Surah 9Ayat 102 / 129

At Taubah

PengampunanMadaniyahJuz 11Halaman 203
Maha Pengampun lagi Maha PenyayangAllah Maha Pengampun lagi Maha PenyayangSikap Abu Lubabah

وَاٰخَرُوْنَ اعْتَرَفُوْا بِذُنُوْبِهِمْ خَلَطُوْا عَمَلًا صَالِحًا وَّاٰخَرَ سَيِّئًاۗ عَسَى اللّٰهُ اَنْ يَّتُوْبَ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ ﴿١٠٢﴾

Wa ākharūna‘tarafū biżunūbihim khalaṭū ‘amalan ṣāliḥaw wa ākhara sayyi'ā(n), ‘asallāhu ay yatūba ‘alaihim, innallāha gafūrur raḥīm(un).

Terjemahan

(Ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosanya. Mereka mencampuradukkan amal yang baik dengan amal lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat At-Taubah Ayat 102 - Penyesalan Sahabat Abu Lubabah dengan Mengikat Diri di Masjid karena tidak Ikut Perang Tabuk Bersama Nabi

Ayat ini turun berkenaan dengan Abu Lubabah dan sembilan orang temannya yang mengikat diri di masjid untuk menunjukkan penyesalan mereka akibat tidak turut serta dalam Perang Tabuk bersama Nabi.

عَنْ ابْنِ عَبَّاسٍ قال: كَانُوْا عَشَرَةَ رَهْطٍ تَخَلَّفُوْا عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فِيْ غَزْوَةِ تَبُوْكَ، فَلَمَّا حَضَرَ رُجُوْعُ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم أَوْثَقَ سَبْعَةٌ مِنْهُمْ أَنْفُسَهُمْ بِسَوَارِي الْمَسْجِدِ، وَكَانَ مَمَرَّ رَسُوْلِ اللهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا رَجَعَ مِنَ المَسْجِدِ عَلَيْهِمْ، فَلَمَّا رَآهُمْ قَالَ: (مَنْ هَؤُلاَءِ المُوَثِّقُونَ أنْفُسَهُمْ بِالسَّوَارِي؟) قَالُوْا: هَذَا أَبُوْ لُبَابَةَ وَأَصْحَابٌ لَهُ، تَخَلَّفُوْا عَنْكَ يَا رَسُوْلَ اللهِ، وَحَلَفُوْا لَا يُطْلِقُهُمْ أَحَدٌ حَتَّى تُطْلِقَهُمْ وَتَعْذُرَهُمْ. فقال النبي عليه الصلاة والسلام: (وأنا أُقْسِمُ باللّهِ لا أُطْلِقُهُمْ وَلا أَعْذِرُهُمْ حَتَّى يَكُوْنَ اللَّهُ هُوَ الَّذِي يُطْلِقُهُمْ وَيَعْذُرٌهُمْ، رَغِبُوا عَنِّي وَتَخَلَّفُوْا عَنِ الغَزْوِ مَعَ المُسْلِمِينَ) فَلَمَّا بَلَغَهُمْ ذَالِكَ، قَالُوْا :نَحْنُ واللهِ لَا نُطْلِقُ أَنْفُسَنَا حَتَّى يَكُوْنَ اللهُ هُوَ الَّذِي يُطْلِقُنَا. فَأَنْزَلَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى: (وآخَرُونَ اعْتَرَفُوا بِذُنُوبِهِمْ خَلَطُوا عَمَلاً صَالِحًا وَآخَرَ سَيِّئًا عَسَى اللَّهُ أَنْ يَتُوْبَ عَلَيْهِمْ إِنَّ اللهَ غَفُوْرٌ الرَّحِيْمُ) فَلَمَّا نَزَلَتْ أَرْسَلَ إِلَيْهِمُ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فَأَطْلَقَهُمْ وَعَذَرَهُمْ. (1)

Ibnu ‘Abbas berkata, “Ada sepuluh orang yang dengan sengaja tidak ikut Perang Tabuk bersama Nabi sallallahu ‘alaihi wasallam . Ketika Rasulullah hampir sampai di Madinah, tujuh dari mereka mulai mengikat diri di pagar masjid, tempat yang biasa Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam lewati sepulang dari masjid. Begitu melihat mereka, beliau bertanya, ‘Siapakah orang-orang yang mengikat diri di pagar masjid itu?’ Para sahabat menjawab, ‘Mereka adalah Abu Lubabah dan kawan-kawannya yang tidak ikut Perang Tabuk bersamamu, wahai Rasulullah. Mereka bersumpah tidak akan melepaskan ikatan itu dari tubuh mereka kecuali engkau membebaskan dan memaafkan mereka.’ Nabi berkata, ‘Demi Allah, aku tidak akan membebaskan dan memaafkan mereka hingga Allah sendiri yang membebaskan dan memaafkan mereka. Mereka nyata-nyata tidak menyukaiku dan enggan berperang bersama kaum muslim yang lain.’ Mendengar kabar tersebut, mereka berkata, ‘Kalau begitu, kami tidak akan melepaskan diri sampai Allah sendiri yang membebaskan kami.’ Tak lama setelah itu turunlah ayat, wa akharuna‘tarafu bizunubihim khalatu ‘amalan salihan wa akhara sayyi’an ‘asallahu an yatuba ‘alaihim innallaha gafurun rahim. Begitu ayat ini turun, Nabi segera mengutus seseorang untuk membebaskan dan menyampaikan pemberian maafnya kepada mereka.”

(1) Hasan; diriwayatkan oleh at-Tabariy dan Ibnu Abi Hatim dari jalur Abu Salih dari Mu‘awiyah bin Salih dari ‘Aliy bin Abi talhah dari Ibnu ‘Abbas. Lihat: at-Tabariy, Jami‘ al-Bayan, juz 11, hlm. 651; Ibnu Abi Hatim, Tafsir al-Qur’an al-‘Azim, juz 6, hlm. 1872, riwayat nomor 10303. Abu Salih adalah Abu Salih al-Misriy. Menurut Ibnu Hajar, Abu Salih adalah seorang perawi yang saduq, namun sesekali salah dalam menukilkan hadis, demikian pula Mu‘awiyah bin Salih. Sanad hadis ini dinilai hasan misalnya oleh Hikmat bin Basyir bin Yasin, Mausu‘ah as-Sahih al-Masbur, (Madinah: Dar al-Ma’asir, cet. 1, 1999), juz 2, hlm. 483; dan Abu ‘Umar Nadi bin Mahmud Hasan al-Azhariy dalam al-Maqbul min Asbab an-Nuzul, hlm. 388. Hadis ini disebutkan pula oleh al-Baihaqiy, Dala’il an-Nubuwwah, juz 5, hlm. 271–272. Selain kepada tiga perawi ini, as-Suyutiy juga menisbahkan riwayat di atas kepada Ibnu al-Munzir dan Ibnu Mardawaih. Lihat: ad-Durr al-Mansur, juz 7, hlm. 506.

 

BebasIkatMaaf

Asbabun Nuzul Surat At-Taubah Ayat 102 - Imam as Suyuthi : Orang-Orang Yang Merasa Bersalah Ketika Tidak Ikut Perang, Namun Allah Memaafkannya

“Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampurbaurkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang. ”
Diriwayatkan oleh Ibnu Mardawaih dan Ibnu Abi Hatim dari jalur Al-Aufi dari Ibnu Abbas bahwasanya ia berkata, “Ketika Rasulullah pergi berperang, Abu Lubabah dan lima orang lainnya tidak ikut berangkat. Kemudian Abu Lubabah dan dua orang yang lain merenung, merasa menyesal, dan yakin akan ada celaka. Mereka berkata, “Kita berada di tempat yang teduh dan tenang bersama kaum wanita sementara Rasulullah & dan kaum mukminin yang bersama beliau sedang berjihad. Demi Allah, kami pasti mengikat tubuh kami di tiang masjid. Kami tidak akan melepaskannya kecuali jika Rasulullah sendiri yang melepaskannya.” Mereka pun melakukan hal tersebut. Akan tetapi tiga orang yang lainnya tidak mengikat diri mereka. Sepulang dari peperangan, Rasulullah bertanya, “Siapa orang-orang yang terikat di tiang ini? ” Seseorang menjawab, “Ini Abu Lubabah dan kawan-kawannya yang tidak ikut pergi perang. Mereka bersumpah tidak akan melepaskan ikatannya kecuali jika Anda sendiri yang melepaskan mereka.” Rasulullah pun berkata, “Aku tidak akan melepaskan mereka kecuali jika aku diperintahkan (oleh Allah).” Maka Allah menurunkan firman-Nya, “Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka... ” Setelah ayat ini turun, beliau melepaskan dan memaafkan mereka. Kini tinggalah tiga orang yang lainnya tidak mengikat diri mereka dan tidak disinggung-singgung mengenai diri mereka -dan merekalah yang dimaksud oleh Allah dalam firman-Nya, “Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah...” Orang- orang pun berkata, “Mereka celaka, sebab pemberian maaf terhadap mereka tidak turun.” Sementara yang lain berkata, “Boleh jadi Allah akan mengampuni mereka.” Hingga turun ayat, “Dan terhadap tiga orang yang ditinggalkan.. .” (1) Ibnu Jarir meriwayatkan hal serupa dari jalur Ali bin Abi Thalhah dari Ibnu Abbas, dengan tambahan, “Lalu Abu Lubabah dan kawan-kawannya, setelah dilepaskan, datang menghadap dengan membawa harta benda mereka. Kata mereka, “Wahai Rasulullah, ini harta benda kami. Tolong wakili kami menyedekahkannya, dan mintakanlah ampunan untuk kami!” Beliau pun menjawab: “Aku tidak diperintahkan mengambil secuil pun harta kalian” Maka Allah menurunkan ayat-Nya, “Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan dan menyucikan mereka.” (2) Bagian ini semata diriwayatkan dari Sa’id bin Jubair, Adh-Dhahhak, Zaid bin Aslam, dan lain-lain. (3) Abdurrazzaq meriwayatkan dari Qatadah bahwasanya ayat ini turun tentang tujuh orang, yang empat mengikat diri mereka di tiang, yakni Abu Lubabah, Mirdas, Aus bin Khidzam, dan Tsa’labah bin Wadi’ah. Abu Asy-Syaikh dan Ibnu Mundih dalam Ash-Shahabah meriwayatkan dari jalur Ats-Tsauri dari Al-A’masy dari Abu Sufyan dari Jabir bahwasanya di antara orang-orang yang tidak ikut pergi bersama Rasulullah dalam Perang Tabuk adalah enam orang, Abu Lubabah, Aus bin Khidzam, Tsa’labah bin Wadi’ah, Ka’ab bin Malik, Murarah bin Rabi’, dan Hilal bin Umayyah. Abu Lubabah, Aus, dan Tsa’labah kemudian mengikat diri mereka di tiang masjid lalu menyerahkan harta benda mereka seraya mengatakan, “Wahai Rasulullah, ambilah barang-barang ini yang menahan kami sehingga tidak mengikuti engkau!” Beliau menjawab, “Aku tidak menghalalkannya kecuali jika terjadi pertempuran.” Maka turunlah ayat Al-Qur'an, “Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka....” Sanadnya kuat. Ibnu Mardawaih meriwayatkan dengan sanad yang di dalamnya terdapat Al-Waqidi dari Ummu Salamah bahwasanya ia berkata, “(Ayat tentang diterimanya) taubat Abu Lubabah turun di rumahku. Aku mendengar Rasulullah tertawa pada waktu sahur. Aku pun bertanya, “Apa yang membuatmu tertawa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Abu Lubabah telah diampuni.” Aku lalu bertanya kembali, “Apakah aku boleh memberitahunya? Beliau menjawab, “Terserah padamu.” Maka aku pun berdiri di pintu bilik -ketika itu belum diwajibkan hijab-. Aku berkata, “Hai Abu Lubabah, bergembiralah, Allah telah mengampunimu.” Orang-orang serentak bergerak hendak melepaskan ikatan-ikatannya, tapi ia berkata, “Tunggu Rasulullah datang, agar beliau sendiri yang melepaskan aku.” Ketika beliau keluar untuk shalat shubuh, beliau melepaskannya. Maka turunlah firman Allah, “Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka... ” (4)
1. Disebutkan oleh Al-Qurthubi (4/3168-3169) dan ia berkata, “Mereka berjumlah sepuluh orang, dan salah satu dari mereka adalah Abu Lubabah.” Adapula yang mengatakan bahwasanya mereka berjumlah enam orang dan adapula yang mengatakan mereka berjumlah lima orang. Adapun tiga orang tersebut, mereka adalah Ka’ab bin Malik, Murarah bin Rabi’, dan Hilal bin Umayyah. 2. Diriwayatkan oleh Ibnu Jarir (11/10) dengan sanad yang terputus (Munqhati’). 3. Lihat Al-Qurthubi (4/3168-3169). 4. Lihat Ibnu Jarir sebelumnya dan kitab Ad-Dur Al-Mantsur (3/295)
dosaIbnu Abbasjihad

Tafsir Lengkap

Dan ada pula orang lain yang berada di sekeliling kamu yang mengakui dosa-dosa mereka lalu bertobat atas dosa-dosa itu, tetapi mereka masih mencampuradukkan pekerjaan yang baik dengan pekerjaan lain yang buruk, dengan mereka taat dan beramal saleh dan pada waktu yang berbeda mereka masih berbuat jahat dan maksiat. Mudah-mudahan Allah menerima tobat mereka jika mereka bertobat dengan sungguh-sungguh. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun atas segala dosa, Maha Penyayang kepada orang yang berusaha tidak mengulangi kesalahannya.

Dibaca 22 kali