Surah 9Ayat 103 / 129

At Taubah

PengampunanMadaniyahJuz 11Halaman 203
Maha Mendengar, Mengetahui dan MelihatHikmah zakatAda Kewajiban finansial selain zakatSikap Abu Lubabah

خُذْ مِنْ اَمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْۗ اِنَّ صَلٰوتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْۗ وَاللّٰهُ سَمِيْعٌ عَلِيْمٌ ﴿١٠٣﴾

Khuż min amwālihim ṣadaqatan tuṭahhiruhum wa tuzakkīhim bihā wa ṣalli ‘alaihim, inna ṣalātaka sakanul lahum, wallāhu samī‘un ‘alīm(un).

Terjemahan

Ambillah zakat dari harta mereka (guna) menyucikan332) dan membersihkan mereka, dan doakanlah mereka karena sesungguhnya doamu adalah ketenteraman bagi mereka. Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.

Catatan Kaki:332) Zakat membersihkan mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebihan terhadap harta.

Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)

Asbabun Nuzul Surat At-Taubah Ayat 103 - Bersedekah dengan Niat yang Tulus

Merasa gembira karena Allah telah menerima tobat mereka, Abu Lubabah dan teman-temannya lantas menghadap Nabi dan menyatakan siap menyedekahkan harta-harta mereka. Mulanya beliau menolak hal itu, hingga Allah menurunkan ayat di atas.

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ: أَنَّ أَبَا لُبَابَةَ وَأَصْحَابَهُ جَاءُوْا رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم حِيْنَ أُطْلِقُوْا، فَقَالُوْا :يَا رَسُوْلَ اللهِ هَذِهِ أَمْوَالُنَا فَتَصَدَّقْ بِهَا عَنَّا وَاسْتَغْفِرْ لَنَا. فَقَالَ: ما أُمِرْتُ أَنْ آخُذَ مِنْ أمْوَالِكُمْ شَيْئا. فَأَنْزَلَ الله: (خُذْ مِنْ أمْوَالِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيْهِمْ بِها). (1)

Ibnu ‘Abbas berkata, “Usai dibebaskan, Abu Lubabah dan teman-temannya bergegas menghadap Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka berkata, ‘Wahai Rasulullah, ini adalah harta-harta kami. Sedekahkanlah semuanya atas nama kami dan mintakanlah kami ampunan kepada Allah.’ Beliau lalu bersabda, ‘Aku tidak diperintahkan untuk mengambil harta kalian sedikit pun.’ Setelah itu turunlah ayat, khuz min amwalihim sadaqatan tutahhiruhum watuzakkihim biha.”

(1) Hasan; diriwayatkan oleh at-Tabariy dan Ibnu Abi Hatim dari jalur Abu Salih dari Mu‘awiyah bin Salih dari ‘Aliy bin Abi Talhah dari Ibnu ‘Abbas. Lihat: Jami‘ al-Bayan, juz 11, hlm. 659; Ibnu Abi Hatim, Tafsir al-Qur’an al-‘Azim, juz 6, hlm. 1874–1875, riwayat nomor 10307. Sanad hadis ini dinilai hasan misalnya oleh Hikmat bin Basyir bin Yasin, Mausu‘ah as-Sahih} al-Masbur, juz 2, hlm. 484; Abu ‘Umar Nadi bin Mahmud Hasan al-Azhariy dalam al-Maqbul min Asbab an-Nuzul, h. 389. Hadis ini disebutkan pula oleh al-Baihaqiy, Dala’il an-Nubuwwah, juz 5, hlm. 271–272. Selain kepada tiga perawi ini, as-Suyutiy juga menisbahkan riwayat di atas kepada Ibnu al-Munz\ir dan Ibnu Mardawaih. Lihat: ad-Durr al-Mans\ur, juz 7, hlm. 506.

AmpunSedekahTaubat

Tafsir Lengkap

Pada ayat sebelumnya dijelaskan adanya sekelompok orang yang mengakui dosa-dosa mereka lalu bertobat kepada Allah. Karena penyebab dosa mereka adalah kecintaan kepada harta, maka dalam ayat ini dijelaskan tentang wujud tobat dan ketaatan diantaranya dengan menunaikan zakat. Diperintahkan kepada Nabi Muhammad, Ambillah zakat dari harta mereka, guna membersihkan jiwa mereka dari kekikiran dan cinta yang berlebihan terhadap harta, dan menyucikan hati agar tumbuh subur sifat-sifat kebaikan mereka, dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu menumbuhkan ketenteraman jiwa bagi mereka yang sudah lama gelisah dan cemas akibat dosa-dosa yang mereka kerjakan. Sampaikan kepada mereka bahwa Allah Maha Mendengar permohonan ampun dari hamba-Nya, Maha Mengetahui tulus atau tidaknya tobat mereka.

Dibaca 31 kali