan ajaran dan mengingkari kekuasaan-Nya?

فَلَوْلَآ اِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُوْمَۙ

Falau lā iżā balagatil-ḥulqūm(a).

Kalau begitu, mengapa (kamu) tidak (menahan nyawa) ketika telah sampai di kerongkongan,

Juz 27 · Hal. 537

Tampilkan tafsir di halaman ini

83-85. Pada ayat-ayat ini Allah memberi peringatan kepada mereka yang mendustakan-Nya, terlebih lagi saat sakaratul maut tiba. Bila telah tiba waktunya, semua manusia akan meninggal, maka kalau begitu mengapa kamu tidak mencegah kedatangan kematian, ketika nyawa yang menjadi tanda kehidupan telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat bagaimana penderitaan orang yang sekarat itu, dan Kami serta para malaikat lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu ketika itu tidak melihat keberadaan Kami?

وَاَنْتُمْ حِيْنَىِٕذٍ تَنْظُرُوْنَۙ

Wa antum ḥīna'iżin tanẓurūn(a).

padahal kamu ketika itu melihat (orang yang sedang sekarat)?

Juz 27 · Hal. 537

Tampilkan tafsir di halaman ini

83-85. Pada ayat-ayat ini Allah memberi peringatan kepada mereka yang mendustakan-Nya, terlebih lagi saat sakaratul maut tiba. Bila telah tiba waktunya, semua manusia akan meninggal, maka kalau begitu mengapa kamu tidak mencegah kedatangan kematian, ketika nyawa yang menjadi tanda kehidupan telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat bagaimana penderitaan orang yang sekarat itu, dan Kami serta para malaikat lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu ketika itu tidak melihat keberadaan Kami?

وَنَحْنُ اَقْرَبُ اِلَيْهِ مِنْكُمْ وَلٰكِنْ لَّا تُبْصِرُوْنَ

Wa naḥnu aqrabu ilaihi minkum wa lākil lā tubṣirūn(a).

Kami lebih dekat kepadanya (orang yang sedang sekarat) daripada kamu, tetapi kamu tidak melihat.

Juz 27 · Hal. 537

Tampilkan tafsir di halaman ini

83-85. Pada ayat-ayat ini Allah memberi peringatan kepada mereka yang mendustakan-Nya, terlebih lagi saat sakaratul maut tiba. Bila telah tiba waktunya, semua manusia akan meninggal, maka kalau begitu mengapa kamu tidak mencegah kedatangan kematian, ketika nyawa yang menjadi tanda kehidupan telah sampai di kerongkongan, dan kamu ketika itu melihat bagaimana penderitaan orang yang sekarat itu, dan Kami serta para malaikat lebih dekat kepadanya daripada kamu, tetapi kamu ketika itu tidak melihat keberadaan Kami?

فَلَوْلَآ اِنْ كُنْتُمْ غَيْرَ مَدِيْنِيْنَۙ

Falau lā in kuntum gaira madīnīn(a).

Maka, mengapa jika kamu tidak diberi balasan,

Juz 27 · Hal. 537

Tampilkan tafsir di halaman ini

86-87. Setelah mengetahui keadaan orang yang sekarat, maka mengapa jika kamu memang benar tidak dikuasai oleh Allah dan bisa melakukan apa saja, kamu tidak mengembalikan nyawa itu ke tempatnya jika kamu, seperti pengakuanmu, adalah orang-orang yang benar?

تَرْجِعُوْنَهَآ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ

Tarji‘ūnahā in kuntum ṣādiqīn(a).

kamu tidak mengembalikannya (nyawa itu) jika kamu orang-orang yang benar?

Juz 27 · Hal. 537

Tampilkan tafsir di halaman ini

86-87. Setelah mengetahui keadaan orang yang sekarat, maka mengapa jika kamu memang benar tidak dikuasai oleh Allah dan bisa melakukan apa saja, kamu tidak mengembalikan nyawa itu ke tempatnya jika kamu, seperti pengakuanmu, adalah orang-orang yang benar?

فَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِيْنَۙ

Fa ammā in kāna minal-muqarrabīn(a).

Jika dia (orang yang mati) itu termasuk yang didekatkan (kepada Allah),

Juz 27 · Hal. 537

Tampilkan tafsir di halaman ini

88-89. Adapun jika dia yang mati itu termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah karena ketaatan dan amal baiknya, maka dia pasti akan memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga yang penuh kenikmatan sebagai balasan atas semua yang telah mereka perbuat di dunia.

فَرَوْحٌ وَّرَيْحَانٌ ەۙ وَّجَنَّتُ نَعِيْمٍ

Fa rauḥuw wa raiḥān(un), wa jannatu na‘īm(in).

dia memperoleh ketenteraman, rezeki, dan surga (yang penuh) kenikmatan.

Juz 27 · Hal. 537

Tampilkan tafsir di halaman ini

88-89. Adapun jika dia yang mati itu termasuk orang-orang yang didekatkan kepada Allah karena ketaatan dan amal baiknya, maka dia pasti akan memperoleh ketenteraman dan rezeki serta surga yang penuh kenikmatan sebagai balasan atas semua yang telah mereka perbuat di dunia.

وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۙ

Wa ammā in kāna min aṣḥābil-yamīn(i).

Jika dia (termasuk) golongan kanan,

Juz 27 · Hal. 537

Tampilkan tafsir di halaman ini

90-91. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan kanan, yaitu orang yang selalu berbuat baik dan menaati ajaran Allah, maka keselamatanlah yang akan dikaruniakan bagimu karena kamu adalah bagian dari golongan kanan.

فَسَلٰمٌ لَّكَ مِنْ اَصْحٰبِ الْيَمِيْنِۗ

Fa salāmul laka min aṣḥābil-yamīn(i).

“Salam bagimu” dari (sahabatmu,) golongan kanan.

Juz 27 · Hal. 537

Tampilkan tafsir di halaman ini

90-91. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan kanan, yaitu orang yang selalu berbuat baik dan menaati ajaran Allah, maka keselamatanlah yang akan dikaruniakan bagimu karena kamu adalah bagian dari golongan kanan.

وَاَمَّآ اِنْ كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِيْنَ الضَّاۤلِّيْنَۙ

Wa ammā in kāna minal-mukażżibīnaḍ-ḍāllīn(a).

Jika dia termasuk golongan para pendusta lagi sesat,

Juz 27 · Hal. 537

Tampilkan tafsir di halaman ini

92-94. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah lagi sesat akidah dan ibadahnya, maka dia akan mendapat hidangan air yang mendidih sebagai minumannya, dan dia akan mendapat hukuman yang pedih karena dibakar di dalam Jahanam.

فَنُزُلٌ مِّنْ حَمِيْمٍۙ

Fa nuzulum min ḥamīm(in).

jamuannya berupa air mendidih

Juz 27 · Hal. 537

Tampilkan tafsir di halaman ini

92-94. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah lagi sesat akidah dan ibadahnya, maka dia akan mendapat hidangan air yang mendidih sebagai minumannya, dan dia akan mendapat hukuman yang pedih karena dibakar di dalam Jahanam.

وَّتَصْلِيَةُ جَحِيْمٍ

Wa taṣliyatu jaḥīm(in).

dan dibakar oleh (neraka) Jahim.

Juz 27 · Hal. 537

Tampilkan tafsir di halaman ini

92-94. Dan adapun jika dia yang meninggal itu termasuk golongan yang mendustakan ayat-ayat Allah lagi sesat akidah dan ibadahnya, maka dia akan mendapat hidangan air yang mendidih sebagai minumannya, dan dia akan mendapat hukuman yang pedih karena dibakar di dalam Jahanam.

اِنَّ هٰذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِيْنِۚ

Inna hāżā lahuwal-ḥaqqul-yaqīn(i).

Sesungguhnya ini benar-benar merupakan hakulyakin.

Juz 27 · Hal. 537

Tampilkan tafsir di halaman ini

95-96. Sungguh, semua yang disebutkan ini adalah suatu keyakinan yang benar. Maka, setelah kamu mengetahui dan memahami dengan benar, bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Mahabesar lagi Mahaagung.

فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيْمِ ࣖ

Fa sabbiḥ bismi rabbikal-‘aẓīm(i).

Maka, bertasbihlah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang Mahaagung.

Juz 27 · Hal. 537

Tampilkan tafsir di halaman ini

95-96. Sungguh, semua yang disebutkan ini adalah suatu keyakinan yang benar. Maka, setelah kamu mengetahui dan memahami dengan benar, bertasbihlah dengan menyebut nama Tuhanmu yang Mahabesar lagi Mahaagung.