اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَّعْلُوْمٰتٌۚ فَمَنْ فَرَضَ فِيْهِنَّ الْحَجَّ فَلَا رَفَثَ وَلَا فُسُوْقَ وَلَا جِدَالَ فِى الْحَجِّۗ وَمَا تَفْعَلُوْا مِنْ خَيْرٍ يَّعْلَمْهُ اللّٰهُۗ وَتَزَوَّدُوْا فَاِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوٰىۖ وَاتَّقُوْنِ يٰٓاُولِى الْاَلْبَابِ ﴿١٩٧﴾
Terjemahan
(Musim) haji itu (berlangsung pada) bulan-bulan yang telah dimaklumi. 58) Siapa yang mengerjakan (ibadah) haji dalam (bulan-bulan) itu, janganlah berbuat rafaṡ, 59) berbuat maksiat, dan bertengkar dalam (melakukan ibadah) haji. Segala kebaikan yang kamu kerjakan (pasti) Allah mengetahuinya. Berbekallah karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang mempunyai akal sehat.
Asbabun Nuzul (Sebab Turunnya Ayat)
Asbabun Nuzul Surat Al Baqarah Ayat 197 - Teguran Allah kepada Jamaah Haji yang Enggan Membawa Bekal
Ayat ini turun untuk menegur kebiasaan jamaah haji dari Yaman yang pada masa itu enggan membawa bekal. Akhirnya, sesampai di Mekah mereka harus meminta-minta kepada jamaah haji yang lain guna memenuhi kebutuhan mereka.
عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِىَ الله عَنْهُمَا قَالَ: كَانَ أَهْلُ الْيَمَنِ يَحُجُّونَ وَلاَ يَتَزَوَّدُونَ وَيَقُولُونَ نَحْنُ الْمُتَوَكِّلُونَ، فَإِذَا قَدِمُوا مَكَّةَ سَأَلُوا النَّاسَ، فَأَنْزَلَ اللَّهُ تَعَالَى (وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى). (1)
Ibnu ‘Abbas radiyallahu 'anhuma berkata, “Dulu penduduk Yaman biasa berangkat haji tanpa membawa bekal. ‘Kami adalah orang-orang yang bertawakal,’ begitu kata mereka. Sampai di Mekah, mereka pun terpaksa meminta-minta kepada jamaah haji yang lain. Berkaitan dengan hal ini Allah menurunkan firman-Nya, watazawwadu fainna khairaz-zadit-taqwa (2).”
(1) Diriwayatkan oleh al-Bukhariy, Sahih} al-Bukhariy, dalam Kitab al-Hajj, Bab Qaul Allah Ta‘ala wa Tazawwadu fa inna Khair az-Zad at-Taqwa, hlm. 371, hadis nomor 1523. (2) Secara lahiriah, bekal yang Allah maksud dalam kata tazawwadu bersifat fisik, sedangkan takwa bersifat spiritual. Hal ini bisa saja terjadi karena secara harfiah kata takwa berarti menjaga diri; ia dengan demikian bisa dimaknai menjaga diri dari meminta-minta kepada orang lain.
Asbabun Nuzul Surat Al-Baqarah Ayat 197 - Imam as Suyuthi : Orang Yaman Ketika Haji Tidak Pernah Membawa Bekal
Tafsir Lengkap
Dibaca 33 kali
