الرحمن

Ar Rahmaan

Makkiyah · 78

Yang Maha Pengasih

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

اَلرَّحْمٰنُۙ

Ar-raḥmān(u).

(Allah) Yang Maha Pengasih,

Juz 27 · Hal. 531

Tampilkan tafsir di halaman ini

Uraian pada akhir Surah al-Qamar tentang keagungan kuasa Allah dan kesempurnaan kodrat-Nya disusul dengan penjelasan mengenai limpahan rahmat Allah kepada makhluk-Nya, yang disebutkan dalam Surah ar-Rahman. Surah ini diawali dengan nama-Nya yang indah. Dialah Allah Yang Maha Pengasih kepada makhluk, baik jin, manusia, hewan, tumbuhan, dan lainnya dalam kehidupan mereka di dunia.

عَلَّمَ الْقُرْاٰنَۗ

‘Allamal-qur'ān(a).

telah mengajarkan Al-Qur’an.

Juz 27 · Hal. 531

Tampilkan tafsir di halaman ini

Allah menyebut rahmat-Nya yang paling agung. Dialah Tuhan Yang telah mengajarkan Al-Qur’an kepada siapa saja yang Dia kehendaki.

خَلَقَ الْاِنْسَانَۙ

Khalaqal-insān(a).

Dia menciptakan manusia.

Juz 27 · Hal. 531

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dia juga yang menciptakan manusia,

عَلَّمَهُ الْبَيَانَ

‘Allamahul-bayān(a).

Dia mengajarinya pandai menjelaskan.

Juz 27 · Hal. 531

Tampilkan tafsir di halaman ini

makhluk yang paling memerlukan tuntunan-Nya, dan kemudian mengajarnya pandai berbicara untuk mengungkapkan ide dalam benaknya.

اَلشَّمْسُ وَالْقَمَرُ بِحُسْبَانٍۙ

Asy-syamsu wal-qamaru biḥusbān(in).

Matahari dan bulan (beredar) sesuai dengan perhitungan.

Juz 27 · Hal. 531

Tampilkan tafsir di halaman ini

Di antara tanda kekuasaan-Nya adalah bahwa matahari dan bulan beredar pada porosnya menurut perhitungan yang sangat teliti dan tepat tanpa cacat;

وَّالنَّجْمُ وَالشَّجَرُ يَسْجُدَانِ

Wan-najmu wasy-syajaru yasjudān(i).

Tetumbuhan dan pepohonan tunduk (kepada-Nya).

Juz 27 · Hal. 531

Tampilkan tafsir di halaman ini

dan tetumbuhan tak berbatang dan pepohonan berbatang pun keduanya tunduk kepada ketentuan-Nya.

وَالسَّمَاۤءَ رَفَعَهَا وَوَضَعَ الْمِيْزَانَۙ

Was-samā'a rafa‘ahā wa waḍa‘al-mīzān(a).

Langit telah Dia tinggikan dan Dia telah menciptakan timbangan (keadilan dan keseimbangan)

Juz 27 · Hal. 531

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan Dia telah menciptakan langit. Langit itu telah ditinggikan-Nya setelah sebelumnya menyatu dengan bumi dalam bentuk gumpalan, dan Dia ciptakan keseimbangan dengan mantap

اَلَّا تَطْغَوْا فِى الْمِيْزَانِ

Allā taṭgau fil-mīzān(i).

agar kamu tidak melampaui batas dalam timbangan itu.

Juz 27 · Hal. 531

Tampilkan tafsir di halaman ini

agar kamu jangan merusak keseimbangan itu dengan berbuat melampaui batas,

وَاَقِيْمُوا الْوَزْنَ بِالْقِسْطِ وَلَا تُخْسِرُوا الْمِيْزَانَ

Wa aqīmul-wazna bil-qisṭi wa lā tukhsirul-mīzān(a).

Tegakkanlah timbangan itu dengan adil dan janganlah kamu mengurangi timbangan itu.

Juz 27 · Hal. 531

Tampilkan tafsir di halaman ini

dan karenanya tegakkanlah keseimbangan itu dalam segala bentuknya, termasuk kepada dirimu atau keluargamu, dengan adil sehingga menguntungkan semua pihak, dan janganlah kamu mengurangi keseimbangan itu dengan cara dan bentuk apa pun.

وَالْاَرْضَ وَضَعَهَا لِلْاَنَامِۙ

Wal-arḍa waḍa‘ahā lil-anām(i).

Bumi telah Dia bentangkan untuk makhluk(-Nya).

Juz 27 · Hal. 531

Tampilkan tafsir di halaman ini

Usai menjelaskan neraca keseimbangan di alam semesta, Allah kemudian berbicara tentang bumi. Dan di samping langit yang diatur dengan baik, bumi pun telah dibentangkan dan dihamparkan-Nya untuk kenyamanan semua makhluk yang menghuninya.

فِيْهَا فَاكِهَةٌ وَّالنَّخْلُ ذَاتُ الْاَكْمَامِۖ

Fīhā fākihatuw wan-nakhlu żātul-akmām(i).

Padanya terdapat buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,

Juz 27 · Hal. 531

Tampilkan tafsir di halaman ini

Bumi tidak hanya dihamparkan. Di dalamnya ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang,

وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُۚ

Wal-ḥabbu żul-‘aṣfi war-raiḥān(u).

biji-bijian yang berkulit, dan bunga-bunga yang harum baunya.

Juz 27 · Hal. 531

Tampilkan tafsir di halaman ini

tempat buah sebelum kemunculannya, dan ada pula biji-bijian yang berkulit pelindung dan bunga-bunga yang harum baunya.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 531

Tampilkan tafsir di halaman ini

Setelah memaparkan nikmat dan anugerah-Nya, Allah lalu menantang jin dan manusia, “Wahai manusia dan jin, nikmat-nikmat Allah begitu banyak, maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan, Apakah nikmat yang sudah disebutkan ataukah yang lainnya?

خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ كَالْفَخَّارِ

Khalaqal-insāna min ṣalṣālin kal-fakhkhār(i).

Dia telah menciptakan manusia dari tanah kering seperti tembikar.

Juz 27 · Hal. 531

Tampilkan tafsir di halaman ini

Setelah menjelaskan penciptaan langit dan bumi seisinya, Allah menjelaskan penciptaan manusia dan jin. Dia menciptakan jenis manusia dari tanah kering seperti tembikar,

وَخَلَقَ الْجَاۤنَّ مِنْ مَّارِجٍ مِّنْ نَّارٍۚ

Wa khalaqal-jānna mim mārijim min nār(in).

Dia juga telah menciptakan jin dari nyala api tanpa asap.

Juz 27 · Hal. 531

Tampilkan tafsir di halaman ini

dan Dia menciptakan jenis jin dari nyala api yang murni tanpa asap.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 531

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

رَبُّ الْمَشْرِقَيْنِ وَرَبُّ الْمَغْرِبَيْنِۚ

Rabbul-masyriqaini wa rabbul-magribain(i).

(Dialah) Tuhan kedua tempat terbit (matahari pada musim panas dan musim dingin) dan Tuhan kedua tempat terbenam (matahari pada kedua musim itu).

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Allah Yang Maha Pencipta itu adalah Tuhan yang memelihara dan mengendalikan dua timur, yaitu dua tempat terbit matahari pada musim panas dan musim dingin, dan Dia pula Tuhan yang memelihara dan mengendalikan dua barat, yaitu tempat terbenamnya matahari pada kedua musim tersebut.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

مَرَجَ الْبَحْرَيْنِ يَلْتَقِيٰنِۙ

Marajal-baḥraini yaltaqiyān(i).

Dia membiarkan dua laut (tawar dan asin) bertemu.

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dia membiarkan bebas dua laut mengalir berdampingan yang kemudian keduanya bertemu pada permukaannya.

بَيْنَهُمَا بَرْزَخٌ لَّا يَبْغِيٰنِۚ

Bainahumā barzakhul lā yabgiyān(i).

Di antara keduanya ada pembatas yang tidak dilampaui oleh masing-masing.

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Di antara keduanya ada batas yang diciptakan Allah sehingga batas itu tidak dilampaui oleh masing-masing.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Keduanya tidak bercampur atau melampaui batas tersebut. Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

يَخْرُجُ مِنْهُمَا اللُّؤْلُؤُ وَالْمَرْجَانُۚ

Yakhruju minhumal-lu'lu'u wal-marjān(u).

Dari keduanya keluar mutiara dan marjan.

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Demikianlah Allah membiarkan kedua laut itu mengalir berdampingan. Dari keduanya keluar atau ditemukan mutiara dan marjan yang indah.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

وَلَهُ الْجَوَارِ الْمُنْشَاٰتُ فِى الْبَحْرِ كَالْاَعْلَامِۚ

Wa lahul-jawāril-munsya'ātu fil-baḥri kal-a‘lām(i).

Milik-Nyalah (bahtera) buatan manusia yang berlayar di laut laksana gunung-gunung.

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Hanya milik-Nyalah kapal-kapal yang berlayar di lautan yang tampak bagaikan gunung-gunung yang menjulang tinggi.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ࣖ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍۖ

Kullu man ‘alaihā fān(in).

Semua yang ada di atasnya (bumi) itu akan binasa.

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Usai menjelaskan anugerah-Nya bagi kelangsungan hidup makhluk di bumi, Allah mengingatkan bahwa semua itu tidak akan membuat mereka kekal. Semua yang ada di bumi itu akan binasa,

وَّيَبْقٰى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِۚ

Wa yabqā wajhu rabbika żul-jalāli wal-ikrām(i).

(Akan tetapi,) wajah (zat) Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan tetap kekal.

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

mati dan meninggalkan dunia ini, tetapi wajah atau Zat Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan itu tetap kekal.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

يَسْـَٔلُهٗ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۗ كُلَّ يَوْمٍ هُوَ فِيْ شَأْنٍۚ

Yas'aluhū man fis-samāwāti wal-arḍ(i), kulla yaumin huwa fī sya'n(in).

Siapa yang ada di langit dan bumi selalu meminta kepada-Nya. Setiap hari Dia menangani urusan.

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dalam kehidupan ini, apa saja yang ada di langit dan di bumi selalu meminta kepada-Nya untuk memenuhi hajat hidup mereka. Karenanya, setiap waktu Dia terus berada dalam kesibukan mengatur dan memenuhi kebutuhan makhluk-Nya.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhan-mu yang manakah yang kamu dustakan?

سَنَفْرُغُ لَكُمْ اَيُّهَ الثَّقَلٰنِۚ

Sanafrugu lakum ayyuhaṡ-ṡaqalān(i).

Kami akan mencurahkan perhatian kepadamu, wahai manusia dan jin.

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Kami bersama para malaikat akan memberi perhatian sepenuhnya kepadamu, wahai golongan manusia dan jin. Kami akan melakukan perhitungan secara cermat atas semua perbuatanmu.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

يٰمَعْشَرَ الْجِنِّ وَالْاِنْسِ اِنِ اسْتَطَعْتُمْ اَنْ تَنْفُذُوْا مِنْ اَقْطَارِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ فَانْفُذُوْاۗ لَا تَنْفُذُوْنَ اِلَّا بِسُلْطٰنٍۚ

Yā ma‘syaral-jinni wal-insi inistaṭa‘tum an tanfużū min aqṭāris-samāwāti wal-arḍi fanfużū, lā tanfużūna illā bisulṭān(in).

Wahai segenap jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, tembuslah. Kamu tidak akan mampu menembusnya, kecuali dengan kekuatan (dari Allah).

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Allah menegaskan bahwa manusia dan jin tidak akan dapat menghindar dari pertanggung jawaban. Wahai golongan jin dan manusia! Jika kamu sanggup menembus atau melintasi penjuru langit dan bumi untuk menghindari pertanggung jawaban dan balasan yang akan menimpamu, maka keluar dan tembuslah keduanya. Ketauhilah, kamu tidak akan mampu menembusnya kecuali dengan kekuatan, sedangkan kamu sama sekali tidak mempunyai kekuatan itu.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

يُرْسَلُ عَلَيْكُمَا شُوَاظٌ مِّنْ نَّارٍۙ وَّنُحَاسٌ فَلَا تَنْتَصِرَانِۚ

Yursalu ‘alaikumā syuwāẓum min nār(in), wa nuḥāsun falā tantaṣirān(i).

Kepadamu, (wahai jin dan manusia,) disemburkan nyala api dan (ditumpahkan) cairan tembaga panas sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri.

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Wahai jin dan manusia, bila kamu berupaya menembus langit dan bumi, maka kepada kamu akan dikirim nyala api dan cairan tembaga panas yang meleleh sehingga kamu tidak dapat menyelamatkan diri dari-nya.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

فَاِذَا انْشَقَّتِ السَّمَاۤءُ فَكَانَتْ وَرْدَةً كَالدِّهَانِۚ

Fa iżansyaqqatis-samā'u fa kānat wardatan kad-dihān(i).

Maka, apabila langit terbelah, lalu (warnanya) menjadi merah mawar seperti (kilauan) minyak, (terjadilah kengerian yang hebat).

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Usai menjelaskan ketidakmampuan manusia menghindar dari pertanggung jawaban, Allah menguraikan keadaan pada hari kemudian. Maka apabila langit telah terbelah karena takut dengan balasan Allah dan menjadi merah mawar seperti kilauan minyak akibat panas yang menerpanya.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

فَيَوْمَئِذٍ لَّا يُسْـَٔلُ عَنْ ذَنْۢبِهٖٓ اِنْسٌ وَّلَا جَاۤنٌّۚ

Fa yauma'iżil lā yus'alu ‘an żambihī insuw wa lā jānn(un).

Maka, pada hari itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya.706)

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka pada hari ketika langit terbelah itu manusia dan jin tidak ditanya tentang dosanya, melainkan ditanya untuk diminta pertanggung jawabannya.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 532

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

يُعْرَفُ الْمُجْرِمُوْنَ بِسِيْمٰهُمْ فَيُؤْخَذُ بِالنَّوَاصِيْ وَالْاَقْدَامِۚ

Yu‘raful-mujrimūna bisīmāhum fa yu'khażu bin-nawāṣī wal-iqdām(i).

Para pendosa dikenali dengan tanda-tandanya, lalu direnggut ubun-ubun dan kakinya.

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Orang-orang yang berdosa itu diketahui dengan tanda-tandanya, lalu dengan mudah mereka direnggut ubun-ubun dan kakinya untuk dilempar ke neraka. Ini merupakan peringatan keras Allah kepada para jin dan manusia.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

هٰذِهٖ جَهَنَّمُ الَّتِيْ يُكَذِّبُ بِهَا الْمُجْرِمُوْنَۘ

Hāżihī jahannamul-latī yukażżibu bihal-mujrimūn(a).

Inilah (neraka) Jahanam yang didustakan oleh para pendosa.

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Kepada mereka dikatakan, “Inilah neraka Jahanam yang selalu di dustakan oleh orang-orang yang berdosa, termasuk olehmu.”

يَطُوْفُوْنَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ حَمِيْمٍ اٰنٍۚ

Yaṭūfūna bainahā wa baina ḥamīmin ān(in).

Mereka bolak-balik di antaranya (api neraka) dan air mendidih yang sangat panas.

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mereka ber-keliling berulang kali di sana, di antara neraka itu, dan di antara air yang mendidih karena panas api neraka.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ ࣖ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ جَنَّتٰنِۚ

Wa liman khāfa maqāma rabbihī jannatān(i).

Bagi siapa yang takut pada keagungan Tuhannya disediakan dua surga.

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Selain menyediakan siksa bagi pendurhaka, Allah juga menjanjikan pahala bagi orang yang bertakwa. Dan bagi siapa yang takut akan keagungan dan kekuasaan-Nya pada saat menghadap Tuhannya sehingga ia terdorong untuk beramal saleh, baginya ada dua surga.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

ذَوَاتَآ اَفْنَانٍۚ

Żawātā afnān(in).

Kedua surga itu mempunyai (pepohonan) yang bercabang-cabang.

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Kedua surga yang Allah janjikan kepada orang yang bertakwa itu mempunyai aneka pepohonan yang rindang dan buah-buahan yang beraneka ragam dan menyenangkan

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Fabi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيْهِمَا عَيْنٰنِ تَجْرِيٰنِۚ

Fīhimā ‘aināni tajriyān(i).

Di dalam kedua (surga) itu terdapat dua mata air yang memancar.

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Tidak hanya pepohonan dengan buahnya yang beraneka ragam, di dalam kedua surga itu ada pula dua buah mata air yang memancar, mengeluarkan air yang jernih.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيْهِمَا مِنْ كُلِّ فَاكِهَةٍ زَوْجٰنِۚ

Fīhimā min kulli fākihatin zaujān(i).

Di dalam kedua (surga) itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Selain itu, di dalam kedua surga itu terdapat aneka buah-buahan yang berpasang-pasangan.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى فُرُشٍۢ بَطَاۤىِٕنُهَا مِنْ اِسْتَبْرَقٍۗ وَجَنَا الْجَنَّتَيْنِ دَانٍۚ

Muttaki'īna ‘alā furusyim baṭā'inuhā min istabraq(in), wa janal-jannataini dān(in).

Mereka berbaring di atas permadani yang bagian dalamnya (terbuat) dari sutera tebal. Buah-buahan di kedua surga itu (dapat) dipetik dari dekat.

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Para penghuni surga itu sangat menikmati anugerah Allah. Mereka bersandar dengan santai di atas permadani yang bagian dalamnya terbuat dari sutera tebal. Dan buah-buahan di kedua surga itu sangat dekat sehingga dapat dipetik dari dekat, tanpa perlu beranjak dari tempat mereka bersandar.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيْهِنَّ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِۙ لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ

Fīhinna qāṣirātuṭ-ṭarf(i), lam yaṭmiṡhunna insun qablahum wa lā jānn(un).

Di dalamnya ada (bidadari) yang membatasi pandangan (hanya untuk pasangannya) yang tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak (pula) oleh jin.

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Tidak saja buah-buahan, di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang menjadi pasangan para pria penghuni surga, dan bagi wanita ada pula pasangannya, yang amat santun sehingga membatasi pandangan dan tidak menoleh kecuali kepada pasangannya. Mereka itu perawan yang tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin sebelumnya.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

كَاَنَّهُنَّ الْيَاقُوْتُ وَالْمَرْجَانُۚ

Ka'annahunnal-yāqūtu wal-marjān(u).

Seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Para bidadari itu demikian cantik dan sedap dipandang seakan-akan mereka itu permata yakut dan marjan.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

هَلْ جَزَاۤءُ الْاِحْسَانِ اِلَّا الْاِحْسَانُۚ

Hal jazā'ul-iḥsāni illal-iḥsān(u).

Adakah balasan kebaikan selain kebaikan (pula)?

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Tidak ada balasan untuk amal kebaikan selain anugerah Ilahi yang berupa kebaikan pula.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

وَمِنْ دُوْنِهِمَا جَنَّتٰنِۚ

Wa min dūnihimā jannatān(i).

Selain dari kedua (surga) itu ada dua surga (lagi).

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Bila pada ayat yang lalu Allah menjelaskan keadaan surga, pada ayat ini Dia menerangkan suasana surga yang lain lagi. Dan selain dari dua surga yang telah dijelaskan itu masih ada dua surga lagi.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۙ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

مُدْهَاۤمَّتٰنِۚ

Mudhāmmatān(i).

Kedua surga itu (terlihat warnanya) hijau tua.

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Kedua surga yang lain itu tampak hijau tua warnanya karena lebat-nya pepohonan.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيْهِمَا عَيْنٰنِ نَضَّاخَتٰنِۚ

Fīhimā ‘aināni naḍḍākhatān(i).

Di dalam keduanya ada dua mata air yang memancar tanpa henti.

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Di dalam keduanya ada dua buah mata air yang memancar dan mengeluarkan air yang jernih dan segar.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 533

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيْهِمَا فَاكِهَةٌ وَّنَخْلٌ وَّرُمَّانٌۚ

Fīhimā fākihatuw wa nakhluw wa rummān(un).

Di dalam keduanya ada buah-buahan (antara lain) kurma dan delima.

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

Di dalam kedua surga itu juga ada buah-buahan, kurma, dan delima yang lezat dan manis.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

فِيْهِنَّ خَيْرٰتٌ حِسَانٌۚ

Fīhinna khairātun ḥisān(un).

Di dalamnya ada (bidadari) yang mulia (akhlaknya) lagi jelita.

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

Di dalam surga-surga itu juga ada bidadari-bidadari yang baik-baik dan cantik jelita sebagai pasangan para penghuninya.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

حُوْرٌ مَّقْصُوْرٰتٌ فِى الْخِيَامِۚ

Ḥūrum maqṣūrātun fil-khiyām(i).

Bidadari-bidadari yang dipingit dalam kemah-kemah.

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

Bidadari-bidadari yang terdapat dalam kedua surga itu dipelihara dan dijaga di dalam kemah-kemah.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

لَمْ يَطْمِثْهُنَّ اِنْسٌ قَبْلَهُمْ وَلَا جَاۤنٌّۚ

Lam yaṭmiṡhunna insun qablahum wa lā jānn(un).

Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka dan tidak (pula) oleh jin.

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

Para bidadari itu terjaga dengan baik. Mereka tidak pernah disentuh oleh manusia maupun oleh jin sebelumnya.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

مُتَّكِـِٕيْنَ عَلٰى رَفْرَفٍ خُضْرٍ وَّعَبْقَرِيٍّ حِسَانٍۚ

Muttaki'īna ‘alā rafrafin khuḍriw wa ‘abqariyyin ḥisān(in).

Mereka bertelekan pada bantal-bantal yang hijau dan permadani-permadani yang indah.

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mereka, para bidadari, bersandar pada bantal-bantal empuk yang berwarna hijau dan permadani-permadani yang indah.

فَبِاَيِّ اٰلَاۤءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبٰنِۚ

Fa bi'ayyi ālā'i rabbikumā tukażżibān(i).

Maka, nikmat Tuhanmu manakah yang kamu dustakan (wahai jin dan manusia)?

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka, wahai manusia dan jin, nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?

تَبٰرَكَ اسْمُ رَبِّكَ ذِى الْجَلٰلِ وَالْاِكْرَامِ ࣖ

Tabārakasmu rabbika żil-jalāli wal-ikrām(i).

Mahaberkah nama Tuhanmu Pemilik keagungan dan kemuliaan.

Juz 27 · Hal. 534

Tampilkan tafsir di halaman ini

Demikianlah nikmat-nikmat Tuhanmu, wahai manusia dan jin. Akhirnya, wahai Nabi Muhammad, Mahasuci nama Tuhanmu, pemilik keagungan dan kemuliaan.