النازعات

An Naazi'at

Makkiyah · 46

Yang Mencabut Dengan Keras

بِسْمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ

وَالنّٰزِعٰتِ غَرْقًاۙ

Wan-nāzi‘āti garqā(n).

Demi (malaikat) yang mencabut (nyawa orang kafir) dengan keras,

Juz 30 · Hal. 583

Tampilkan tafsir di halaman ini

Allah memulai surah ini dengan sumpah demi malaikat yang diberiNya tugas berat. Di antara tujuannya adalah agar manusia menghayati peran-peran tersebut dalam kehidupan. Demi malaikat yang mencabut nyawa kaum kafir dengan keras dan kasar sebagai tanda kegeraman para malaikat itu terhadap mereka.

وَّالنّٰشِطٰتِ نَشْطًاۙ

Wan-nāsyiṭāti nasyṭā(n).

demi (malaikat) yang mencabut (nyawa orang mukmin) dengan lemah lembut,

Juz 30 · Hal. 583

Tampilkan tafsir di halaman ini

Demi malaikat yang mencabut nyawa orang mukmin dengan halus dan lemah lembut sebagai tanda simpati para malaikat itu kepada mereka. Malaikat mencabut nyawa mereka sambil berkata, “Wahai jiwa yang tenang, kembalilah ke Tuhanmu dengan hati yang rida dan diridai-Nya.”

وَّالسّٰبِحٰتِ سَبْحًاۙ

Was-sābiḥāti sabḥā(n).

demi (malaikat) yang cepat (menunaikan tugasnya) dengan mudah,

Juz 30 · Hal. 583

Tampilkan tafsir di halaman ini

Demi malaikat yang turun dari langit dengan cepat untuk melaksanakan tugas dari Allah sembari selalu bertasbih menyucikan Allah dan mengagungkanNya sepanjang waktu,

فَالسّٰبِقٰتِ سَبْقًاۙ

Fas-sābiqāti sabqā(n).

(malaikat) yang bergegas (melaksanakan perintah Allah) dengan cepat,

Juz 30 · Hal. 583

Tampilkan tafsir di halaman ini

dan demi malaikat yang mendahului yang lain dengan kencang, cepat, dan cekatan untuk melakukan tugas-tugasnya tanpa mengulur waktu,

فَالْمُدَبِّرٰتِ اَمْرًاۘ

Fal-mudabbirāti amrā(n).

(malaikat) yang mengatur urusan (dunia).744)

Juz 30 · Hal. 583

Tampilkan tafsir di halaman ini

dan demi malaikat yang mengatur urusan dunia, seperti pengisaran angin, turunnya hujan, dan sebagainya sesuai perintah Allah.

يَوْمَ تَرْجُفُ الرَّاجِفَةُۙ

Yauma tarjufur-rājifah(tu).

(Kamu benar-benar akan dibangkitkan) pada hari ketika tiupan pertama mengguncang (alam semesta).

Juz 30 · Hal. 583

Tampilkan tafsir di halaman ini

Sungguh, demi lima macam malaikat itu, kiamat pasti akan terjadi pada hari ketika tiupan pertama mengguncangkan alam, menghancurkan gunung, mengubah lautan menjadi api, dan sebagainya. Setelah tiupan pertama ini semua makhluk hidup akan mati.

تَتْبَعُهَا الرَّادِفَةُ ۗ

Tatba‘uhar-rādifah(tu).

(Tiupan pertama) itu diiringi oleh tiupan kedua.

Juz 30 · Hal. 583

Tampilkan tafsir di halaman ini

Tiupan pertama itu diiringi oleh tiupan kedua, di mana manusia bangkit dari kubur untuk mempertanggungjawabkan perbuatan mereka di dunia.

قُلُوْبٌ يَّوْمَىِٕذٍ وَّاجِفَةٌۙ

Qulūbuy yauma'iżiw wājifah(tun).

Hati manusia pada hari itu merasa sangat takut;

Juz 30 · Hal. 583

Tampilkan tafsir di halaman ini

Suasana pada hari itu sangat mencekam. Hati manusia pada waktu itu merasa sangat takut, jantung mereka berdegup kencang karena mereka akan dihadapkan ke pengadilan Allah untuk menunggu putusan Allah kepada mereka.

اَبْصَارُهَا خَاشِعَةٌ ۘ

Abṣāruhā khāsyi‘ah(tun).

pandangannya tertunduk.

Juz 30 · Hal. 583

Tampilkan tafsir di halaman ini

Pandangannya tunduk karena merasa hina dina di hadapan Allah.

يَقُوْلُوْنَ ءَاِنَّا لَمَرْدُوْدُوْنَ فِى الْحَافِرَةِۗ

Yaqūlūna a'innā lamardūdūna fil-ḥāfirah(ti).

Mereka berkata, “Apakah kita benar-benar akan dikembalikan pada kehidupan yang semula?745)

Juz 30 · Hal. 583

Tampilkan tafsir di halaman ini

Orang-orang kafir yang mengingkari hari kebangkitan berkata dengan penuh pengingkaran, “Setelah kematian, apakah kita benar-benar akan dikembalikan kepada kehidupan yang semula?”

ءَاِذَا كُنَّا عِظَامًا نَّخِرَةً ۗ

A'iżā kunnā ‘iẓāman nakhirah(tan).

Apabila kita telah menjadi tulang-belulang yang hancur, apakah kita (akan dibangkitkan juga)?”

Juz 30 · Hal. 583

Tampilkan tafsir di halaman ini

“Apakah kita akan dibangkitkan juga apabila kita telah menjadi tulang belulang yang hancur?” Mereka memandang persoalan hari kebangkitan hanya dengan pendekatan logika, padahal persoalan ini harus didekati dengan keimanan. Al-Qur’an banyak menyajikan dalil meyakinkan tentang keniscayaan hari kebangkitan.”

قَالُوْا تِلْكَ اِذًا كَرَّةٌ خَاسِرَةٌ ۘ

Qālū tilka iżan karratun khāsirah(tun).

Mereka berkata, “Kalau demikian, itu suatu pengembalian yang merugikan.”

Juz 30 · Hal. 583

Tampilkan tafsir di halaman ini

Mereka yang ingkar itu berkata dengan nada mengejek, “Kalau hal yang demikian itu benar-benar terjadi, itu adalah suatu pengembalian yang merugikan bagi kami. Hal itu tidak akan terjadi kepada kami.

فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌۙ

Fa innamā hiya zajratuw wāḥidah(tun).

(Jangan dianggap sulit,) pengembalian itu (dilakukan) hanyalah dengan sekali tiupan.

Juz 30 · Hal. 583

Tampilkan tafsir di halaman ini

Pengembalian dan pembangkitan itu bukanlah hal yang sulit bagi Allah. Maka pengembalian itu hanyalah dengan sekali tiupan saja oleh Malaikat Israfil melalui tiupan yang kedua.

فَاِذَا هُمْ بِالسَّاهِرَةِۗ

Fa iżā hum bis-sāhirah(ti).

Seketika itu, mereka hidup kembali di bumi (yang baru).

Juz 30 · Hal. 583

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka seketika itu mereka hidup kembali di bumi yang baru. Dengan tiupan sangkakala kedua itu saja semua manusia akan bangkit dari kubur dan digiring ke Padang Mahsyar.

هَلْ اَتٰىكَ حَدِيْثُ مُوْسٰىۘ

Hal atāka ḥadīṡu mūsā.

Sudah sampaikah kepadamu (Nabi Muhammad) kisah Musa?

Juz 30 · Hal. 583

Tampilkan tafsir di halaman ini

Wahai Nabi Muhammad, bersabarlah atas pengingkaran kaummu sebagaimana kesabaran nabi-nabi terdahulu. Sudahkah sampai kepadamu kisah Nabi Musa yang berdakwah kepada Fir’aun yang zalim?

اِذْ نَادٰىهُ رَبُّهٗ بِالْوَادِ الْمُقَدَّسِ طُوًىۚ

Iż nādāhu rabbuhū bil-wādil-muqaddasi ṭuwā(n).

Ketika Tuhannya menyeru dia (Musa) di lembah suci, yaitu Lembah Tuwa,

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Ingatlah kisah ketika Tuhan memanggilnya di lembah suci, yaitu Lembah Tuwa;

اِذْهَبْ اِلٰى فِرْعَوْنَ اِنَّهٗ طَغٰىۖ

Iżhab ilā fir‘auna innahū ṭagā.

“Pergilah engkau kepada Fir‘aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas.

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Di lembah itu Allah menurunkan wahyu kepada Nabi Musa dan membekalinya dengan dua mukjizat: tongkat yang berubah menjadi ular dan telapak tangan yang bercahaya. Wahai Nabi Musa, pergilah engkau kepada Fir’aun! Sesungguhnya dia telah melampaui batas, memperbudak bangsa Israel, membunuhi anak lelaki mereka, dan membiarkan hidup anak perempuan mereka.

فَقُلْ هَلْ لَّكَ اِلٰٓى اَنْ تَزَكّٰىۙ

Fa qul hal laka ilā an tazakkā.

Lalu, katakanlah (kepada Fir‘aun), ‘Adakah keinginanmu untuk menyucikan diri (dari kesesatan)

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka nasihati dan katakanlah kepada Firaun dengan sopan dan lemah lembut, “Adakah keinginanmu untuk membersihkan diri dari kesesatan dan dosa?

وَاَهْدِيَكَ اِلٰى رَبِّكَ فَتَخْشٰىۚ

Wa ahdiyaka ilā rabbika fa takhsyā.

dan aku akan menunjukimu ke (jalan) Tuhanmu agar engkau takut (kepada-Nya)?’”

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan engkau akan kupimpin dan kubimbing ke jalan Tuhanmu yang benar dan lurus agar engkau takut kepada-Nya dengan menyembah-Nya dan berbuat baik?”

فَاَرٰىهُ الْاٰيَةَ الْكُبْرٰىۖ

Fa arāhul-āyatal-kubrā.

Lalu, (Musa) memperlihatkan mukjizat yang besar kepadanya.

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Firaun marah mendengar ajakan Nabi Musa dan memintanya memperlihatkan bukti kerasulannya. Nabi Musa lalu memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar, yaitu tongkat yang berubah menjadi ular dan tangan yang bercahaya.

فَكَذَّبَ وَعَصٰىۖ

Fa każżaba wa ‘aṣā.

Akan tetapi, dia mendustakan (kerasulan) dan mendurhakai (Allah).

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Firaun semakin marah karena merasa terhina dan harga dirinya terusik oleh kedatangan Nabi Musa. Bukan beriman, tetapi dia justru mendustakan Nabi Musa dan mendurhakai-nya dan menuduh beliau sebagai pesihir ulung.

ثُمَّ اَدْبَرَ يَسْعٰىۖ

Ṡumma adbara yas‘ā.

Kemudian, dia berpaling seraya berusaha (menantang Musa).

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Kemudian dia berpaling dari kebenaran seraya berusaha menantang Nabi Musa untuk bertanding melawan para pesihir yang didatangkannya dari seluruh pelosok Mesir.

فَحَشَرَ فَنَادٰىۖ

Fa ḥasyara fanādā.

Maka, dia mengumpulkan (pembesar-pembesarnya), lalu berseru (memanggil kaumnya).

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Kemudian dia mengumpulkan pembesar-pembesarnya yang setia lalu berseru memanggil kaumnya melalui petugas dan bala tentaranya.

فَقَالَ اَنَا۠ رَبُّكُمُ الْاَعْلٰىۖ

Fa qāla ana rabbukumul-a‘lā.

Dia berkata, “Akulah Tuhanmu yang paling tinggi.”

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Fir’aun berkata dengan sombong dan angkuh, “Akulah tuhanmu yang paling tinggi. Hanya aku yang berhak kamu taati, bukan Tuhan Nabi Musa. Akulah yang paling berkuasa di negeri Mesir ini.”

فَاَخَذَهُ اللّٰهُ نَكَالَ الْاٰخِرَةِ وَالْاُوْلٰىۗ

Fa akhażahullāhu nakālal-ākhirati wal-ūlā.

Maka, Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dan (siksaan) di dunia.

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Pertandingan melawan para pesihir akhirnya dihelat dan memunculkan Nabi Musa sebagai pemenang. Mereka lantas beriman kepada Nabi Musa. Merasa terancam, Firaun mengejar Nabi Musa dan pengikutnya hingga pinggir Laut Merah. Maka Allah menghukumnya dengan azab di akhirat dengan siksaan yang pedih dan siksaan di dunia dengan menenggelamkannya di Laut Merah bersama para prajuritnya.

اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَعِبْرَةً لِّمَنْ يَّخْشٰى ۗ ࣖ

Inna fī żālika la‘ibratal limay yakhsyā.

Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang yang takut (kepada Allah).

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Demikianlah kisah dakwah dan ketabahan Nabi Musa menghadapi Fir’aun. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat pelajaran yang sangat berharga bagi orang yang takut kepada Allah. Kisah itu mengajarkan bahwa kebenaran pasti akan mengalahkan kebatilan dan jabatan yang tinggi seringkali menjerumuskan seseorang untuk melanggar baik terhadap aturan agama maupun etika.

ءَاَنْتُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمِ السَّمَاۤءُ ۚ بَنٰىهَاۗ

A'antum asyaddu khalqan amis-samā'u banāhā.

Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya?

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Menjelaskan keperkasaan Allah dan kelemahan manusia, Allah berfrman, “Apakah penciptaan kamu yang lebih hebat ataukah langit yang telah dibangun-Nya? Secara logika, penciptaan langit yang demikian luas tentu lebih sulit daripada penciptaan manusia.

رَفَعَ سَمْكَهَا فَسَوّٰىهَاۙ

Rafa‘a samkahā fa sawwāhā.

Dia telah meninggikan bangunannya, lalu menyempurnakannya.

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Allah telah menciptakan langit. Dia telah meninggikan bangunannya sedemikian tinggi dan kukuh lalu Dia menyempurnakannya sehingga tidak kamu jumpai di sana keretakan atau bentuk-bentuk cacat lainnya.

وَاَغْطَشَ لَيْلَهَا وَاَخْرَجَ ضُحٰىهَاۖ

Wa agṭasya lailahā wa akhraja ḍuḥāhā.

Dia menjadikan malamnya (gelap gulita) dan menjadikan siangnya (terang benderang).

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan Dia menjadikan malamnya gelap gulita, dan menjadikan siangnya terang benderang. Dia menyediakan malam sebagai waktu beristirahat dan siang sebagai waktu bekerja. Penciptaan siang dan malam bukan perkara mudah, melainkan melalui mekanisme yang amat rumit dalam pandangan manusia.

وَالْاَرْضَ بَعْدَ ذٰلِكَ دَحٰىهَاۗ

Wal-arḍa ba‘da żālika daḥāhā.

Setelah itu, bumi Dia hamparkan (untuk dihuni).

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan setelah penciptaan langit itu bumi Dia hamparkan sebagai tempat tinggal yang nyaman bagi manusia dan makhluk lainnya.

اَخْرَجَ مِنْهَا مَاۤءَهَا وَمَرْعٰىهَاۖ

Akhraja minhā mā'ahā wa mar‘āhā.

Darinya (bumi) Dia mengeluarkan air dan (menyediakan) tempat penggembalaan.

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dia hamparkan bumi dan darinya Dia pancarkan mata air dan Dia tumbuhkan tumbuh-tumbuhannya untuk memenuhi kebutuhan konsumsi makhluk hidup di sana.

وَالْجِبَالَ اَرْسٰىهَاۙ

Wal-jibāla arsāhā.

Gunung-gunung Dia pancangkan dengan kukuh.

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan di bumi itu gunung-gunung Dia pancangkan dengan teguh agar bumi tidak bergoncang sehingga bisa ditempati dengan nyaman.

مَتَاعًا لَّكُمْ وَلِاَنْعَامِكُمْۗ

Matā‘al lakum wa li'an‘āmikum.

(Semua itu disediakan) untuk kesenanganmu dan hewan ternakmu.

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Allah menciptakan itu semua untuk kesenanganmu dan untuk hewan-hewan ternakmu. Kamu bisa hidup di bumi dengan memanfaatkan apa yang ada, sebagai bukti kasih sayang Allah yang tak terhingga.

فَاِذَا جَاۤءَتِ الطَّاۤمَّةُ الْكُبْرٰىۖ

Fa iżā jā'atiṭ-ṭāmmatul-kubrā.

Maka, apabila malapetaka terbesar (hari Kiamat) telah datang,

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Maka apabila malapetaka besar hari kiamat telah datang dengan hancurnya alam semesta.

يَوْمَ يَتَذَكَّرُ الْاِنْسَانُ مَا سَعٰىۙ

Yauma yatażakkarul-insānu mā sa‘ā.

pada hari (itu) manusia teringat apa yang telah dikerjakannya

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

yaitu pada hari ketika manusia teringat akan apa yang telah dikerjakannya, yang selama ini mereka lupakan, baik berupa amal baik maupun buruk.

وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِمَنْ يَّرٰى

Wa burrizatil-jaḥīmu limay yarā.

dan (neraka) Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang yang melihat(-nya).

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan nanti di akhirat, neraka dengan segala siksaan yang sangat mengerikan di dalamnya akan diperlihatkan dengan jelas kepada setiap orang yang melihat.

فَاَمَّا مَنْ طَغٰىۖ

Fa ammā man ṭagā.

Adapun orang yang melampaui batas

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Di akhirat Allah akan memberi putusan kepada manusia, memisahkan mereka menjadi dua kelompok besar. Maka adapun orang yang melampaui batas dengan berlaku musyrik, kafir, dan maksiat,

وَاٰثَرَ الْحَيٰوةَ الدُّنْيَاۙ

Wa āṡaral-ḥayātad-dun-yā.

dan lebih mengutamakan kehidupan dunia,

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

dan lebih mengutamakan kehidupan dunia daripada akhirat,

فَاِنَّ الْجَحِيْمَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ

Fa innal-jaḥīma hiyal-ma'wā.

sesungguhnya (neraka) Jahimlah tempat tinggal(-nya).

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

maka sungguh, nerakalah tempat tinggalnya untuk waktu yang sangat lama. Inilah bukti keadilan Allah.

وَاَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهٖ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوٰىۙ

Wa ammā man khāfa maqāma rabbihī wa nahan-nafsa ‘anil-hawā.

Adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari (keinginan) hawa nafsunya,

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dengan melakukan amal saleh dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya dengan menaati ajaran agama,

فَاِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوٰىۗ

Fa innal-jannata hiyal-ma'wā.

sesungguhnya surgalah tempat tinggal(-nya).

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

maka sungguh, surgalah tempat tinggal-nya untuk selama-lamanya dengan segala kenikmatan di dalamnya. Itulah anugerah agung Tuhan Yang Maha Pemurah.

يَسْـَٔلُوْنَكَ عَنِ السَّاعَةِ اَيَّانَ مُرْسٰىهَاۗ

Yas'alūnaka ‘anis-sā‘ati ayyāna mursāhā.

Mereka (orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Nabi Muhammad) tentang hari Kiamat, “Kapankah terjadinya?”

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Wahai Nabi Muhammad, orang-orang kafir akan mengingkari hari kiamat. Mereka bertanya kepadamu tentang hari Kiamat dengan penuh keingkaran, “Kapankah terjadinya?”

فِيْمَ اَنْتَ مِنْ ذِكْرٰىهَاۗ

Fīma anta min żikrāhā.

Untuk apa engkau perlu menyebutkan (waktu)-nya?

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Untuk apa engkau perlu menyebutkan waktu-nya kepada mereka, sedang engkau sendiri tidak mengetahui hal itu?

اِلٰى رَبِّكَ مُنْتَهٰىهَاۗ

Ilā rabbika muntahāhā.

Kepada Tuhanmulah (dikembalikan) kesudahan (ketentuan waktu)-nya.

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Hanya kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya, yakni ketentuan waktunya.

اِنَّمَآ اَنْتَ مُنْذِرُ مَنْ يَّخْشٰىهَاۗ

Innamā anta munżiru may yakhsyāhā.

Engkau (Nabi Muhammad) hanyalah pemberi peringatan kepada siapa yang takut padanya (hari Kiamat).

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Wahai Nabi, engkau tidak tahu kapan kiamat akan terjadi. Engkau kami utus hanyalah sebagai pemberi peringatan bagi siapa yang takut kepadanya, lalu beriman dan berbuat baik untuk menghindari azab di akhirat.

كَاَنَّهُمْ يَوْمَ يَرَوْنَهَا لَمْ يَلْبَثُوْٓا اِلَّا عَشِيَّةً اَوْ ضُحٰىهَا ࣖ

Ka'annahum yauma yaraunahā lam yalbaṡū illā ‘asyiyyatan au ḍuḥāhā.

Pada hari ketika melihatnya (hari Kiamat), mereka merasa seakan-akan hanya (sebentar) tinggal (di dunia) pada waktu petang atau pagi.

Juz 30 · Hal. 584

Tampilkan tafsir di halaman ini

Hari kiamat itu penuh dengan huru-hara yang membuat manusia sangat tercengang. Pada hari ketika mereka melihat hari Kiamat itu, mereka merasa seakan-akan hanya sebentar saja tinggal di dunia, hidup di dunia seakan hanya pada waktu sore atau pagi hari.